IIIHIMsight ed. 8 Januari 2007 HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED] HIMtv Ku telah mati / dan tinggalkan / cara hidupku yang lama Semuanya sia-sia / dan tak berarti lagi Hidup ini / kuletakkan / pada mezbahMu ya Tuhan Jadilah padaku seperti / yang Kau ingini .. Selama bulan Desember 2006 lalu, pastinya anda tidak asing dengan lagu soundtrack sinetron diatas. Bahkan saking populernya, RCTI kemudian menayangkan rerun-nya di jam sore hari. Sebenarnya penulis emoh banget mengulas sinetron2 yang muncul di layar kaca kita, namun untuk yang satu ini perlu dikasih catatan khusus karena cukup menarik untuk diulas. Dari segi cerita boleh dibilang melawan arus mainstream yang dibuat oleh pakem rating bahwa banyak sinetron lain yang berusaha mengerek rating dengan mengumbar dramatisasi adegan kekerasan, kata2 kasar, unsur klenik, bahkan bumbu seks. Disamping itu, selain dari pemilihan lagunya yang lumayan dikenal baik oleh umat kristiani karena sering dibawakan dalam acara pujian dalam ibadah kebaktian di tengah produksi serial sinetron lain yang menonjolkan soundtrack religius, sinetron ini juga memicu kembali perdebatan seputar sinetron2 jiplakan. Dengan begitu terbukanya akses pemirsa terhadap tayangan luar negeri, tentunya mereka pun semakin cerdas dalam memilih dan mengenal mana tontonan yang dikategorikan plagiat. Tidak menjadi masalah sebenarnya bila produser sinetron yang memiliki etika mencantumkan tagline bahwa sinetron X, Y, Z, etc merupakan saduran dari dorama sinetron Korea/Jepang/Taiwan yang mana, tapi seringkali sinetron2 tersebut justru dilabeli pemberitahuan bahwa nama dan peristiwa ini fiktif belaka, bila ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata. Kenyataannya ? Penulis teringat beberapa tahun lalu saat Meteor Garden lagi heboh-hebohnya ditayangkan Indosiar, eh ada juga sinetron yang nekad dengan memunculkan versi lokalnya dalam sinetron Siapa takut jatuh cinta dengan plot yang nyaris sama persis seperti yang diperankan oleh personel F4 ini. Kini program (rerun) sinetron Buku harian Nayla akan dikomparasikan dengan versi aslinya yang bakal segera tayang di Indosiar dengan judul 1 litre of tears ( alias Buku harian Aya ), meski sebenarnya kalau mau diulik kebelakang lagi justru penulis lebih teringat pada kisah filmnya Mandy Moore A walk to remember . Btw, happy birthday to Indosiar ! HIMnotes Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa akhir bulan Desember 2006 lalu terjadi gempa di Taiwan yang mengakibatkan terganggunya koneksi internet di beberapa negara termasuk Indonesia. Bagi penulis , salahsatunya berakibat pada terlambatnya pengiriman edisi khusus tahunan HIMpersada2006 : top40oftheyear yang semestinya bisa rilis hari Rabu, 27 Desember 2006, maka baru bisa penulis kirim di awal tahun 2007. Terima kasih atas pengertiannya Bila selama ini anda menerima edisi rekap HIMoments2005, tahun ini juga penulis menghadirkan kembali edisi HIMoments:anewseason yang tidak diedarkan pertama kali di milis lainnya, hanya tersedia di milis [EMAIL PROTECTED] dan tiap akhir bulan akan di-post ke blog : http://himfiles.blogs.friendster.com . Untuk sementara, terbit 2 minggu sekali mulai tanggal 14 Januari 2007 pekan depan. Demikian pula untuk edisi HIMpersada10, ada upgrade segmen HIMlisted dimana akan memuat tambahan rekap lagu2 juara dari beberapa radio yang telah mengirimkan daftar chart-nya setiap hari Senin di milis tanggalagu. Untuk itu harap maklum bila tulisan2 yang biasanya dikirim hari Senin, bakal tergeser 1 hari tanggal edarnya menjadi hari Selasa. HIMtermezzo Anda pernah ditelpon sebuah debt collector penerbit kartu kredit ? Ternyata citra buruk lembaga penagih utang ini belum juga baik di mata masyarakat, terlihat dari banyaknya surat pembaca yang menyesalkan aksi terror mereka lewat caci maki ala penghuni kebun ragunan via telepon. Lha, yang punya utang siapa, eh yang dipaksa untuk membayar utangnya siapa. Hal ini biasanya bermula dari pengisian kolom nama pemberi referensi pada aplikasi kartu kredit dengan alasan untuk dihubungi dalam kondisi darurat Dalam formulir yang lain, penulis juga kadang geli dengan kolom nama panggilan ibu kandung yang dikasih komentar wajib diisi. Lha, urgensinya sang ibu dengan penerbit kartu kredit apa ? Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kadang penerbit kartu kredit yang dulunya selektif memilih nasabahnya kini sudah berkurang unsur pilih-pilah calon konsumennya. Dulu nasabah yang kudu repot daftar ke bank dan sering ditolak pula aplikasinya, eh sekarang justru bank yang aktif terjun ke mal-mal bikin promosi dengan syarat2 yang relative mudah. Maklumlah, dengan bunga sekitar 2,5-3% perbulan bila ada tunggakan, berarti dalam setahun penerbit bisa meraih sekitar 30-36% per bulan, bandingkan dengan bunga deposito yang kini dibawah 10% maupun bunga kredit pemilikan rumah yang mungkin sekarang di kisaran 11-13% per tahun. Sudah begitu masih ada lagi tambahan biaya bagi nasabah : entah itu biaya transfer bila dilakukan pembayaran dari bank penerbit yang berbeda, biaya keterlambatan ( late charge ), dan iuran tahunan. Jadi meski tampaknya banyak promosi untuk kemudahan yang membujuk nasabah agar sering melakukan aksi gesek di pintu kasir, bijaksanalah dalam menggunakan kartu kredit anda. HIMtertainmentSound is provided by : Retromantic of HardrockFM87.6 Rhytym of love of MustangFM88 Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80s of KISFM95.1 One Love & One Smooth Sunday of RadioONEFM101 HIMsight | HIMpersada10 | HIMoments HIMfs : [EMAIL PROTECTED] | HIMblog! : http://himfiles.blogs.friendster.com HIMym : jukeboxlist | HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
