Mas Kang becak yth.,
  mohon nanya sumber apasaja yang Penjenengan baca ttg Mataram?
  Dalam sejarah Mataram saya dengar memang beberapa kali wanita memainkan 
peranan sangat penring.
   
   Menurut Dr Graaf historian jaman Blanda dulu, ketika Mataram muncul dan
  diluruk oleh Adipati Surabaya, kediri dan medium dengan tentara 80 ribu, 
Senopati yang cuma punya prajurit 25 ribu tentu tidak mau perang. Lalu 
dikirimnya Duta perempuan yang pengalaman dan cantik jelita seorang bangsawan 
juga, mengu njungi para Pangeran Jatim. 
  meraka sedang makan siang, panas-panas, menyilahkan Bu Dubes untuk minum 
tiba2 beliau mengambil air dari bokor (wijikan) tempat cuci tangan seorang 
Adipati dan diminumnya. 
   
  Mereka kaget kok Dubes nya Senopati begitu merendah, lalu bicara ttg 
perdamaian. Lama-lama karena kesengsem oleh paras eilok Bu Duta Pangeran Mediun 
yg setuju, terus menarik laskarnya, diikuti lalu oleh Pangenan Kediri. Ketika 
Pangena Suroboyo tinggal sendiri dengan kira2 30 ribu ABRI, lalu disergap. 
Mataram lalu jaya untuk 100 tahun!
  Sebelum sempat dikalahkan oleh "coalition armies" dari Suroboyo, Meduro dan 
Bugis.
   
  Juga waktu Sultan Agung menitahkan iparnya Pangeran Pekik yang Adipati 
Suroboyo dan sudah tunduk pada Mataram dan bermukin di Istana setelah 
dinikahkan dengan Rayi nya Kanjeng Sultang Agung, untuk menundukan Kesunanan 
Giri, Pangeran Pekik gagal mengalahkan Sunan Giri yang sekti dan dibantu sebuah 
kontingen pasukan Chinese gak tau darimana datangnya dengan panglima yang 
kungfunya piawai beneran. Karena kalau sampai kalah lalu miturut hukum ketika 
itu Pangeran dan permaisuri, para selir dan semua harta akan jatuh ketangan 
lawan, maka Kanjeng Bendoro Parameshwari yang nenggugah semangat dan tekat 
tempur TNI Mataram, sampai Giri menyerah, setelah panglima Kungfu Shaolin dapat 
ditewaskan, dengan konon menebas semua tangan dan kakinya, krn selama masih 
punya satu kaki pun terus bersilat huebat sekali.
   
  Memang sejarah ditulis kaum pria, ttp selama ini dalam alam patriarkhi memang 
peranan perempuan dlm sejarah, sampai kini di politik masih sedikit. Sejarah 
Jeanne d'Arc di Prancis sudah lema terbeber ditulis dan berkali-kali di 
pelemkan. Juga Cut Nya' Din.. Beberapa Ratu Mojopait dan Jatim lainnya juga 
memerintah negara.
   
   
  Ttg babat Mangir dan Sekar Pembayun memang mengenaskan, tapi yak begitulah 
ulah kekuasaan feodal dimana saja, diseluruh dunia. Saya senang dengan tulisan 
ini, sering saja Mas Kang Becak nulis ttg sejarah, bisar kita bisa blajar dari 
sejarah kan. Saya kira yg penting supaya para wanito itu berjuang sendiri untuk 
emansipasi hak-haknya spt yg kita lihat dibagian dunia yang sudah 'develop". 
Slama masih mau dijadikan istri ke2, ke3 dan ke4 ya akan terus saja jadi 
"perhiasan sangkar madu", gitu kan, Mas KB?
   
  TSL.

Kang becak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Biarlah rembulan menjadi saksi,
Kebesaran Mataram,
Bukan hasil keringat laki-laki.

Kululuhkan hati Ki Ageng Mangir dengan janji kesetiaan,
Setelah pasukan Mataram tiada daya untuk melawan.

Tapi hati laki-laki terlalu sukar untuk dimengerti,
Senapati membunuh Mangir,
Aku diusir bak binatang tak berarti.

Ku yakin,
Sampai saat inipun,
Tiada orang yang mau perduli.

Karena sejarah ditulis oleh laki-laki.





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke