Bung Loekyh,

1. Saya menulis komentar di bawah karena dipicu oleh postingan Sdr. Dhimast 
yang tampaknya begitu bahagia dan menikmati, bisa menemukan "cacat" dan "aib" 
pada pribadi saya, berdasarkan informasi "A1" dari dengar kiri dan dengar 
kanan. Oleh karena itu, sekalian saja saya sampaikan ke beliau tentang riwayat 
hidup saya selengkap mungkin, siapa tahu ada "cacat" dan "aib" lain yang bisa 
beliau eksploitasi. Hitung-hitung amal!

2. Sebagaimana ratusan ribu atau jutaan warga lain, yang sadar akan akan arti 
penting Internet dan teknologi informasi, saya memanfaatkan medium Internet 
sebagai arsip pribadi. Artinya, jika (naudzubillah) rumah saya dilanda Tsunami 
atau kebakaran misalnya, atau komputer saya dicuri orang, arsip-arsip pribadi 
saya tersimpan aman di Internet.   

3. Pada faktanya, blog dan arsip pribadi di Internet itu (yang sebagian berisi 
materi kuliah Jurnalistik yang saya sampaikan sebagai dosen Ilmu Komunikasi di 
Univ. Prof. Dr. Moestopo) memang betul-betul bermanfaat. Bukan cuma buat saya, 
tetapi juga buat orang lain. Saya selalu mempersilakan para mahasiswa saya, 
untuk membaca atau mengutip materi kuliah yang sudah saya posting di blog saya 
tersebut. Ada sejumlah orang lain, yang juga mengirim e-mail ucapan terimakasih 
ke saya, karena merasa mendapat referensi yang bermanfaat dari tulisan-tulisan 
jurnalistik tersebut. 

4. Wikipedia adalah media demokratis yang bisa diakses semua orang. Kalau yang 
saya tulis di sana bohong atau 100% omong kosong, tentu akan ada reaksi dari 
siapapun yang bisa mengoreksinya. Itulah prinsip Wikipedia. Sah-sah saja orang 
mau menulis apa saja di Wikipedia, karena ada demokratisasi informasi di sana. 
Dan seperti sudah saya katakan, saya memanfaatkannya sebagai arsip pribadi. 
Kalau Anda tidak suka melakukan hal semacam itu, tentu saja itu hak Anda.

5. Setiap posting saya tentu saja membawa judgment pribadi saya. Itu sah saja. 
Saya tidak percaya pada konsep obyektivitas 100%. AJI bukan milik saya pribadi 
(pendirinya banyak) dan saya sekarang bukan pengurus AJI, cuma anggota biasa. 
Di dalam AJI sendiri bisa muncul berbagai pendapat, dan itulah demokrasi di 
AJI. Saya cuma satu suara di AJI, dan ucapan saya tidak harus dipandang sebagai 
representasi AJI. Namun prinsip AJI adalah membela kebebasan pers dan 
kesejahteraan/keselamatan jurnalis yang menjadi anggotanya (baca: Bambang 
Wisudo). Prinsip itu akan terus berlanjut, siapapun yang menjadi pengurus AJI.

6. Kembali ke soal postingan yang membawa warna pribadi, (berbeda dengan 
sejumlah miliser lain), saya selalu "pasang badan" dengan bersikap terbuka. 
Orang tahu identitas saya dan alamat kantor saya. Tidak ada yang saya 
sembunyikan. Saya siap dinilai, berdasarkan posting-posting saya, baik dinilai 
negatif ataupun positif. Saya bukan tipe pengecut, yang hanya berani 
memaki-maki, menyumpahi atau mengeritik orang lain di milis, dengan berlindung 
di balik nama samaran. Inilah bentuk tanggung jawab saya sebagai pribadi dan 
sebagai anggota milis.

