> radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Apa anehnya, seorang turis di kawasan turis, di musim liburan, 
> menenteng kamera, membuat foto-foto, yang kebetulan saja dilakukan di 
> depan sebuah gedung bernama Kedutaan Amerika? Apa karena saya berasal 
> dari Indonesia dan beragama Islam? Apakah ada hukum yang mengatur dan 
> hukumannya apa? Bolehkan seorang sipil melakukan penggeledahan dan 
> introgasi kepada sivil lain atas alasan apa pun? Apakah tindakan yang 
> dilakukan oleh Kedutaan Amerika di Manila sudah sesuai prosedur?
> Usep Suhud Natapura



Bukan karena anda beragama Islam, melainkan karena anda orang
Indonesia yang rakyatnya mayoritas beragama Islam.  Jadi tidak peduli
apapun agama anda, biarpun anda beragama Kristen tetap akan
diperlakukan sama karena Amerika memandang agama apapun yang anda akui
atau yang tertulis dalam ID anda bukan masalah penting untuk diteliti.
Pengalaman anda hanyalah contoh akibat buruknya pandangan negara2 maju
terhadap negara yang rakyatnya mendukung terorist yang dalam hal ini
umat Islam.

Ini adalah salah satu yang saya katakan bahwa "Islam sebagai Agama
Teror sudah merupakan Public Knowledge".  Seluruh Manusia diDunia bisa
membaca ajaran2 teror dalam AlQuran yang didukung melalui praktek2
umatnya yang membakar, menculik, menyandera & membunuh, membakar,
menjarah, memperkosa, dan teror2 alinnya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, semua yang saya tulis bukan
pendapat saya tetapi memang demikianlah pandangan masyarakat dunia. 
Kita sebagai umat Islam harus mengubah pandangan dunia dengan
perbuatan bukan dengan sanggahan2 bohong yang rajin disebarkan kepada
umatnya tapi tak pernah bisa mengubah mereka yang bukan umat Islam. 
Umat Islam selalu berkukuh, satu umat Islam disakiti semuanya harus
merasa sakit dan memerangi mereka yang menyakitinya.  Demikianlah,
Amerika menghukum terorist maka semua muslim merasa terhukum sehingga
semuanya harus mendukung terorist memerangi Amerika.

Yang perlu saya tekankan, bahwa pengalaman buruk anda bukan hanya
dilakukan hanya oleh Amerika saja, melainkan juga oleh semua negara2
diseluruh dunia, jangankan untuk menjadi turist dinegara tetangga,
bahkan untuk keluar Indonesia saja visanya susah untuk didapatkan. 
Dimasa depan saya jamin, anda maupun seluruh bangsa Indonesia akan
mengalami hal yang lebih buruk lagi !!!  Perlakuan negara lain
terhadap negara anda hanyalah sebagai sikap negara anda yang buruk dan
sikap bermusuhan kepada negara lainnya.  Dunia tidak membedakan agama
seseorang melainkan membedakan dari negara mana mereka datangnya dan
apa mayoritas agamanya yang berkuasa.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














Kirim email ke