Tidak Etis Memper-olok2 Kepercayaan/Agama Lain > "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Soal banyaknya wong Islam yang kwalitasnya seperti Ambon sebut saya > gak kaget memang iyo.Makane banyak tokoh2 Barat yang masuk Islam > malah bilang: Untung saya dulu tidak kepetuk wong Islam duluan > sebelum mengenal quran,termasuk Mualaf Chinese bernama Felix yang > barusan muncul di TV ya bilang sama.Kalau saya sempat kepetuk atau > kenal dg wong Islam duluan pastilah saya tidak jadi Mualaf.Jadi yang > problem bukan Islamnya tapi Moslemnya. > Shalom, > Tawangalun.
Adalah tidak etis mempermasalahkan, menghina, dan memper-olok2 agama lainnya padahal umat mereka tidak mengganggu kehidupan manusia umumnya meskipun tidak percaya agamanya. Seharusnya kita memfokuskan hanya mengkritik hanya kepada umat yang selalu mengobarkan kebencian kepada umat lainnya, mereka yang main bakar tempat ibadah, menjarah harta benda umat lain yang dianggap berbeda dari kepercayaannya, menculik, membunuh, dan menteror mereka yang berbeda kepercayaannya. Pada dasarnya kepercayaan memang tidak perlu benar, biarlah mereka percaya apa yang mereka percaya. Kenapa kita sebagai manusia harus mengganggu dan mencerca kepercayaan lain yang tidak kita percaya??? Ingat, apapun kepercayaan anda, selama kepercayaan anda itu tidak menjerumuskan kepada teror, pembakaran, penjarahan dan pemerkosaan maka tidak perlu disalahkan kepercayaan anda itu. Namun kalo kepercayaan anda memang berakibat teror, pembakaran, penjarahan dan pemerkosaan, maka hal inilah yang harus kita kritik habis2an, kita diskusikan agar hal ini tidak lagi terulang terus menerus, dan menyadarkan setiap umatnya tentang salah dan biadabnya ajaran agama mereka. Ny. Muslim binti Muskitawati.
