Note: forwarded message attached.
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--- Begin Message ---
Dear miliser,
  Saya tidak mencoba menilai siapa yang salah dalam kasus diangkatnya berita 
"bodoh" "penemuan" bangkai pesawat Adam Air di globaltv 4 januari tersebut. 
Yang saya rangkum dari beberapa cerita rekan2 globaltv, "kebodohan" itu memang 
ternyata lebih diakibatkan kebijakan redaksi globaltv & miskoordinasi 
antarpimpinan redaksi.
   
  Dimulai saat news globaltv menerima laporan dari koresponden manado effendi 
labenjang tentang pernyataan pejabat lokal mengenai "....ditemukan pesawat adam 
air di sulawesi utara". Mendapat hal ini, produser eksekutif Yadi Hendriana 
langsung meminta para produser yang bertugas segera membuat breaking news.
   
  Beberapa produser mencoba menghubungi effendi yang dijawab belum jelas 
ditemukan di mana dan dia merasa belum siap memberitakan, karena informasi itu 
didapatkanya dari stringernya. Sehingga kemudian beberapa pihak yang dianggap 
lebih tahu soal itu dihubungi, seperti Tim SAR, yang dijawab memang bangkai itu 
belum ditemukan hingga saat itu. Karena kepastian masih di awang-awang sejumlah 
produser angkat tangan dan tidak berani menayangkan. 
   
  Namun yadi tetap pada keputusannya bahwa berita itu harus ditayangkan karena 
belum ada media lain yang tahu dan jika belum ada kepastian, isu itu yang akan 
diangkat.  Maka para produser yang harus tunduk pada perintah atasan akhirnya 
dengan terpaksa menayangkan kesalahan yang sebenarnya telah diketahui itu pada 
Kilas Global, sekitar pukul 13.30.
   
  Berita itu ditayangkan dengan mengandalkan wawancara per telepon dengan 
effendi, yang tentu saja mengakibatkan saat ditanya gelagapan, yang intinya 
"...ditemukan pesawatdi sulawesi utara". Belakangan baru diketahui bahwa 
stringer effendi salah mendengar informasi, karena ternyata ada "1 kata" dari 
pejabat lokal yang mengabarkan penemuan itu yang terlewat olehnya, yaitu kata 
"JIKA". Sehingga kira-kira informasi itu berbunyi..."Jika pesawat itu ditemukan 
di sulawesi utara".
   
  Di sisi lain, ternyata tayangan berita ini memberi "berkah" bagi globaltv 
karena ditonton oleh banyak orang (mungkin tayangan ini ratingnya nanti di atas 
rata2 program di globaltv..he..he..). Hal ini terbukti dengan banyaknya telepon 
yang masuk ke redaksi menanyakan secara persis lokasi penemuan bangkai pesawat 
itu. Tentu saja resepsionis menjadi bingung, sementara awak redaksi tidak ada 
yang berani menjawab karena telah menyadari kesalahan informasi itu. 
   
  Yadi yang memerintahkan penayangan berita itu malah tidak berani menjawab dan 
menolak diwawancara saat Radio Elshinta mencoba mengkonfirmasi info itu. Bahkan 
hingga beberapa hari sesudahnya ia tidak pernah mengaktifkan HP.  Sikap bungkam 
yadi ini juga diikuti dua pimpinan news lain, Pemred Siane Indriani & wapemred 
Mebi Prabowo. Mereka langsung menghilang pada 5 januari & baru datang sore 
hari. Hari itu mereka hanya memberi instruksi melalui telepon.
   
  Karena tidak ada koordinasi ataupun instruksi lebih lanjut untuk meralat 
ataupun minta maaf, pada tayangan saksi mata 4 januari produser yang bertugas 
berinisiatif meralat. Anehnya, pada keesokan harinya siane datang ke redaksi 
sore hari dan mengajak rapat awaknya. Di rapat itu, siane justru mengatakan 
globaltv tidak akan meralat atau minta maaf karena akan "MENJATUHKAN 
KREDIBILITAS".
   
