Organisasi yang mampu menghasilkan pahlawan (bagian 3)
  Oleh; wishnu iriyanto
   
  Prinsip acuan;
  Bibit yang baik dan cocok membuat pekerjaan menanam jadi lebih menyenangkan. 
(wishnu iriyanto)
   
  Berdasarkan tulisan saya di organisasi yang mampu menghasilkan pahlawan 
(bagian 2), saya menyatakan bahwa orang orang luarbiasa diciptakan melalui cara 
cara yang luarbiasa. Ini berarti saya berseberangan dengan orang orang yang 
mengharapkan cara cara biasa bisa secara untung-untungan menghasilkan orang 
orang yang luarbiasa.
  Tapi kalaupun benar, ada seseorang yang menjadi luarbiasa dengan hanya 
melalui cara cara biasa, keberhasilan itu tidak dikarenakan cara cara biasa 
tersebut, tetapi karena pribadi tersebut memang pada dasarnya sudah luarbiasa, 
atau biasanya secara umum kita menyebutnya bibit unggul.
   
  Memiliki bibit unggul, memang merupakan suatu keberuntungan bagi tiap tiap 
organisasi, karena tanpa campur tangan yang banyakpun, bibit unggul ini memang 
sudah memiliki keunggulan untuk dapat bertumbuh secara maksimal walau dengan 
kondisi yang minimum.
  Apalagi, bila organisasi sudah pada tahap dewasa dan mampu untuk merawat dan 
memperlakukan bibit unggul ini secara intensif dan maksimal, maka pertumbuhan 
bibit unggul inipun bisa sampai pada tahap “tidak terkendali”.
   
  Kenapa saya menyebut tidak terkendali, karena manusia pada dasarnya adalah 
ciptaan Tuhan yang paling unik. Dimana batas batas kemampuan manusia disemua 
area masih belum bisa terukur secara akurat. 
  Contoh kecil; Sampai pada saat ini, tidak ada satupun penelitian yang mampu 
merumuskan batas maksimal dari otak manusia dalam salah satu pekerjaan dasarnya 
yaitu menghafal.
   
  Kembali ke topik bibit unggul.
  Saya percaya konsep bibit unggul bukanlah satu konsep yang baru, tetapi 
sampai saat ini, ternyata mayoritas pemimpin disemua organisasi, masih 
mempunyai kesulitan besar dalam mengenali bibit-bibit unggul secara benar.
   
  Masih banyak pemimpin pemimpin pintar dan hebat, terlalu terpaku pada 
penampilan fisik yang mengesankan, tutur bicara yang manis, keunggulan akademik 
dari universitas hebat dan hal hal lainnya yang bersifat lahiriah tanpa mampu 
melihat jauh kedalam karakter dasar manusia.
   
  Tentu saja semua keunggulan keunggulan yang saya sebutkan diatas (minus 
karakter dasar manusia) merupakan hal yang sangat penting terutama untuk jangka 
pendek, tapi kalau pemilik bisnis memandang bahwa bisnisnya adalah perang 
jangka panjang yang tidak berkesudahan, maka keunggulan karakter dasar manusia 
tidak boleh diabaikan atau ditempatkan sebagai prioritas kedua, tapi dia harus 
ditempatkan sebagai prioritas pertama.
   
  Alasan saya mungkin tercantum dalam statement berikut ini;
  (mohon statement dibawah ini jangan disalahartikan oleh mereka yang bukan 
pemilik bisnis)
  Dealing dengan orang orang pintar, hebat dan bertalenta besar, bisa merupakan 
satu keuntungan atau kerugian besar. Karena orang orang pintar, hebat dan 
bertalenta besar, bila disertai karakter yang benar, akan merupakan suatu 
keunggulan yang tidak ternilai bagi organisasi, tapi orang orang yang pintar, 
hebat dan bertalenta besar, bila tanpa disertai karakter yang benar, maka akan 
menjadi elemen perusak potensial yang sangat berbahaya bagi organisasi. 
   
  Mungkin ilustrasi dibawah ini bisa sedikit menggambarkan efek dari karakter 
yang jelek:
   
  Karena si A cantik dan berprestasi tinggi di universitasnya yang terkenal, 
maka perusahaan XYZ memilihnya dibanding si B yang sedang sedang saja baik 
dalam hal penampilan maupun akademik tapi sebetulnya unggul dalam karakter 
pribadinya. 
  Tetapi setelah melewati 1 tahun masa pelatihan panjang, melibatkan investasi 
uang yang tidak sedikit serta perhatian yang dicurahkan secara pribadi dari 
para pemimpin di perusahaan XYZ yang menyita waktu serta energi berharga yang 
cukup banyak, dan pada saat perusahaan XYZ sedang bersiap untuk menuai atas 
hasil investasi-nya terhadap si A, ternyata mereka baru tahu kalau si A ini, 
walau cantik dan cerdas tetapi dia memiliki cacat karakter yang sangat mendasar 
yaitu sangat mudah tersinggung oleh kata kata yang agak keras sedikit dan 
pendendam dengan tingkat kecenderungan tinggi untuk membalas setiap perlakuan 
yang dianggapnya menyakiti hati..
   
