Kita meributkan soal hari libur, daripada masalah TKW kita yang hampir semuanya diperkosa di Timur Tengah.
Kita meributkan hari Jum'at supaya libur, namun kita tidak pernah bertanya kepada pandangan masyarakat tentang TKW yang menggadaikan harga dirinya dan pulang mendapat picingan mata tetangganya. Kita meributkan poligami, dan berusaha menjadi Panglima Poligami daripada menjadi Panglima Qolbu. Kita meributkan soal Alda dan melupakan mengapa untuk masuk Akademi Kepolosian membayar Rp 100,000,000. Kita meributkan pepesan kosong, dan membiarkan korupsi mengakar dimana-mana tanpa ada pemutus rantai ini. Kita meributkan perbedaan agama, topik yang ada sejak jaman Nabi Musa dan membiarkan ratusan ribu orang menderita terancam lumpur, harus carok setiap hari maslaah pro-kontra tanggul penahan lumpur, siapa yang membocorkan, siapa yang membangun. Kita meributkan masalah Islam vs Kristen sementara masyarakat di Jakarta dan Jawa Barat makan nasi aking, nasi daur ulang, nasi basi yang dijemur menjadi fosil kering, yang sudah mengalami proses gelatinisasi dan dikeringkan menjadi bahan an organik, tidak ada lagi gizinya demi penahan lapar. Kita meributkan Bambang Wisudo dan melupakan rakyat kita yang teraniaya, tidak mendapat cukup lapangan kerja, tidak mendapat cukup nasi, tidak cukup mendapat kebahagiaan karena terancam lumpur. Terlalu banyak energi mubazir di Negeri kita. Hanya golongan menegah yang mampu merubah semua ini, apakah mereka mau terus meributkan masalah hari libur atau bersatu mengadakan gerakan ANTI KORUPSI, gerakan KECUKUPAN BERAS, gerakan KEBEBASAN HIDUP TERANCAM DARI LUMPUR BENCANA. salam damai, Goenardjoadi Goenawan --- In [email protected], imcw <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > imho, > > jumat dijadikan libur, tetapi minggu dijadikan hari kerja biar ada > alasan untuk melarang umat kristen beribadah...;) > di indonesia apapun bisa dilakukan termasuk asal ngomong... > -- > i made cock wirawan > > far_iet2007 quotes, > > f> Ana setuju banget tuh kalau Jumat di jadikan hari libur. Tapi > f> yang jadi masalah, apakah engga membuat lumpuh pergerakan > f> roda kehidupan di Indonesia? > > -end quotes- >