  Dari kronologi ini sebenarnya semua dapat menilai bagaimana bentuk 
penerjemahan globaltv terhadap etika jurnalistik. Anda yang menilai, apakah 
berita itu bohong, kesalahan informasi, kebodohan, atau cari sensasi. Lalu, 
apakah koresponden itu patut juga untuk disalahkan?
   
   

Reno Raines <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sanksi sebenarnya akan lebih tepat dialamatkan kepada pemred selaku 
penanggung jawab divisi news. Di media manapun, pemred adalah pihak 
yang harus siap pasang badan jika ada penyimpangan. Jika dia tidak 
mau tanggung jawab tentu sanksi harus diterapkan pada wapemred atau 
di bawahnya. Hal itu akan lebih bijak dilakukan kalau memang 
management globaltv tidak pilih kasih dalam menerapkan peraturan 
perusahaan.

Namun yang lebih tepat lagi kalau yang membuat kebijakan untuk 
memutuskan menayangkan berita itu diberikan sanksi. Minimal kalau 
dia masih memiliki rasa malu lebih baik mengundurkan diri. Itu jauh 
lebih baik dibandingkan globaltv hanya menyalahkan koresponden, 
sementara penentu kebijakannya malah memecat orang yang hidupnya 
bergantung dari kiriman berita ke pusat.

--- In [EMAIL PROTECTED], brigade negra <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> susah memang kalo menilai suatu berita dari sisi rating dan tidak 
mengindahkan etika jurnalistik maupun upaya untuk triple cross check 
suatu informasi,... seharusnya reporter/kontibutor Global TV di 
makassar diberi sangsi karena bisa dianggap melakukan kebohongan 
publik,.. tidakkah kontributor ini berpikir bahwa yang sedang 
ditulisnya adalah duka keluarga korban dan nyawa ratusan orang? 
kenapa dalam hal-hal seperti ini sang kontributor yang hebat ini 
tidak mau belajar dari kasus berita bohong sebelumnya yang 
mengatakan bahwa pesawat Adam Air telah ditemukan di PolMan? kenapa 
tidak berupaya berhati-hati dalam pemberitaan suatu peristiwa yang 
menyangkut nyawa orang banyak?
> menurut saya seharusnya manajemen Global TV memberikan sangsi 
kepada sang kontributor hebat ini, ...
> 
> 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Setelah sebelumnya pemerintah salah memberi informasi 
soal penemuan pesawat Adam Air, media malah menambah ruwet masalah. 
Globaltv merekayasa berita penemuan pesawat itu, yang katanya ada di 
sulawesi utara lewat breaking news kamis, 4 Januari 2007, sekitar 
jam 12.00 WIB. 
> 
> Ironis rasanya kalau berita yang belum pasti sudah ditayangkan 
melalui breaking news. Apalagi sampai sekarang globaltv belum 
meralat juga berita itu.
> 
> Saya sampai merasa bersalah saat meng-SMS rekan saya yang 
kerabatnya menjadi korban untuk melihat berita itu. Karena keluarga 
teman saya itu sempat berharap menemukan sedikit titik terang dan 
mencoba menghubungi globaltv. 
> 
> Nyatanya saat ditelepon globaltv tidak menjawab secara jelas 
dimana pesawat ditemukan. Saat teman saya menelepon ke lanud makasar 
akhirnya dijawa bahwa berita di global tv itu bohong. Semua baru 
jelas saat saya membaca 2 berita tentang marahnya keluarga korban 
terhadap berita globaltv di makasar di detikcom & elshinta.com.
> 
> Saya sampai bertanya-tanya, apakah direktur pemberitaan global tv 
tidak tahu etika junalistik atau jangan-jangan tidak punya standar 
jurnalistik ? Di mana tanggung jawabnya kepada publik? 
> 
> Bagaimana tanggapan rekan2 globaltv yang ada di milis ini? Apa 
sebenarnya yang terjadi di redaksi anda?
> 
> Di bawah ini saya copy 2 berita dari detikcom & elshinta.com soal 
kemarahan keluarga korban akibat berita ngawur globaltv:
> ----------------------------------------------------------
> 
> Keluarga Korban AdamAir Protes Pemberitaan di TV
> Wisnu Yoga – detikcom
> 
> Makassar - Secercah harapan dirasakan keluarga korban AdamAir 
ketika menyaksikan berita di salah satu TV swasta yang menyatakan 
bangkai pesawat AdamAir ditemukan di Sulawesi Utara. Namun ketika 
mengetahui berita itu belum pasti kebenarannya, mereka marah dan 
mencari wartawan TV swasta tersebut yang dianggap berbohong.
> 
> Aksi baku pukul hampir saja terjadi di depan ruang VVIP Lanud 
Hasanuddin, Makassar , Kamis (4/01/2007). Sekitar pukul 15.00 Wita, 
sekitar 10 keluarga korban AdamAir datang untuk mengkonfirmasi 
kebenaran berita ditemukannya bangkai pesawat di Kecamatan Nuangan, 
Bolaangmongondouw, Sulut.
> 
> Namun ketika dijelaskan oleh petugas posko AdamAir bahwa berita 
itu tidak benar, beberapa keluarga menjadi marah. Mereka kemudian 
mendatangi beberapa wartawan TV yang sedang meliput di ruang VVIP.
> 
> "Kalau bikin berita yang benar," teriak Tombokan, salah seorang 
keluarga korban asal Manado yang 2 anggota keluarganya menjadi 
korban.
> 
> Tak puas, Tombokan kemudian mencari wartawan TV swasta yang 
dianggapnya telah menyebar kabar bohong. Untungnya niat Tombokan 
dihalangi oleh wartawan TV yang lain. "Sudah pak, kita semua disini 
capek cari berita," lerai seorang kameramen.
> 
> Kejadian itu sempat memancing perhatian sejumlah petugas yang 
berada di Lanud Hasanuddin. Dalam jumpa pers di Ruang VVIP, Search 
Manager Center Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama Eddy Suyanto 
menjelaskan, hasil pencarian hari ini belum menemukan lokasi titik 
jatuhnya pesawat AdamAir KI 574. 
> 
> Eddy membenarkan memang ada sinyal ELBa yang berasal dari wilayah 
yang disebutkan, tapi saat ini masih dilakukan penelusuran. (bal/bal)
> 
> Kontributor TV Swasta Nyaris Dikeroyok Keluarga Korban Adam Air
> 4/1/2007 18:18 WIB
> 
> Muhammad Idris - Makassar, Salah seorang kontributor televisi 
swasta di Makassar , Sulawesi Selatan nyaris dikeroyok keluarga 
korban pesawat Adam Air karena pemberitaannya dinilai merugikan.
> Para keluarga korban menilai, pemberitaan yang dimunculkan melalui 
running text di televisi maupun laporan langsung via telepon ke 
studio siaran televisi tersebut mengada-ada sehingga sangat 
merugikan.
> Insiden ini terjadi di depan ruang VIP Bandara Hasanudin, Kamis 
(4/1) siang tadi. Ketika itu Keluarga Patombongan asal Manado 
mendatangi pihak Adam Air dan mengonfirmasi kepada petugas bandara 
mengenai kebenaran kabar ditemukannya pesawat naas tersebut di salah 
satu wilayah Propinsi Sulawesi Utara.
> Setelah mendapat jawaban bahwa berita itu tidak benar, mereka pun 
langsung keluar dan mencari sang kontributor televisi swasta itu. 
Ketika bertemu, mereka nyaris terlibat adu fisik.
> Untungnya insiden ini berhasil dilerai oleh para wartawan lainnya 
yang berada di sana . Akhirnya keluarga korban meninggalkan tempat 
itu dan kembali ke hotel transit mereka. (doa)
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

 
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question 
on Yahoo! Answers.

--- End Message ---

Kirim email ke