http://www.suarapembaruan.com/News/2006/12/28/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
2007, Pengangguran Makin Bertambah 
[JAKARTA] Angka pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan 
bertambah sebanyak 1,6 juta orang. Hal ini disebabkan jumlah angkatan kerja 
pada 2007 bakal meningkat tiga juta orang sedangkan yang tertampung ke lapangan 
kerja hanya 1,4 juta orang. Dengan demikian jumlah pengangguran terbuka menjadi 
12,7 juta jiwa. 

Perkiraan itu disampaikan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu 
Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam laporan mengenai prospek perekonomian 
Indonesia 2007, yang dilansir di Jakarta, Rabu (27/12). 

Koordinator Tim Penelitian Maxensius Tri Sambodo menjelaskan, perkiraan 
bertambahnya angkatan kerja sebesar tiga juta orang dihitung dari 1,5 juta 
orang kelompok bukan angkatan kerja yang masuk kembali ke angkatan kerja dan 
1,5 juta orang tambahan tenaga kerja baru. 

Perhitungan itu didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi 6,5 persen dengan 
tingkat serapan tenaga kerja sebesar 218.518 orang untuk setiap pertumbuhan 
satu persen. Dengan penghitungan itu maka lapangan kerja yang tersedia hanya 
1,4 juta orang. 

"Sebanyak 1,6 juta orang tidak tertampung dalam kesempatan kerja yang ada. 
Mereka masuk ke dalam kelompok tambahan angka pengangguran," ujar Maxensius. 

Semakin tingginya angka pengangguran terbuka merupakan indikator semakin 
meningkatnya angka kemiskinan. Dengan jumlah pengangguran 12,7 juta orang maka 
jumlah penduduk miskin tahun depan meningkat menjadi 45,7 juta. 

Di sisi lain, kenaikan harga beras dan kelangkaan minyak tanah di beberapa 
daerah memperberat beban yang harus dipikul kelompok berpenghasilan tidak tetap 
atau rendah. 

"Kini kelompok keluarga miskin mulai mengonsumsi nasi aking. Rendahnya daya 
beli di kelompok keluarga miskin juga akan mengakibatkan tidak terpenuhinya 
angka kecukupan gizi," ujar Maxensius. 

Untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, LIPI mengusulkan agar 
diupayakan pengembangan tanaman strategis seperti kelapa sawit, karet dan kakao 
di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 

LIPI mengimbau agar reformasi agraria yang dimulai 2007-2014 dilakukan sepenuh 
hati. 

Transmigrasi juga dapat menjadi salah satu alternatif mengurangi angka 
kemiskinan di perkotaan. Hal itu perlu dibarengi dengan pengaktifan Balai 
Latihan Kerja dan Balai Latihan Kerja Daerah. 


Tiga Faktor 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RKP), pemerintah menargetkan 
pengangguran terbuka pada 2007 berkurang sebanyak 10,7 juta orang. Padahal 
hingga Agustus 2006 jumlah pengangguran terbuka sebanyak 10,93 juta orang. 
Sementara angka kemiskinan di RKP 2007 direncanakan ditekan hingga 14,4 persen. 
Jumlah kemiskinan saat ini mencapai 17,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia 
222 juta jiwa. 

Pemerintah mengakui ada tiga faktor pemicu kenaikan angka kemiskinan 2007. "Ada 
potensi kenaikan kemiskinan. Sensus kemiskinan yang dilakukan BPS dimulai 
Februari 2007. Nah, dikhawatirkan pada bulan itu harga beras masih belum 
stabil. Saya juga khawatir terjadi gagal panen pada Maret karena bencana banjir 
di beberapa daerah," tukas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala 
Bappenas Paskah Suzetta kepada Pembaruan, Kamis (28/12).. 

Pertama, program subsidi langsung tunai (SLT) yang berlangsung dua tahun dan 
telah menggelontorkan dana Rp 21 triliun untuk 19,2 juta orang miskin, pada 
tahun depan tidak diberlakukan lagi. 

Walaupun tujuannya bukan mengurangi angka kemiskinan melainkan sebagai bentuk 
kompensasi pemerintah atas kenaikan harga BBM tetapi program ini membantu 
menaikkan daya beli masyarakat miskin. 

Kedua, kenaikan harga beras. Pemerintah mewaspadai kenaikan harga beras di 
beberapa daerah, yang bukan hanya memicu naiknya angka kemiskinan tetapi juga 
berdampak pada kenaikan inflasi. Karena itu, pemerintah berupaya mengendalikan 
harga beras agar pada Februari dan Maret 2007 nanti, harga beras kembali 
stabil. 

Ketiga, proyek pemerintah yang baru akan berjalan pada 2007. 

Pemerintah menyiapkan Rp 51 triliun untuk penanganan masalah kemiskinan yang 
dialokasikan di beberapa departemen dan lembaga. Terkait penelitian LIPI, 
Paskah mengatakan pihaknya belum mengetahui metode penelitian LIPI namun untuk 
sensus kemiskinan, pemerintah tetap berpegang pada data yang dikeluarkan oleh 
BPS. [L-10] 


Last modified: 28/12/06 

Kirim email ke