Yang ini (juga email th 2004) masih relevan untuk menanggapi topik keragaman (saya cuma fokus ke) Protestantism di Indonesia. Di sini digambarkan kerumitan 'mengorganisir' aliran2 yang demikian banyaknya.
Salam, Ida Khouw Re: [leideners2003] religion vs. state ida khouw <[EMAIL PROTECTED]> wrote: maaapp,,, nambah lagi, sebab saya tertarik untuk menjelaskan duduk perkara pembangunan gedung gereja (sekali lagi, ini bukan urusan bela membela). biar sama2 arief (dan belajar tahu ttg orang lain) spt kata bang suryadi suryadi wrote: Kalau di sebuah daerah di Indonesia untuk 500 orang teman sebangsa kita yang Kristen, misalnya, sudah cukup 1 gereja, wong nggak perlu (dan nggak urgent toh) untuk segera membangun gereja yang baru. IDA: mari kita bedah dan lihat persoalannya: 500 orang itu biasanya bukan umat satu aliran: katakanlah 100 anggota gereja bala keselamatan, 100 anggota gereja advent, 100 anggota gereja bethel, 200 anggota huria kristen batak protestan (hkbp). ke 4 gereja itu sangat, sangat, totally BEDA pisan teologinya, tata cara ibadahnya dan organisasinya. bagaimana caranya menyatukan mereka?? pgi (lembaga yg diakui pemerintah mewakili gereja2 protestan di indonesia, tapi tidak semua masuk disini, rumit: ada soal mainstream-non mainstream etc.) pun sudah puyeng dibuatnya (apalagi dari 4 contoh gereja itu cuma 1 anggota pgi: hkbp). memang untuk orang awam kelihatannya tidak perlu (bangun gedung lagi) tapi buat umat ybs ini persoalan perlu, menyangkut "hidup dan mati" (kata orang yang suka melebih-lebihkan). kalau sudah ngomong soal keyakinan kan kayak ngadepin tembok. saya sih mendukung visi pgi akan penyatuan gereja2 di indonesia, tapi melihat kenyataan sih, .... utopia. sama lah persoalannya dengan aliran2 di agama lain, mungkin. ini baru soal gereja protestan lhoooo.... jadi dimana nih acara buka puasa? I. --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