  Pada satu waktu, ditengah tekanan iklim persaingan yang keras dan kegagalan 
si A dalam memenuhi target penjualan serta ketidakmampuannya untuk mendeteksi 
dan mengantisipasi gerakan pesaing di stage awal, maka si A ini ditegur dengan 
keras oleh para pemimpin perusahaan XYZ. Hanya karena beberapa kata yang 
dianggap telah menyakiti hati-nya, maka si A memutuskan untuk resign dan pindah 
bekerja ke pesaing langsung dari XYZ dengan membawa semua data penting, 
database client serta rahasia rahasia berharga lainnya serta menghasut pegawai 
pegawai berharga lainnya untuk juga ikut pindah atau setidaknya bereaksi 
negative terhadap kepemimpinan di organisasi tersebut (menciptakan bom waktu), 
untuk kemudian dipertukarkan dengan keberadaannya di perusahaan pesaing 
tersebut.
   
  Bayangkan, dalam jangka waktu 1 tahun itu biasanya setiap pegawai baru belum 
dapat mencapai tahap performance penuh, jadi pada tahap ini, perusahaan 
sebetulnya belum “menuai” apa apa dari investasi nya selama ini, jadi kalau ada 
kejadian seperti di perusahaan XYZ, bisa dibayangkan berapa banyak-nya kerugian 
langsung maupun tidak langsung yang diderita oleh perusahaan XYZ yang 
diakibatkan oleh ketidak mampuan dan kegagalan pemimpin perusahaan XYZ dalam 
mengenali karakter calon pegawai yang direkrutnya tahun lalu.
   
   
  Besar kecilnya efek kerusakan organisasi yang diakibatkan oleh orang orang 
pintar yang berkarakter jelek, sangat tergantung pada seberapa pintarnya 
pribadi tersebut dan seberapa tingginya organisasi tersebut melayang diudara.
   
  Makin pintar dan cerdas dia secara pribadi, maka daya rusak potensial dari 
pribadi tersebut makin berbahaya dan besar bagi organisasi, dan juga makin 
tinggi organisasi itu melayang diudara, maka kejatuhannya yang diakibatkan oleh 
salah pilih orang yang cerdas dan pintar tersebut akan membuat jatuhnya 
organisasi tersebut makin menyakitkan dan berdarah-darah.
   
  Makanya sampai saat ini, saya percaya sekali satu prinsip kuno dari jaman 
kerajaan di china dulu yang berbunyi:
   
  Siapapun yang bercita-cita untuk menguasai dunia, dia harus menguasai 
kemampuan untuk dapat mengenali manusia lainnya secara luarbiasa.
   
   
  Napoleon pun dalam masa pembuangannya di St Helena, pada saat merenungkan 
semua perjalanan hidupnya dimasa lalu dan mengevaluasi semua kesalahan yang 
pernah dilakukannya, lalu menyimpulkan bahwa kesalahan terbesar dimasa lalunya 
adalah keputusannya untuk merekrut 2 orang dari orang orang terpintar pada 
zaman-nya yaitu Talleyrand (menteri luar negeri) dan fouche (menteri 
kepolisian).
  Karena terbukti pengkhianatan 2 orang cerdas luarbiasa ini, membuat dia harus 
kehilangan setengah juta tentara hebat pada penyerangan ke rusia (perang yang 
diakibatkan oleh pengkhianatan Talleyrand) lalu menimbulkan efek domino di 
semua medan perang di eropa dan pada akhirnya meruntuhkan dinastinya.
   
  Kesalahan yang sangat sederhana tetapi berakibat sangat fatal dan tragis.
   
   
  Cerita kecil sebagai penutup.
   
  Di perusahaan yang saya kelola, saya dan kedua adik perempuan saya, kadang 
memainkan satu game kecil dalam perekrutan. Game ini didasarkan pada prinsip” 
siapa yang cakap pada perkara kecil, dia pasti cakap pada perkara besar.”
   
  Prinsip diatas kami terjemahkan bebas menjadi; Siapa yang cakap dalam melatih 
pegawai yang hanya berasal dari lulusan SMU untuk kelak menjadi pegawai bagus 
dimasa depan, pastilah tidak punya kesulitan berarti dalam melatih pegawai 
dengan kualifikasi yang jauh lebih tinggi diatas SMU.
   
