http://www.balagu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1415
Jumat, 22-Desember-2006, 03:00:32
Hilangnya 900 Senjata di Gudang Brimob Dipertanyakan
Oleh admin
Sedikitnya 900 pucuk senjata yang hilang di gudang milik Brimob
Polda Maluku, Tantui, Ambon, saat konflik pecah 2002 lalu, dipertanyakan Komisi
I DPR.
Ketua Komisi I Andi Ghalib meminta Kapolda Maluku Brigjen Pol
Adityawarman menjelaskan masalah tersebut.
Ambon - Sedikitnya 900 pucuk senjata yang hilang di gudang milik Brimob
Polda Maluku, Tantui, Ambon, saat konflik pecah 2002 lalu, dipertanyakan Komisi
I DPR.
Ketua Komisi I Andi Ghalib meminta Kapolda Maluku Brigjen Pol
Adityawarman menjelaskan masalah tersebut.
Hal ini mengemuka saat babak tanya jawab antara Komisi I dengan Muspida
Maluku, yang berlangsung di kantor Gubernur Maluku, Jl Pattimura, Ambon, Rabu
(20/12/2006).
Selain mempertanyaklan keberadaan 900 senjata itu, Komisi I juga
menyoroti masalah keamanan Maluku pascakonflik.
Menurut informasi yang diterima Komisi I, kata Andi Ghalib, Polri
kehilangan 900 pucuk senjata organik yang dicuri orang saat konflik.
Dari jumlah itu, baru 300 senjata yang dikembalikan. Sisanya tidak
diketahui keberadaannya, ujar mantan Jaksa Agung ini.
Terkait hal ini, Komisi I memperingatkan aparat kepolisian maupun
intelijen agar selalu waspada. Itu senjata merupakan senjata organik dan
modern, kata Andi Ghalib mewanti-wanti.
Komisi I juga meminta Polda Maluku menegakkan hukum dan mengatasi
persoalan secara sungguh-sungguh. Ini harus dilakukan agar tidak terjadi lagi
bentrokan atau konflik, pintanya.
Komisi I juga berpendapat, antara Maluku dan Poso masih ada link alias
jaringan konflik. Kami minta pihak polisi dan intelijen meningkatkan
kewaspadaan agar tidak terjadi migrasi. Link antara Poso dan Maluku masih
sangat kuat, pungkas Andi Ghalib. (han/sss)