Saya terus terang agak kurang nyaman membaca artikel yang ditulis wartawan 
KOMPAS
rekan Yulvianus Harjono dengan judul "Diary yang Diakses di Seluruh 
Dunia.. "
   
  http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0701/05/210026.htm
   
  Ada beberapa hal yang terus terang bikin saya, dan mungkin pembaca lain, 
kurang nyaman, yaitu:
   
  1. Judul menggunakan istilah "Diary". Apa tidak lebih baik menggunakan
istilah "Buku Harian" atau "Catatan Harian"? Bukankah KOMPAS sebagai
koran harian terkemuka mustinya jadi panutan dalam berbahasa Indonesia?
   
  2. Baca paragraf pertama hingga keempat sama sekali tidak ada penjelasan
tentang Debbie yang diwawancarai itu ada di kota mana. Juga dimana Unikom, 
Dipati Ukur, dan Cileunyi?  Anehnya, rekan Yulvianus justru amat memperhatikan 
detail seperti Debbie yang dikenal tomboy, tapi lupa pada unsur 4 W 
(Who, Why, Where, When) + 1 H saat menulis laporan. Mohon lain kali 
KOMPAS lebih teliti, karena "Where" adalah unsur yang amat mendasar 
dalam jurnalistik.
   
  Saya pribadi, karena kerap bertandang ke Bandung, tak perlu tebak-tebak buah
manggis. Saya simpulkan, wawancara pasti dilakukan di kota Bandung, dan 
Debbie adalah gadis Malang (bukan malang nasibnya) yang kuliah di 
Bandung. Tapi bagaimana dengan pembaca KOMPAS yang tak pernah
ke Bandung, dan tak tahu apa itu Unikom, Dipati Ukur dan Cileunyi?
Apa musti bertanya pada rumput yang bergoyang?
   
  3. Setelah dibaca secara keseluruhan, "Bandung" baru muncul pada paragraf
kelima, yang terlekat pada nama sekolah: SMA Taruna Bakti Bandung. 
   
  "....Lain lagi dengan yang dilakukan Ventry (18), siswi SMA Taruna Bakti 
Bandung. Gadis bertubuh mungil ini memilih secure dengan tidak 
menghubungkan situs blog-nya degan mesin pencari teman semacam 
Friendster. Untuk itu, ia pun sengaja memilih open source Weblog. 
Penyedia blog yang tidak bersifat interkoneksi open portal..."
   
  Komentar:
- Penggunaan istilah "memilih secure". Kenapa tidak pakai istilah dalam
Bahasa Indonesia saja? Misal diganti dengan "memilih aman" atau 
"memilih nyaman" saja?
   
  - Situs blog-nya degan? Mungkin maksudnya "dengan"? "Degan" (Bahasa 
  Jawa) adalah sejenis kelapa muda.
   
  - Sungguh paragraf yang amat membingungkan dan susah dicerna. Amat tidak 
nyambung. Apa hubungan "secure" dengan blog, mesin pencari, friendster, open 
source,
dan weblog? Sepertinya si narasumber asal ngomong dengan merangkai-rangkai
istilah dalam internet tetapi ditangkap mentah-mentah oleh rekan 
Yulvianus tanpa diurai dan dicerna lebih dalam. 
  
___________________________________________________________
   
  Diary yang Diakses di Seluruh Dunia.. 
    
http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0701/05/210026.htm
   
   
  Debbie (20), mahasiswa Arsitektur Universitas Komputer Indonesia 
(Unikom), itu sesugguhnya tidak pernah sekalipun menyukai dunia 
tulis menulis. Apalagi, catatan harian. Namun, justru melalui 
weblog, mahasiswi semester pertama yang dikenal tomboy ini melakukan 
semua itu.
   
