Mestinya para pencopet bisa ditangkap kalau Polri secara rutin menyebar reserse atau intelejen di bis2 umum yg memantau kegiatan pencopet. Jakarta kok spt lawless region aja.
Perasaan aman adalah HAM dan jaminan keamanan di ruang publik adalah kewajiban yg harus diusahakan pemenuhannya oleh negara. Anyway, saran2 dan nasehat2 anda sangat berguna di lawless metropolitan city, Jakarta. Salam --- In [email protected], iwan suci jatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari Milis Tetangga...... > > Original Message ----- > From: Diana Tiana Wahyu > > To: [EMAIL PROTECTED] co.id ; Riswari, Sabaria H ; Fiesta Ardianti ; DeeNee ; Nfs, Erika > > Sent: Wednesday, December 20, 2006 11:35 AM > > Subject: Serrreem!! Modus Baru Gerombolan Copet di Bis!!! > > > > Hallo selamat pagi... > > Saya mau berbagi pengalaman nich, > > Tadi pagi ada kejadian yang sangat mengerikan sepanjang berangkat ke > kantor, > seperti biasa saya naik bis P19 dari Blok M dan turun di depan Hotel Le > Meridien. Bagi penumpang tetap bis P19, saya sudah hapal dengan wajah-wajah > pencopet yang berkeliaran didalam bis. Rata-rata gerombolan mereka berkisar > 3 > sampai maksimum 5 orang, gaya mereka biasanya seperti orang yang mau > berangkat > kerja (pakai hem dan membawa tas sandang atau map). Modus operandi mereka > biasanya dilakukan dengan berdiri atau menghalangi penumpang yang hendak > turun > baik melalui pintu depan ataupun belakang. Sudah berkali-kali saya > menyaksikan > copet beraksi baik mengambil dompet maupun hp (barang yg paling mudah > dicuri), > sayangnya saya tidak dapat berbuat apa-apa ... > > Dan pagi ini sungguh luar biasa ... sepanjang Blok M menuju ke arah Ratu > Plaza > semua baik-baik saja, artinya penumpang yang naik turun adalah penumpang > biasa, > namun begitu bis berhenti didepan STC ( Senayan Trade Center ) dekat Ratu > Plaza, > bis di stop oleh gerombolan orang sejumlah kurang lebih 8 orang, spt biasa > mereka bergaya "copet mau kerja", tadinya saya tidak begitu memperhatikan > mereka, tapi begitu melihat sebagian besar tangan-tangan mereka bertato > saya > mulai berhati-hati. Bis terus melaju, kejadian pertama terjadi sewaktu > salah > satu penumpang laki-laki hendak turun di kolong GKBI, tanpa salah apa-apa > laki- > laki itu di pukul dan didorong dari dalam bis oleh salah satu pencopet, > saya > bertanya-tanya ada apa ini ?, saya perhatikan laki-laki yang turun tadi > tampaknya benar-benar seperti karyawan. > > Tak lama kemudian mulai banyak penumpang yang akan turun di Benhil, disitu > mulai terdengar teriak-teriakan penumpang yang kena pukul, rupanya kepala > copet > dengan beringas mulai memukul penumpang laki-laki, saat itu saya semakin > waspada biasanya anggota copet yang lain akan beraksi saat kita lengah. > Perlahan-lahan dengan disertai beberapa pukulan penumpang laki-laki dapat > keluar dari bis, dan ada seorang perempuan muda yang sebelum turun sempat > berkata "awas tuch gerombolan copet !!" , dan perempuan itu langsung > didorong > kepalanya oleh salah satu copet dan diludahi !. > > Saat itu penumpang lain sudah mulai panik selain melihat pencopet memukul > kesana kemari , kami terjebak diantara 8 orang copet tersebut. Ketika saya > berdiri untuk turun, tiba-tiba kepala copet menuju kearah saya dan tanpa > bicara > apa-apa seorang bapak yang duduk disebelah saya ditampar, dipukul dan > berkali- > kali ditonjok perutnya dengan keras dan kasar oleh pencopet itu, sementara > bapak itu berteriak-teriak kebingungan dan kesakitan karena dia tidak > merasa > berbuat salah thd penumpang lain. Untung dia segera sadar dan berdiri, saat > itu > saya belum bisa keluar dari bis dan berdiri didekat pintu masuk, dengan > jarak > yang sangat dekat bapak tersebut ditendang kuat-kuat oleh copet tadi > membuat > dia hampir terjatuh dan saya terdorong ke arah Supir bis, saya reflek > mencari > pegangan agar tidak jatuh dan kesempatan itu dipakai oleh penumpang lain > untuk > segera turun dari bis begitu juga saya (saya terus berdoa mohon > perlindunganNya) . > > Sampai dibawah ada beberapa orang yang bisa meloloskan diri selain saya. > Kami > kemudian mengambil kesimpulan bahwa : > > 1. Orang-orang yang dipukul atau diludahi adalah orang-orang yang sempat > memberi peringatan kalau ada copet > didalam bis itu. > 2. Copet-copet itu ingin membersihkan bis dari laki-laki, artinya mereka > kemudian bisa dengan leluasa bisa beraksi > tanpa perlawanan dari perempuan. > 3. Copet-copet itu membuat keonaran dan tindakan brutal sebagai shock > terapi > buat penumpang agar lain waktu tidak > menghalang-halangi tindakan mereka dengan mengingatkan penumpang lainnya. > 4. Copet-copet itu ingin mengalihkan perhatian kita agar mereka bebas > beraksi. > 5. Mereka membawa senjata tajam dengan begitu mereka merasa percaya diri > untuk > bertindak begitu brutal (hati-hati > bagi penumpang) > > Rekan-rekan dari kejadian pagi ini, sebaiknya kita : > > 1. Tidak menggunakan perhiasan sama sekali kecuali jam tangan (jangan yang > bermerk!) jika hendak menggunakan > kendaraan umum. > 2. Bagi perempuan, gunakan tas dengan model aman (tidak mudah dibuka) dan > jangan biarkan kedua tangan penuh > menjijing barang-barang lain (tas tentengan, payung dll) karena akan > membatasi ruang gerak kita dalam kondisi > darurat. > 3. Matikan hp selama perjalanan (menjawab telepon dalam kendaraan umum akan > memancing orang lain berbuat > jahat). > 4. Perhatikanlah orang-orang disekitar anda, jika sedang berdua dengan > teman > jangan terlalu larut dalam obrolan. > 5. Jangan membuka tas sepanjang perjalanan karena dengan demikian orang > lain > dapat mengetahui isi tas kita. > 6. Sediakan uang receh didompet kecil terpisah sehingga tidak perlu > membuka > tas sewaktu membayar ongkos. > 7. Jika kita sudah mengenali orang yang baru naik adalah copet, secepatnya > turun dengan gerakan yang tidak > mencurigakan pencopet tersebut. > 8. Selalu berdoa saat meninggalkan rumah dan selama berada dijalan. > > Mudah-mudahan informasi ini berguna buat rekan-rekan sekalian terutama yang > masih menggunakan kendaraan umum dan ingat kata bang Napi "Wasssspada Lah > !". > > Thank you and best regards, > > Aji Mira Esmeralda >
