With due respect, aku perlu memberikan pandangan-ku yang kiranya bisa di-runut 
secara kepala dingin agar jangan orang jadi muring2(marah) apabila aku bicara 
soal Pancasila.
   
  Dari kasus penggerebegan atas seminar di Ultimus yang mendiskusikan Marxisme 
ujung2nya jadi perkara "besar" dan kita semua sampai ke ajaran ,filsafat 
Pancasila sebagai filsafat yang di-tandingkan dengan Marxisme.
   
  Apabila kita runut 5 butir sila yang mengisi falsafah Pancasila ini dengan 
merunut ke fakta sejarah maka Pancasila ini bisa dikatakan sebagai 
...gado-gado-nya ber-macam2 filsafah yang kita kenal didunia ini.
  Belum kita tinjau lebih lanjut satu persatu sila2 dalam Pancasila ini, bisa 
dikatakan saling tumpang tindih. Coba kita singkap sila 2 sampai dengan 5, 
ke-empat sila ini adalah tidak lain rangkuman apa yang kita kenal filsafat 
Demokrasi.
   
   Yang paling susah untuk dijadikan ajang pegangan negara dan bangsa adalah 
sila pertama, sila Ketuhanan yang maha Esa. 
  Rupanya Indonesia terlalu naif mengambil sila ini sebagai dasar negara, 
karena sila ini, bahkan apabila kita lihat perkembangan negara Amerika sebagai 
contohnya, sila ini di-abaikan karena konsekwensinya akan sangat negatip buat 
perkembangan negara. Itu sudah dirasakan oleh founding fathers Amerika. Bahkan 
mulai dari presiden pertama presiden Washington sudah mencanangkan adanya 
seperation of state and church. Rupanya dengan sikap ini semua negara Barat 
bisa dijadikan panutan.....mereka maju sebagai negara gemah ripah loh jinawi. 
  Bisa aku sitir sebuah ungkapan dari Thomas Jefferson juga salah seorang 
presiden Amerika:..........mempertanyakan faedahnya agama dalam konteksnya 
dengan negara, yang beliau anggap ...tidak boleh dijadikan masalah dalam 
pembangunan negara. Agama harus mengabdi kepada kecerdasan dan ujian realita 
dilapangan...tidak dijadikan suatu 
  kaidah yang kaku dan harus dipisahkan dengan kehidupan ber-negara.
   
  "Fix Reason firmly in her seat, and call on her tribunal for every fact, 
every opinion. Question with boldness, even the existense of God, because if 
there be one, he must more approve of the homage of Reason than that of 
blindfolded fear" Ini ungkapan dari Jefferson.... cekak aos nya.....pakai-lah 
polo, semua harus di uji bahkan perkara Tuhan itu ....ada atau tidak ,tidak 
perlu kita gelisah karena ...kalau memang tuhan ada,... Dia akan gembira karena 
manungso bisa memakai polo-nya.
   
  Disinilah kita bisa sadari bahwa perkara Tuhan dan agama itu realitanya bisa 
menghambat kemajuan kemanusiaan, apalagi kalau Tuhan di...gadogado-kan denga 
urusan ke duniawian, atau urusan Tuhan di seret masuk ke urusan cara menata 
negara. Tidak ada satupun bisa kita temui negara maju yang punya dasar 
negaranya berfondasikan  ke-agamaan. Negara mau maju maka  sila ketuhanan harus 
di copot dari dasar falsafah suatu negara. Ini realitanya, contohnya negara 
hanya maju dengan ...meng-aplikasikan ....seperation of state and church. 
   
  Bagaimana dengan falsafah Pancasila. Dengan gamblang kita bisa ketahui bahwa 
Pancasila itu adalah rangkuman semua filsafah yang sudah lama dipikirkan dan di 
canangkan oleh para filsuf era Socrates, Plato dll di zaman ke-emasan Junani.
  Jadi falsafah pancasila itu se-olah2 meng-gado2kan semua falsafah sehingga 
pengejawantahannya akan jadi sukar dicerna oleh orang awam. Apalagi kalau 
realita dilapangan itu falsafah ini dijadikan semacam rangkaian permata hanya 
untuk mem-persolek pemakainya tanpa diketahui atau diabaikan faedahnya oleh 
"pemakai-nya" Pancasila terlalu rinci, tidak cekak aos, gamblang, tumpang 
tindih, tidak mudah di mengerti dan yang paling perlu yalah tidak mudah bisa di 
eja wantahkan. Sepertinya kita bisa anggap falsafah ini hanya ber-angan2 
mendirikan negara Utopia saja. Pnacasila terlalu neko-neko, terlalu jlimet 
sehingga sukar di realisikan.
   
  Konklusinya Pancasila tidak bisa dan tidak boleh dijadikan "senjata" yang 
maha suci untuk membungkam suara yang ingin bicara hal lain seperti dalam 
diskusi di Ultimus itu. Sudah saatnya kita merumuskan sautu falsafah lain, 
ketimbang falsafah Pancasila yang buktinya selama 60 tahun tidak bisa merubah 
tatanan negara dan bangsanya.Negara dan bangsa Indonesia tetap saja deldel 
duwel.....albeit dilengkapi dengan falsafah ini...Pancasila.Berikanlah  
keleluasaan untuk manungso itu menggunakan polonya....karena ..."God will 
approve the homage of Reason than that of blindfolded fear"...simple as that!
   
  Harry Adinegara

 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke