Sabar opung, ingat kalau marah-marah nanti jantungan lagi. ------------------- OPUNG: Kalau soal menjual senjata ke Iran apa Reagan tidak menjual senjata juga ke Iran cengan perantaraan Kolonel Oliver North? --------------------
Yes and no, karena arms deals sama Iran sudah dimulai sebelum pemilu 1980, dan si subversive Reagan menggunakan para sandera tersebut sebagai alat politik guna menggoyang power presiden saat itu. Sedangkan uang hasil penjualan senjata tersebut digunakan untuk membiayai Contras di Honduras. Dan banyak orang dalam pemerintahan the Butcher of the America - Bush - sekarang terlibat dalam Iran-Contra scandal termasuk secretary of defense yang baru, Gates. Waktu itu masa-masa Reagan(Republikan). Itulah beauty of war ala Amerika, suplai kedua belah pihak yang berperang dalam hal persenjataan dan Amerika pun menghitung pundi-pundi uangnya. Btw, Iran saat itu juga diback-up oleh USSR. Secara "formal" AS mendukung Saddam mulai dari awal 80-an hingga sebelum Saddam menggempur Kuwait. Dan ini periode yang sama dimana Saddam ditudu melakukan kejahatan kemanusiaan oleh Amerika dan diadili oleh pemerintahan Iraq puppet yang diinstall Amerika dalam pengadilan kangguru yang diawasi oleh Amerika yang melanggar aturan Internasional. Damn! --- In [email protected], Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Who do you think you are, asshole? Apa bukannya anda yang mengatakan bahwa tidak ada Hizbullah yang berlandasan Syiah di Indonesia? Ini saya kutip yang anda tulis: > 2. Tidak ada Hizbullah di Indonesia. Yang ada Hizbut > Tahrir, tapi ini juga Sunni. Kalau soal menjual senjata ke Iran apa Reagan tidak menjual senjata juga ke Iran cengan perantaraan Kolonel Oliver North? --- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Diskusi ini tampaknya makin melebar ke mana-mana, > dan makin tidak produktif.... > Saya kok merasa jawaban dan komentar Anda "tidak > nyambung." > > Misalnya, ketika Anda mengatakan "Amerika tidak > menjadi sekutu Saddam dalam perangnya dengan > Iran..." (ha..ha..ha...!! Menjual senjata ke Saddam > ketika Saddam sedang berperang melawan Iran itu > artinya apa????? Kalau niatnya cuma komersial, > kenapa tidak sekalian menjual senjata ke Iran waktu > itu? Bukankah sangat menguntungkan??? ) > > Terus, Anda lanjutkan lagi dengan pernyataan, > seolah-olah saya tidak percaya adanya Syiah di > Indonesia. (Kapan saya meragukan atau tidak percaya > ada Syiah di Indonesia,?? wong beberapa teman saya > pribadi jelas-jelas penganut Syiah kok..ha..ha...!!) > > Supaya tidak bertele-tele, saya akhiri di sini saja. > Saya betul-betul jadi kehabisan minat melayani Anda. > Thanks sudah bertanya-jawab dengan saya.... > > > > ----- Original Message ---- > From: Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Monday, January 8, 2007 9:18:10 PM > Subject: Re: [mediacare] Sadam Digantung - Respon > Jakarta Dingin > > --- Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ > yahoo.com> > wrote: > > > 1. Massa mengelu-elukan Ahmedinejad, karena dia > > dianggap pemberani melawan AS. Tidak dilihat dari > > Syiah atau Sunni-nya. Saddam juga dulu pernah > > dielu-elukan, ketika melawan Amerika, meskipun > > Saddam dulu juga pernah jadi sekutu Amerika > melawan > > Iran. > > Kalau memang Saddam pernah dielu-elukan mengapa > tidak > demo besar sewaktu dia digantung? Karena takut > dibelalakin Ahmadinejad serta penguasa Arab Saudi > dan > Kuwait bukan? Amerika tidak menjadi sekutu Saddam > dalam perangnya dengan Iran. Yang menjadi sekutu dan > membantunya dengan dana berlimpah dan persenjataan > adalah Arab Saudi dan negara-negara Arab lain > diantaranya Kuwait. Keterlibatan Amerika: senjata > yang > dibeli Arab itu datang dari industri persenjataan > Amerika. > > > 2. Hizbullah itu nama yang sangat generik. Artinya > > kira-kira "Partai