--- In [email protected], semar mendem <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hallo, selamat tahun baru buat semua. Bagaimana
> nih kasus "orang pers" Bambang Wisudo kok 
> kayaknya mulai tersisihkan dengan topik diskusi
> non-jurnalistik justru di milis orang media ini.
> Yang saya dengar dari kalangan yang dekat 
> dengan orang-orang Kompas, wartawan-wartawan
> Kompas mulai termakan getah kasus Wisudo vs 
> manajemen. Nara sumber mereka, terutama 
> kalangan intelektual mulai alergi menerima
> kedatangan wartawan Kompas. Kalau pun menerima
> biasanya ada embel-embel nan sinis, "Kok bisa
> ya Kompas seperti itu?" atau 
>
> "Masih mau bicara soal HAM nih mas?"

L: Kalau Semar Mendem memang ingin kita semua diskusi topik pers,
press atau jurnalistik, termasuk kasus Wisudo, tolong tulis daftar
panjang semua kasus2 besar yg sangat merugikan media massa (secara
umum), termasuk kasus2 yg sangat merugikan kebebasan berbicara, bukan
cuma merugikan satu individu. Yang lebih akhir ditulis lebih awal. 

Nah kalau daftar dari anda sudah dikoreksi dan dilengkapi oleh
anggota2 lain, maka dari daftar panjang ini, kita bisa buat skala
prioritas berdasarkan tingkat pengaruh/ luang lingkup dampak
negatifnya dan kemudian sama2 membahasnya di Mediacara dg urutan
berdasarkan skala prioritas tsb. 

Jangan2 anda cuma punya daftar yg terdiri atas satu kasus saja untuk
dibicarakan? Atau sama sekali tak punya daftar itu? Yang penting
jangan cuma bisa meminta atau menyuruh orang lain, ttp ternyata tak
punya inisiatif sendiri.

Saya yg awam (karena bukan wartawan) mendahului dg tiga kasus sbb:

1. Kasus Wisudo, 2. Kasus Gasak menyerbu Kompas, 3. Kasus majalah
PlayGirl, eh, Playboy.

"Masih mau bicara soal HAM atau soal pers, atau soal jurnalistik atau
CUMA MAU BICARA SOAL KOMPAS SAJA NIH MAS?"

Salam

(Seumur hidup saya tak pernah ketemu, apalagi kenal baik, dg satu
orang wartawan Kompas/ pegawai KKG)

Kirim email ke