Terimakasih,
Satrio A. (buruh industri media di TransTV)

NB: 
Saya kini tak ada urusan dengan partai manapun, karena saya sudah memilih 
Jurnalis sebagai profesi. Jadi tidak usahlah dikait-kaitkan dengan nama-nama 
politisi, yang tidak saya kenal, tidak ada urusannya dengan saya, dan tidak ada 
hubungannya dengan kasus posting-memposting di Mediacare. Ambisi saya bukan 
jadi menteri, tapi jadi orang yang berguna bagi banyak orang lain. Jadi 
menteri, kalau cuma bisa bikin policy yang merugikan rakyat banyak, buat apa?


----- Original Message ----
From: loekyh <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, December 24, 2006 8:57:15 PM
Subject: [mediacare] Re: Balasan: Milis mediacare dikuasai "orang-orang merah" 
krn Pak Satrio hijau

Bung Satrio, hebat tuh yg menulis profil anda sebagai mantan aktifis
mahasiswa, dsb, di Wikipedia. 

Mungkin nama anda akan menambah panjang deretan nama mantan aktifis2
mahasiswa lain spt Akbar Tandjung, Abdul Gafur, Fahmi Idris, Pramono
Anung, Hatta Rajasa, MS Kaban, Zulvan Lindan, dan Marwah Daud,
Adhyaksa Dault, dst (mantan demo2 anti2 Soekarno/PKI, mantan demo2
tahun 70-an anti NKK BKK, dst). Ttp saya melihat belum ada yg menulis
khusus ttg riwayat hidup pribadi salah satu dari mereka di Wikipedia,
kecuali dalam topik2 yg lebih umum di Wikipedia ttg orba, ttg
pemerintahan Soeharto, ttg NKK, dsb.

Kalau mas Satrio memiliki banyak akses data2 mantan aktifis tsb di AJI
dsb, bantu2-in sedikit mempopulerkan perjalanan karir mereka di
Wikipedia, tak perduli sisi baik dan buruknya. Kalau tulisan ttg mas
Satrio kayaknya isinya baik2 dan hebat2 semua kan? Kalau mas Satrio
bisa berhubungan baik dg satu-dua parpol, syukur2 bisa menjadi anggota
satu parpol, bukan tidak mungkin nanti mas Satrio bisa jadi anggota
DPR atau malah jadi menteri, spt menhut MS Kaban. Coba dulu MS Kaban
tidak masuk Islam, mana bisa ia jadi ketua HMI Jakarta dan sekarang
malah jadi menteri? 

Saya sendiri pernah beberapa lama aktif membuat dan menyunting tulisan
di Wikipedia bahasa Indonesia (yg waktu itu masih banyak kosong2-nya) ,
ttp ttg ilmu pengetahuan dan sedikit ttg politik. Sama sekali tidak
tertarik menulis riwayat hidup sendiri, baik di satu blog atau di
sarana lain, karena memang riwayat hidup saya tidak ada apa2-nya
dibanding riwayat hidup mas Satrio yg hebat. 

Pertanyaan terakhir, mau dibawa kemana AJI? Kompas sebagai perusahaan,
atau beberapa orang2 Kompas sebagai pribadi (atau sebagai dua2-nya),
dalam kasus Bambang Wisudo mungkin sekali bersalah. Ttp spt yg sudah
saya tulis mengenai posting2 anda, interest pribadi dan judgmend
secara pribadi oleh anda dalam memilih prioriotas isu2 yg anda
kedepankan bisa membawa AJI, di mana anda sebagai salah satu
pendirinya, ke arah interest pribadi yg lebih sempit.

Salam

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Satrio Arismunandar
<satrioarismunandar @...> wrote:
>
> Kalau Anda buka Wikipedia. Atau blog saya di :
http://satrioarismu nandar6.blogspot .com. Atau Anda search Google
dengan "Satrio Arismunandar" , di situ ada sejarah hidup saya dari A
sampai Z, sejumlah artikel yang pernah saya tulis di Kompas,
pernyataan yang saya keluarkan sebagai Sekjen AJI di era Soeharto,
dsb. Tidak ada yang rahasia dan tidak ada yang perlu membuat saya
malu. Saya mungkin malah bersyukur dengan pilihan-pilihan hidup yang
telah saya lakukan.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke