halo sahabat,

Saat ini kita menjelang Natal & Idul Adha.

Namun kalau kita perhatikan, banyak sekali rakyat yang
kekurangan makanan, kekurangan beras.  Beras yang
dulunya hanya seribu berapa.... sekarang, selain
harganyanya pun tidak terjangkau, yang kualitas biasa
saja sudah Rp 5,000.

Kalau kita hutang sama teman, tetangga atau mertua,
paling kita dikasih Rp 5,000 terus mau beli beras,
minyak tanah, tempe, tahu, minyak goreng, sabun, mau
beli beras berapa kilo?  apa boleh seperlima kilo?

Akhirnya banyak saudara-saudara kita beli Nasi Aking. 
Lho apa itu?  itu adalah nasi yang sudah basi, nasi
bekas, nasi sisa, yang sudah keburu dimasak (kok tidak
dihabiskan?  ini belum ada jawabannya...), lalu
dijemur, dikeringkan, setelah kering, beras yang sudah
menjadi nasi lalu menjadi beras lagi tentu anda tahu,
beras daur ulang model begini, tidak seperti air minum
yang disaring PAM, nasi aking itu tentu sudah tidak
ada nilai gizinya, karbohidratnya sudah mengalami
gelatinisasi, dikeringkan menjadi fosil kering ....
yang harganya terjangkau Rp 1,000 per kilo.

Bila anda merencanakan liburan tutup tahun mau makan
di Restoran di Mall, atau menginap di Hotel
berbintang, anda mungkin bisa merubah rencana,
mulailah dengan memberikan nasi putih di rumah anda
diberikan kepada pengemis.

Atau anda yang ingin memberikan hadiah Handphone baru
kepada anak anda, mungkin anak anda perlu mengunjungi
anak cacat di YPAC seperti Nayla, banyak yang sekedar
ingin hidup saja kesulitan.

Mungkin anda ingin membagi-bagikan pakaian bekas
kepada anak-anak yatim, atau memberikan lowongan
magang kepada anak-anak lulusan sekolah SMA supaya
mereka bisa belajar menjadi kasir, atau pelayan
restoran milik anda.

Semoga Tuhan memberkati anda sekeluarga, dan membuka
hati anda untuk memberikan arti lebih kepada kekayaan,
yaitu berbentuk kekayaan hati dan kenikmatan berbagi
rezeki.

salam damai,
Goenardjoadi Goenawan

Kirim email ke