  Tapi penterjemahan bebas dari prinsip dasar yang kami ambil dari alkitab itu 
tetap harus mengacu pada mereka yang berkarakter baik. Jadi baik pegawai 
lulusan SMU maupun kualifikasi master dari luarnegeri, persyaratan paling 
mendasarnya tetap haruslah dia seorang yang berkarakter baik. 
   
  Beberapa tahun lalu kami merekrut seorang saudara sepupu yang berasal dari 
lulusan SMU di desa dimana papi saya berasal yaitu Klaten, jawa tengah untuk 
menempati posisi accounting.
  Walau cuma lulusan SMU, kami dari awal menyadari bahwa dia berasal dari bibit 
yang sangat baik selain juga berkarakter unggul.
  Salah satu kelebihan utama-nya adalah dia memiliki satu bagian karakter yang 
penting yaitu TEACHABLE (dapat dan mau diajar).
  Sepupu ini kebetulan tinggal bersama kami di rumah yang sama.
   
  Saya mencoba ber-eksperiment dalam keunggulan karakternya tersebut. Selain 
tugas accounting, saya memberinya tugas extra yang harus dikerjakan di rumah 
yaitu merangkum buku buku motivasi, pelajaran bisnis sederhana, marketing, 
kepemimpinan dll dengan rata rata ketebalan buku sedikitnya 200 halaman kedalam 
bentuk tulisan, untuk kemudian dibagikan diantara kami semua. Target saya 
adalah 2 buku harus selesai dirangkum perminggunya.
   
  Anak ini memang luarbiasa, tanpa banyak bicara, dia mengerjakannya dengan 
kesungguhan hati yang mengagumkan. Kadang hingga jam 2 - 3 dini hari, saya 
masih mendapati dia sementara mengetik tugas yang saya bebankan dengan 
kosentrasi tinggi. Dan dia mengerjakan semua beban itu dengan sangat setia dan 
berkomitmen penuh serta tidak pernah mengeluh sedikitpun.
   
  Proses merangkum itu berbeda dengan sekedar membaca biasa. Dalam merangkum, 
seseorang dituntut untuk membaca berulang kali, menemukan point point penting 
untuk dirangkum lalu diketik kedalam komputer. Proses mengetik ini saja, sudah 
merupakan suatu proses membaca ulang.
   
  Saya berteori, kualitas pengertian seseorang yang merangkum setidaknya 3 x 
lipat lebih baik dibandingkan mereka yang hanya sekedar membaca saja, 
dikarenakan proses peng-ulangan bekali-kali tersebut.
   
  Dalam 6 bulan, kesetia-annya membuahkan hasil langsung. Disetiap proses 
pelatihan internal yang kami adakan sendiri, kualitas argument dan kejernihan 
ide yang dia presentasikan sama sekali tidak kalah dari mereka yang 
berpendidikan jauh lebih tinggi dan lebih senior secara jenjang organisasi.
   
  Di organisasi kami, sampai saat ini tidak pernah ada orang yang berani 
memandang remeh terhadapnya, baik karena latar belakang pendidikannya maupun 
kemudaan usianya, tapi justru dia dihormati sekali oleh segenap dari kita 
karena militansi-nya yang luarbiasa dalam hal belajar serta kepatuhan tidak 
bersyaratnya terhadap para pemimpin, dan melalui TELADAN-TELADAN baik yang 
diperlihatkannya, dia termasuk dalam kategori orang orang yang turut berperan 
aktif dalam mengembangkan atmosfir pejuang yang lebih positif dari waktu ke 
waktu.
   
  Hari hari belakangan ini, berita bagusnya adalah saudara sepupu saya ini 
sesekali sudah mulai ambil tanggung jawab dalam session motivasi internal yang 
kami adakan  per 2 minggu sekali dimana dia bertindak bahkan sebagai pembawa 
acara-nya sendiri.
   
   
  Semoga berguna.
   
   
   
  Every generation should live better than the last
   
   
  Tidak ada investasi yang lebih menguntungkan daripada investasi pada 
ciptaan-ciptaan Tuhan, termasuk anak anak yang kurang beruntung diluar sana
   
   
   
  Wishnu Iriyanto
  Managing Director
  FUTURE education (agent sekolah ke luar negeri)
  &
  FUTURE English (kursus bergaransi TOEFL 580/ IELTS 6.5 dengan angka 
keberhasilan 100%)
   
  Kelapa gading; 021 4585 1123
  Kuningan; 021 5200 883
  Mega mall; 021 668 3847
  Pasar baru; 021 351 8116
   
  Semarang; 024 761 0900
  Pekan baru; 0761 44109
   
  Ps; saya berharap bisa berkenalan dengan rekan rekan di friendster.
  Nama; Wishnu Iriyanto
  Lokasi; Australia

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke