Radio Nederland Siaran Indonesia - Ranesi - 6 Desember 2006 PELACURAN DI INDONESIA
Harian de Volkskrant memberitakan pelacuran di Indonesia. Bila malam tiba, daerah Kota di Jakarta yang dikenal sebagai China Town, berubah menjadi rimba karaoke. Gadis-gadis muda mengajak pengunjung berkaraoke, bila perlu sekaligus memberikan service pijat dan service "plus-plus" lainnya. Yati (bukan nama sebenarnya) berasal dari Indramayu, masih usia bangku sekolah, namun ayahnya tidak mampu menyekolahkannya. Kemudian Yati mendapat menstruasi, menurut tradisi Indramayu itu berarti Yati sudah mampu mendapat anak, berarti telah dewasa. Bila sudah dewasa, berarti harus mampu mencari uang sendiri. Maka ayah Yati pun membawa anaknya ke makelar, yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji besar bukan cuma di Jakarta, tapi juga di Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, Hong Kong atau Arab Saudi. Hasilnya memang memuaskan, hampir semua rumah di Indramayu luks bertingkat, berkat kiriman uang dari putri-putri tersayang dari Jakarta dan mancanegara. 90% gadis yang ditangkap polisi dalam satu razzia di Jakarta berasal dari Indramayu, salah satu wilayah miskin Jawa. Lebih dari 70% warga Indramayu adalah buruh harian dengan upah hanya cukup untuk hidup sehari. Indramayu terkenal sebagai daerah pemasok pekerja seks komersial. Prostitusi sudah tidak dianggap sesuatu yang memalukan, melainkan sebagai cara untuk memperoleh penghasilan. Demikian de Volkskrant dan demikian pula Tinjauan Pers hari ini.
