Kasih Ibu Sepanjang Jalan

Tanpa disangka Ilham membakar kasur tempat ayah dan ibunya tidur. Sang
Ibu berhasil menyelamatkan diri. Namun sang ayah terpaksa dirawat tiga
bulan karena luka bakar

Tindakan ekstrim sang bocah itu tidak membuat cinta Suryani, sang ibu,
menjadi luntur. Begitu juga ketika Ilham menghilang dari rumah lebih
dari dua puluh kali dan harus dicari sampai ke berbagai pelosok. "Saya
tetap mencintainya dan berharap kelak dia dapat mandiri," ujar Suryani
yang memilih berhenti bekerja sebagai penjaga toko demi sang anak.

Dengan mengandalkan gaji sang suami yang pegawai kecil itu, Suryani
berusaha keras agar Ilham, yang menyandang autis sekaligus hiperaktif,
bisa mendapatkan pendidikan khusus. "Namun empat bulan lagi Ilham
mungkin tidak bisa sekolah lagi karena kami sudah tidak sanggup
membiayai."

Kisah sedih juga dialami Dyah Puspita. Ketika mengetahui anak yang
dilahirkannya menyandang autis, dengan segala cara psikolog ini mencari
upaya agar sang anak dapat tumbuh dengan lebih baik. Namun berbagai
upaya yang dilakukannya ternyata tidak sejalan dengan sang suami. Mereka
pun lalu berpisah. Ikhsan, anak semata wayang itu, ikut Dyah.

Sebagai seorang ibu, Suryani dan Dyah mengaku ada saatnya mereka merasa
sedih, kecewa, malu, dan putus asa memiliki anak yang tidak normal.
"Ketika saya ajak berbelanja, Ikhsan kerap jadi tontonan. Saya juga
sedih kalau dia diperlakukan diskriminatif," ujar Dyah.

Perasaan yang sama juga dirasakan Irma, ibu seorang anak yang menyandang
celebral palsy, yakni kerusakan pada otak yang membuat sang anak lumpuh
dan terbelakang. Ketka lahir, dokter sudah memvonis Armando, sang anak,
tidak memiliki harapan untuk hidup. "Kata dokter kalau bisa duduk saja
sudah bagus," ungkap Irma.

Namun Irma pantang menyerah. Perlahan dengan penuh kesabaran dia merawat
sang anak. Bukan saja bisa duduk, kini Armando bahkan sudah bisa
mengetik dan bermain game di komputer. "Dia juga sudah bisa membedakan
warna," ujar Irma tentang putra tunggalnya itu.

Kick Andy kali ini mengangkat topik para ibu yang pantang menyerah pada
keadaan ketika mengetahui anak yang mereka lahirkan ternyata tidak
normal. Mereka juga harus berjuang melawan rasa malu, sedih, dan putus
asa. Belum lagi lingkungan yang tidak mendukung.

Banyak juga orangtua yang ternyata tidak siap menerima kenyataan itu dan
memilih menitipkan anak mereka ke panti asuhan. Bahkan ada di antara
mereka yang kemudian tidak pernah lagi menengok sang anak dan memilih
menghilang begitu saja.

Kasus semacam itu terjadi di panti perawatan bagi anak-anak cacat fisik
dan mental yang diasuh oleh Sophie Sarwono-Gunawan. "Karena itu, saya
menghormati dan mendoakan Ibu Dyah, Ibu Suryani, dan Ibu Irma yang tetap
menerima dan merawat anak-anak mereka walau lahir tidak normal," ujar
Sophie.

Sebuah kisah yang menggugah para orangtua, terutama para ibu, yang
memiliki anak-anak yang lahir tidak normal. Adakah kasih ibu sepanjang
jalan?



Kick Andy Tayang setiap Kamis pukul 22.30 WIB dan Minggu pukul 15.05 WIB





Kirim email ke