Mengapa tukang soto tidak membeli ember atau mangkok plastik dari tukang
ember, dibayar dengan soto. Simbiosis mutualistik. Ngomong-ngomong sewaktu
mereka sholat berjamaah, siapa yang menunggu dagangan mereka? Siapa tahu
kebetulan ada yang mau beli soto nsember.
KM 
 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 12/22/06 11:31:36
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Siang Itu Penjual Soto
 
Makanya kalo mau dagang soto atau ember harus punya kiat tersendiri. Dagang
soto ga bisa laku kalo usahanya cuma sholat. Dagang ember plastik ga bisa
laris kalo usahanya cuma zikir. Ingat Abubakar itu adalah....eh salah. Maap!
Maap! Maap ya teman2 sak milis.
Itu mah bagian ngomongnya Si Hafsah Huahahahahahahahaha....(Kok jadi
linglung begini yah gue?)

agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Siang Itu Penjual Soto

Mampir sejenak untuk sholat dhuhur di masjid. Setelah seharian 
berjualan dipanas yang terik dua mangkok yang terjual, penjual soto 
sholat berjamaah. Nampak juga penjual peralatan rumah tangga. Selesai 
mereka sholat, kedua berbincang bagaimana kondisi sekarang ini yang 
semakin sulit.

"Hari ini saya hanya laku dua mangkok aja lho mas.." kata penjual 
soto. "Wah, bapak masih beruntung, saya malah belum laku satu pun 
juga," jawab penjual peralatan rumah tangga. 

"Lah, gimana to mas..sepi gini kok dibilang beruntung.." kata penjual 
soto setengah sewot. "Iya bapak, dagangan sepi kalo lapar masih makan 
soto. Kalo saya dagangan sepi apa saya makan ember plastik," kata 
penjual peralatan rumah tangga sambil memegangi ember plastiknya.

Wassalam,
Agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com




__________________________________________________
Do You Ya hoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
 
 

Kirim email ke