Koalisi demi keuntungan kekuasaan dan ekonomi finansial seperti ini tidak akan 
pernah harmonis, karena taruhannya triliunanRp. Namun mereka, dua kubu yang 
diwakili Presiden dan Wapres, yaitu TNI dan Golkar, jelas saling membutuhkan. 
Jadi skenario 2009 tak akan berubah, mungkin bintang-bintang sinetronnya bisa 
yang lain.
   
  PAN dan parpol Islam lainnya suka menyuarakan kritik atau masukan namun 
selalu sejak Orba menempel pada ABRI dan Golkar, demi kekuasaan. Kemunafikan? 
Atau sekedar a sense of political survival? Jangalah kita pakai istilah 
"pelacuran politik". Tak sopan!
   
  Sebelum ada koalisi kuat yang nasionalis dan agamis untuk menyetop gabungan 
Golkar-TNI, wajah perpolitikan, dan kemiskinan multi dimensi di RI, tak akan 
kunjung berubah!
   
  DM
   
   
  SUARA PEMBARUAN DAILY   
---------------------------------
  
  Dituntut, Harmonisasi Hubungan Presiden dan Wapres     Soetrisno Bachir 
[Foto: Antara]   [JAKARTA] Tidak harmonisnya hubungan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, telah menjadi konsumsi publik 
sepanjang 2006. Dituntut adanya harmonisasi, untuk menghindari terjadinya 
skeptisisme masyarakat serta gagalnya pembangunan bangsa.   "Ketidakharmonisan 
antara presiden dan wakil presiden, telah menjadi konsumsi publik sepanjang 
2006. Contoh buruk yang mencerminkan bagaimana pemimpin bangsa masih belum 
menunjukkan karakter sebagai negarawan sejati," kata Ketua Umum DPP Partai 
Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, pada konferensi pers refleksi akhir 
tahun 2006, di Jakarta, Kamis (28/12).   Terjadinya disharmoni itu 
dikhawatirkan semakin memburuk, terutama menjelang Pemilu 2009. Sudah saatnya 
presiden dan wapres menunjukkan sikap yang lebih arif, dan bijak dalam 
menangani persoalan apa pun. "Rakyat kalau melihat pemimpinnya tidak harmonis, 
akan
 menimbulkan skeptisisme. Di bidang ekonomi, akan terjadi kegamangan, siapa 
yang mau didengar. Harus ada harmonisasi. Kalau pemimpin tidak sejalan, akan 
mempercepat kegagalan bangsa," ucapnya.   Selain terjadinya disharmoni, 
pendekatan kepemimpinan nasional yang kurang tepat juga turut menyebabkan 
stagnasi, dan kemunduran di berbagai sektor. Secara implisit presiden telah 
mengakui hal itu, dengan menyatakan pada 2007 presiden akan lebih konkret dan 
tegas, kata Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN DPR.   Adanya persoalan terlihat 
jelas dari ketimpangan antara gambaran makro, dengan kondisi nyata di lapangan. 
Kinerja ekonomi makro menunjukkan kinerja ekonomi yang lumayan bagus, dengan 
pertumbuhan ekonomi 5,6 persen, penurunan suku bunga, inflasi yang rendah, dan 
nilai tukar rupiah stabil, ucapnya.   "Tapi kondisi makro ekonomi tidak 
mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi rakyat secara signifikan. Sebaliknya 
cenderung memburuk. Kemiskinan meningkat, angka pengangguran tinggi,"
 ujarnya.   Menurut Soetrisno, presiden harus membuktikan ketegasannya. 
"Presiden harus tegas sesuai janjinya. Menurut kami, perlu ada reshufle 
secepatnya untuk menggerakkan sektor riil. Ganti menteri-menteri dari partai 
politik manapun yang kinerjanya buruk," kata dia.   Sementara itu, anggota FPAN 
DPR Sayuti Asyathri, mempertanyakan maksud pernyataan presiden akan lebih 
tegas, dan tidak lagi kompromistis. Presiden harus memperjelas, seperti apa 
ketegasan, serta kompromi yang dimaksudkannya. Bagaimana dengan 
kebijakan-kebijakan hasil kompromi selama ini.   Presiden dituntut untuk 
membuktikan ucapannya itu. Apalagi, terkait dengan kontrak politik yang 
dibuatnya sebagai pasangan presiden dan wapres. Sejauh mana presiden mampu 
membuktikan ketegasan, dan keengganan kompromi yang dinyatakannya.   Sistem 
ketatanegaraan setelah empat kali amendemen Undang-Undang Dasar 1945, masih 
menyisakan sejumlah daerah abu-abu yang diakibatkan belum terbagi sempurnanya 
pembagian kewenangan.
 Sistem presidensil dipilih bukan tanpa maksud, katanya.   "Pada model check 
and balances dalam hubungan ketatanegaraan, pasti ada wilayah yang bersentuhan, 
daerah abu-abu, antara satu lembaga negara dengan lembaga negara lain. Bahkan 
ada kewenangan yang belum sepenuhnya terbagi. Dibuat sistem presidensiil, 
dengan harapan presiden yang ambil inisiatif untuk mengisi kekosongan di 
wilayah abu-abu itu," katanya. Oleh karena itu, tambahnya, dibutuhkan ketegasan 
presiden. Ini bukan sesuatu yang baru, tetapi merupakan tuntutan dari sistem 
presidensiil, amanat untuk mendefinisikan kewenangan-kewenangan yang belum 
jelas itu.     Tahun Penentu   Sementara itu, mantan Ketua Umum PAN Amien Rais 
di Yogyakarta mengatakan, Oktober 2007 adalah tiga tahun masa kepemimpinan 
Yudhoyono-Kalla. Setelah itu, jika keduanya akan maju dalam pemilu berikutnya, 
maka waktu mereka akan lebih terkuras dalam mempersiapkan perebutan kursi 
kekuasaan.   Tahun depan, juga sebagai tahun penentuan. Jika tahun
 tidak ada perubahan, maka ke depannya tidak akan ada lagi yang bisa diharapkan 
dari pemerintahan ini.   Hal tersebut disampaikan Prof Dr Amien Rais kepada 
wartawan usai memberikan refleksi akhir tahun yang digelar Pusat Peng- kajian 
Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Yogyakarta, Kamis (28/12). Amien juga 
menjabarkan, kalau masing-masing Yudhoyono-Kalla ingin maju lagi pada pemilu 
berikutnya, maka konsentrasi hanya ditujukan untuk menang kembali dan 
konsekuensinya, kepentingan rakyat terlupakan.   Demikian juga dengan 
pernyataan presiden bahwa akan bertindak tegas dan konkret pada tahun depan, 
Amien mengaku pesimis. Menurutnya, pemimpin dalam usia yang sudah sedemikian 
tua belum tentu bisa melakukan perubahan yang radikal. "Lebih banyak akannya 
daripada konkritnya," ucapnya.   Dalam pidato refleksi akhir tahunnya, guru 
besar Fisipol UGM ini juga mengungkapkan kegundahannya terhadap perkembangan 
kemandirian bangsa. Menurutnya, di level kepemimpinan, belum ada perubahan 
mental.
 Ditandai dengan masih tingginya tingkat korupsi, kata dia hal itu menunjukkan 
bobroknya mental bangsa, termasuk para pemimpinnya. [B-14/152]     
---------------------------------
  Last modified: 29/12/06 





















 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke