halo sahabat,

Rasa yakin, rasa percaya diri, rasa Confident itu
bukan berbentuk keberanian, atau kekuatan, namun
cenderung merupakan bentuk dari kedamaian.

Kadang kita menonton TV atau melihat-lihat di Shopping
Mall, kita banyak memngingankan sesuatu.

Kita tentu ingin handphone terbaru, Toyota Rush
terbaru, coba anda lihat, seorang yang sukses secara
materui cenderung menggunakan dua hal:

1. Jam tangan atau perhiasan berlian, atau Ballpoint
Montblanc
2. Atau handbag bermerek, dan sekarang digantikan oleh
handphone terbaru, misalnya Vertu.

Anda bisa coba bagaimana rasanya pergi ke sebuah
meeting tanpa membawa Jam Rolex atau Omega anda, dan
anda lupa Ballpoint Montblanc anda, rasanya melayang,
berjalan di tempat licin, kita tidak Confident.

Itulah kalau kita menggunakan materi sebagai simbol
sukses kita, dan kita lupa, itu semua hanyalah
percuma.

Anda pakai Jam Omega, tentu kalah dengan rolex, sudah
pakai Rolex pun anda masih kurang pede dengan yang
menggunakan Cartier, apalagi Patek Philip.. Apalagi
berlian anda, tentu gampang kelihatan mana yang lebih
besar..

Hingga kita heran, bagaimana caranya bisa terbebas
dari keterikatan Nafsu belanja, dan memiliki rasa
percaya diri yang sesungguhnya.

Rasa percaya diri bukan sama dengan alert, daya
response kita, misalnya dengan minum kopi, atau bukan
sama dengan stamina kita, misalnya anda minum Fatigon.

Rasa percaya diri cenderung didapatkan dari rasa
damai, bayangkan perasaan aman, nyaman, tenteram,
sentosa, itulah kedamaian yang mendasari rasa percaya
diri.

Bagaimana caranya?

Anda harus mampu melepaskan rasa keterikatan terhadap
materi, dan keterikatan terhadap keinginan anda.

Bayangkan seorang dokter, mereka sangat confident
untuk mengobati pasien, kecuali pasien tersebut adalah
dirinya sendiri.

Bahkan seorang dokter tidak boleh mengobati dirinya
sendiri, mengapa?  Karena dengan adanya keterikatan
tersebut, secara emosi, secara dampaknya, maka dokter
tidak akan mampu bersikap obyektif dan Confident,
bebas dari rasa keraguan, rasa pikiran negatif, karena
menyangkut orang lain.

Demikian Rasa Confident kita terhadap hidup kita,
pekerjaan kita, kita harus mampu melepas rasa
keterikatan terhadap keinginan kita.

Bila kita melakukan sesuatu, usahakan bukan untuk
kepentingan anda, namun untuk kepentingan orang-orang
lain.

Misalnya demi kepentingan customer, kepentingan
consumer, kepentingan masyarakat, kepentingan pihak
yang anda hadapi, maka anda akan mulai merasakan rasa
Confident yang sejati.

salam,
Goenardjoadi Goenawan
Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.:
* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
* Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur
* Memasarkan Dengan Hati (terbit 8 November 2006)
ditulis bersama Ir. Stefanus Indrayana, MBA.:
* Manajemen Berbasis Nurani (Terbit 1 Januari 2007)
* Best Life; Menjalani Hidup Penuh Makna (belum
terbit) 
* Journey to the soul; Piramida Kebutuhan Jiwa 
Penerbit: Elex Media Komputindo

Kirim email ke