Allah." Sama seperti Jamaah > > Islamiyah. Semua orang Islam bisa menggunakan nama > > itu, meski dari aliran atau mazhab yang beraneka > > ragam. Hizbullah di zaman revolusi melawan Belanda > > di Indonesia tidak ada hubungannya dengan > Hizbullah > > di Lebanon. Orang NU pun bisa dan banyak tergabung > > di Hizbullah, wong waktu itu sedang berjuang > bersama > > melawan penjajah. > > Jadi anda tetap mengatakan tidak ada Syiah di > Indonesia? Apakah KH Jalaluddin Rakhmat dan Ali Umar > al-Habsyi itu bukan pemuka Syiah? > > Bahwa banyak orang NU yang ikut menjadi anggota > Hizbullah tidak dengan sendirinya membantah bahwa > barisan Hizbullah yang ikut melawan Belanda itu > bukan > syiah. Bukan rahasia lagi kalau banyak orang > Indonesia > tidak bisa membedakan antara sunni, syiah, atau > Islam > kejawen, apalagi di masa lalu sebelum ada informasi > internet. Mereka baru tahu ada perbedaan kalau sudah > ada yang berkelahi pakai parang rebut-rebutan > mesjid. > > Kembali ke ada-tidaknya syiah di Indonesia, coba > anda > baca link ini: > > http://www.metrotvn ews.com/berita. asp?id=28234 > > > Kelompok Hizbullah Se-Bogor Menolak Kedatangan Bush > 19/11/2006 17:07 - Polkam/Headline News > Aksi anggota Kelompok Hizbullah se-Bogor berunjuk > rasa > menentang kedatangan Bush. > (Metro TV) > > Metrotvnews. com, Bogor: Sekitar 100 anggota > Kelompok > Hizbullah se-Bogor, Ahad (19/11) sore ini, > berunjukrasa di Jalan Pajajaran Bogor. Unjukrasa > dilakukan pukul 16.30 WIB di Tugu Kujang, Bogor. > Unjukrasa dimulai persis setelah anggota Partai > Keadilan Sekajatera (PKS) menyelesaikan demo mereka > pukul 16.00 WIB. Kelompok Hizbullah adalah kelompok > penganut Syiah. Meskipun kedatangan Bush tinggal > menghitung jam, mereka menolak kedatangan Bush yang > tiba besok. > > Kelompok Hizbullah menamakan dirinya dengan Gaza > (GeraKan Anti-Zionis dan Amerika). Mereka menantang > kedatangan Bush ke Indonesia. Dalam orasinya di Tugu > Kujang, mereka berbicara keras. "Bush adalah > penjahat > perang yang telah menindas umat Islam di Afganistan > dan Palestina. Bush adalah musuh umat Islam di dunia > dan Indonesia. Amerika adalah negara kapitalis yang > menjajah dan menguasai perekonomian Indonesia," > teriak > mereka. > > Mereka juga meletakan poster Bush di jalanan, > sehingga > kendaraan yang lewat melindas poster-poster > tersebut. > Mereka juga membawa poster yang bertuliskan Israel > dan > Amerika Serikat merupakan musuh umat Islam di dunia. > Aparat keamanan terus berjaga-jaga untuk mengamankan > aksi. Aksi ini semmpat menjadi tontotan masyarakat > di > Kota Bogor. Sejak siang, ratusan masyarakat menonton > rangkaian demo yang menolak Bush. > > Sebelumnya juga sempat dilkakukan penutupan jalan > karena sejumlah informasi yang diterima aparat > keamanan bahwa mulai sore hingga malam ini akan > berdatangan massa ke Bogor untuk melakukan demo pada > hari kedatangan Bush besok. Mereka berjumlah puluhan > ribu dikabarkan datang dari luar kota Bogor, seperti > Bandung, Cianjur, Cirebon, Jakarta dan beberapa > daerah > lainnya. Namun demikian, aparat keamanan telah > menetapkan demo harus dilakukan sebelum sore hari > atau > sebelum pukul 18.00 WIB sesuai dengan prosedur tetap > yang diberlakukan. (DOR) > > > 3. Saddam tidak pernah dianggap representasi > Islam. > > Dia kan tokoh Partai Baath yang sosialis-Arab, > yang > > ideologinya dirumuskan oleh tokoh Kristen Arab, > > Michel Aflaq. Jadi, orang Islam yang betul-betul > > "berideologi Islam", tidak akan repot-repot > meratapi > > Saddam. > > > > 4. Saddam menjadi penting dalam konteks pertikaian > > internal di Irak, karena meskipun tokoh Baath, ia > > kebetulan juga Sunni (etnis minoritas di Irak, > yang > > sekarang merasa terancam oleh bangkitnya Syiah). > > > Web: > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