  "Kalau menulis sih tidak akan suka. Tetapi, kalau mengetik, lain 
lagi. Kalau lewat blog seperti ini, selain menarik, lebih nyata. 
Teman-teman bisa ngomentarin. Memang sih tidak seluruh hal atau 
kejadian gue tulis. Tergantung pas mood aja atau ada kejadian 
spesial," seloroh cewek asal Malang, Jawa Timur, ini saat ditemui di 
Warnet GreenHerb, Dipati Ukur, kemarin.
   
  Memanfaatkan fitur blog gratis yang tersedia di open source pencari 
teman paling laris, Friendster, Debbie bisa menghabiskan hari-
harinya dari warnet ke warnet sekedar untuk curhat, berbagi cerita, 
ataupun menumpahkan unek-uneknya. Tidak peduli jika isi tulisan atau 
fotonya yang di-posting di blog pribadi ini bisa diketahui luas, 
bahkan di seluruh penjuru dunia.
   
  Meski demikian, bukan berarti bloggers (pemakai blog) tidak 
memiliki "rem" dalam menumpahkan berbagai materi ke dalam blog. 
Dengan potensi publikasi yang demikian luas dan terbuka, sejumlah 
bloggers memilih selektif. Meski konsep blog sebetulnya bersifat 
pribadi, tidak semua hal privat bisa di-upload begitu saja. "Untuk 
urusan yang satu ini, aku sungguh sangat hati-hati. Hal-hal penting 
yang sangat pribadi, tentu tidak akan dimasukkan. Apalagi, friends 
(jaringan pengunjung blog) aku kan sampai ratusan. Kalau hal yang 
pribadi yang sifatnya umum, misal marahan dengan pacar, masih 
bisalah. Ini kan bisa ngundang masukan untuk solusi," tutur Yuli 
(18), lulusan SMAN 1 Cileunyi.
   
  Lain lagi dengan yang dilakukan Ventry (18), siswi SMA Taruna Bakti 
Bandung. Gadis bertubuh mungil ini memilih secure dengan tidak 
menghubungkan situs blog-nya degan mesin pencari teman semacam 
Friendster. Untuk itu, ia pun sengaja memilih open source Weblog. 
Penyedia blog yang tidak bersifat interkoneksi open portal. 
   
  Tidak hanya itu. Bahkan, ia pun sengaja tidak menyamakan identitas 
(alamat) weblog sesuai dengan namanya. Sebagai sandi, identitasnya 
diganti menjadi sebuah makanan kesukaannya. Tidak lazimnya bloggers, 
strategi ini dilakukannya untuk menghindarkan diri dari lacakan 
mesin dahsyat pencari website semacam Google, Yahoo, ataupun 
MSN. "Biar aman, gue sengaja memberi tahu alamat blog hanya kepada 
orang-orang yang berkepentingan kaya sobat dan kakak gue yang di 
Jakarta. Mereka tidak lebih dari enam orang. Supaya leluasa aja 
numpahin unek-unek pribadi," ujar Ventry kemudian.
   
  Pentingnya kerahasiaan
  
Bagi Ventry, keberadaan blog ini betul-betul layaknya diary (buku 
harian) maya. Kebetulan, ia pun juga memiliki diary sungguhan. 
Sehingga, ia pun betul-betul tahu dan membutuhkan yang namanya 
privasi. Ini membuktikan, kerahasiaan dan hal sangat pribadi, 
tetaplah teramat penting meski eksistensi blog sesungguhnya justru 
cenderung menafikan itu. 
   
  Seperti yang dituturkan pakar ilmu teknologi informasi sekaligus 
pendiri situs ilmukomputer.com Romi Satria Wahono, weblog merupakan 
salah satu media terunggul dalam kepentingan sharing manajemen 
pengetahuan (knowledge management). 
   
  Sebagai salah media tercepat saat ini, blog bahkan bisa mengalahkan 
fungsi media massa konvensional semacam televisi sekalipun. Ilmu 
pengetahuan, unek-unek pribadi, sampai video klip melalui komunikasi 
dua arah tersaji mudah dan luas melintasi batas negara dan waktu 
lewat media bernama Blog.
   
  Penulis: Yulvianus Harjono
   
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke