Buat Bung loekyh,
Kalau kami lebih banyak berbicara tentang kasus di Kompas ya karena kami
punya akses informasi ke lembaga tersebut. Jadinya para pemerhati kasus-kasus
yang menimpa orang media terutama di Kompas dan KKG dapat ter up date dan tidak
asal bunyi saja.
Kasus Wisudo ini hanya entry point untuk melihat masalah-masalah yang ada di
KKG khususnya Kompas. Kami bisa jadi orang dalam Kompas, KKG atau mantan
karyawan, yang pasti kami punya akses informasi dari lembaga tersebut dan ini
yang mau kami share dengan berharap ada pemecahan dan pencerahan. Jadi saya
bukan orang yang seumur hidup tidak pernah bertemu atau kenal dengan
wartawan/karyawan KKG.
Kalau Anda berharap kami memberi list kasus pers dan memberi skala prioritas
ya itu kan kembali ke individu masing-masing. Kalau di lembaga Anda bekerja
tidak ada masalah itu yang paling baik. Tapi kalau memang ada, silakan
dimasukkan. Begitu pun jurnalis lain yang mungkin punya masalah di institusi
tempatnya bekerja, silakan masukkan kasus tersebut. Baru kita susun bersama
skala prioritasnya, sebab-akibatnya dll.
Kalau Anda tanya kami kasus yang kami anggap penting dan kuasai maka mungkin
list itu akan berisi kasus-kasus di Kompas/KKG semata. Karena memang itulah
yang kami kuasai dan menyangkut langsung hajat hidup kami, teman-teman kami,
saudara-saudara kami. Eh, kok malah buka sedikit identitas kami ya? He...he...
nggak apa-apa kok.
Ok Bung Loekyh, bgitu dulu tanggapan saya. BTW, nggak dosa atau aib kok kalau
Anda kenal dengan karyawan/wartawan KKG.
Salam,
KKG_watch
loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], semar mendem <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Hallo, selamat tahun baru buat semua. Bagaimana
> nih kasus "orang pers" Bambang Wisudo kok
> kayaknya mulai tersisihkan dengan topik diskusi
> non-jurnalistik justru di milis orang media ini.
> Yang saya dengar dari kalangan yang dekat
> dengan orang-orang Kompas, wartawan-wartawan
> Kompas mulai termakan getah kasus Wisudo vs
> manajemen. Nara sumber mereka, terutama
> kalangan intelektual mulai alergi menerima
> kedatangan wartawan Kompas. Kalau pun menerima
> biasanya ada embel-embel nan sinis, "Kok bisa
> ya Kompas seperti itu?" atau
>
> "Masih mau bicara soal HAM nih mas?"
L: Kalau Semar Mendem memang ingin kita semua diskusi topik pers,
press atau jurnalistik, termasuk kasus Wisudo, tolong tulis daftar
panjang semua kasus2 besar yg sangat merugikan media massa (secara
umum), termasuk kasus2 yg sangat merugikan kebebasan berbicara, bukan
cuma merugikan satu individu. Yang lebih akhir ditulis lebih awal.
Nah kalau daftar dari anda sudah dikoreksi dan dilengkapi oleh
anggota2 lain, maka dari daftar panjang ini, kita bisa buat skala
prioritas berdasarkan tingkat pengaruh/ luang lingkup dampak
negatifnya dan kemudian sama2 membahasnya di Mediacara dg urutan
berdasarkan skala prioritas tsb.
Jangan2 anda cuma punya daftar yg terdiri atas satu kasus saja untuk
dibicarakan? Atau sama sekali tak punya daftar itu? Yang penting
jangan cuma bisa meminta atau menyuruh orang lain, ttp ternyata tak
punya inisiatif sendiri.
Saya yg awam (karena bukan wartawan) mendahului dg tiga kasus sbb:
1. Kasus Wisudo, 2. Kasus Gasak menyerbu Kompas, 3. Kasus majalah
PlayGirl, eh, Playboy.
"Masih mau bicara soal HAM atau soal pers, atau soal jurnalistik atau
CUMA MAU BICARA SOAL KOMPAS SAJA NIH MAS?"
Salam
(Seumur hidup saya tak pernah ketemu, apalagi kenal baik, dg satu
orang wartawan Kompas/ pegawai KKG)
__________________________________________________
Anda Ber-Yahoo!?
Bosan dengan spam? Mel Yahoo! mempunyai perlindungan spam yang paling baik
http://my.mail.yahoo.com