Sekitar 2 tahun y.l. ada acara talkshow di TV Belanda. Yang menjadi 
tamu bicara adalah seorang pemuda yang tadinya Kristen pindah agama 
menjadi Islam.
P (presentator TV): "Apakah orang tua anda tidak menentang anda 
pindah agama?"
PIB (pemuda Islam baru): "Mereka menentangnya. Tapi saya bebas 100% 
memilih agama saya sendiri".
P: "Bila di masa depan anak-anak anda ingin dibaptis seperti kakek 
neneknya?"
PIB: "Ooo itu dilarang keras dalam Islam. Sekali Islam tetap 
Islam!!!"

Begitulah keadaannya, sebelum menjadi Islam seseorang memiliki 
kebebasan 100%, setelah menjadi Islam kebebasannya tinggal 0%.

Salam prihatin, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], Tanribra Gandranata EDDY 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya setuju dengan uraian rekan Roslina, 
>   Memang tidak pantas lah kalau saudara2 kita dari Islam merasa 
takut atau kuatir terhadap umat Islam berbondong-bondong masuk 
Kristen dan pada akhirnya cenderung untuk memusuhi umat Kristiani. 
Ini bukan ajaran kasih namanya tapi pilih kasih. Demikian juga saya 
kira umat Kristen, kalau mau masuk Islam dipersilahkan sebab semua 
itu adalah urusan pribadinya dengan Tuhan. Kalau dia merasa Islam 
bisa dan mampu menyelamatkannya, kenapa dia tidak masuk Islam, 
demikian juga kalau Yesus bisa dan mampu menyelamatkannya, kenapa 
takut masuk Kristen, semua itu urusan pribadi masing2 orang yang 
mempunyai hak asasi untuk memilih. Bukan berarti sesudah masuk 
Kristen/Islam tidak boleh lagi berganti keyakinan,sebab manusia 
harus menjunjung tinggi hak asasi manusia itu sendiri bukannya 
dikebiri, terutama hak keyakinan untuk memilih suatu agama.
>    
>   Coba kalau kita berkaca dinegara maju  dan makmur seperti AS dan 
negara2 Eropa, disana, segala macam yg berbau spiritual yg 
mengajarkan moral menjadi baik akan diberi izin beribadah, 
dilindungi dan dilestarikan. Mana ada gereja dibakar, mesjid dibakar 
atau vihara maupun kuil dibakar, semua itu dilindungi, dilindungi 
haknya. Coba kalau ada orang yg berani membakar mesjid atau gereja, 
dipastikan yg membakar akan segera diciduk dan dimasukkan kedalam 
penjara, tidak ada mempersoalkan dia Kristen atau Buddha, Islam atau 
Hindu atau aliran kepercayaan lain, yg melanggar hak asasi manusia 
harus ditindak tegas !!! Kalau ada kaum solidaritas yg 
sealiran/seiman mencoba membela atau berdemo, maka mereka akan 
dijuluki manusia "IDIOT", tidak pakai Otak & Pikiran sehat, dan juga 
akan diciduk !!!
>    
>   Lha di Indonesia, pemerintahnya mau bertindak demi keadilan 
saja, rakyatnya  sudah mengadakan segala macam demo untuk 
mengantisipasinya karena solidaritas seiman atau 
sejenisnya.................  Kapan negara ini mau maju kalau 
masyarakatnya masih begitu banyak yg picik dan fanatik bin idiot?  
> 
> Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Saya setuju dengan anda.
> 
> Anak-anak memang adalah ibarat tanah subur untuk menampung benih-
benih 
> rohani. Maka tidak salah, umumnya Gereja-gereja, menyelenggarakan 
Ibadah 
> khusus bagi anak-anak, yang dinamai Sekolah Minggu. Di sanalah 
mereka 
> dididik tentang ajaran-ajaran Alkitab. Kepada mereka diperkenalkan 
siapa 
> Yesus dan orang-orang beriman lainnya dalam bentuk cerita, drama, 
atau 
> gambar-gambar. Cara pendekatannya disesuaikan dengan usia mereka. 
Saya 
> yakin sekali seyakin, yakinnya di Sekolah Minggu manapun tidak 
pernah 
> ada kesempatan para pendidik untuk membahas apalagi untuk 
menjatuhkan 
> atau menjelekkan agama lain. Biasanya prosedur SM itu mirip dengan 
> ritual di Gereja buat orang dewasa (bernyanyi, berdoa menerima 
pengajaran).
> 
> Bulan Agustus yl. saya berkunjung ke Indonesia dan menginap di 
rumah 
> teman. Keluarga ini beragama Kristen, punya pembantu beragama 
Islam. 
> Suami/istri, kedua teman saya bekerja (suami pegawai, istri 
pramugari). 
> Si pembantu mereka ini sangat rajin sembahyang baik subuh maupun 
magrib. 
> Mereka masih punya anak perempuan berusia 2 1/2 thn.yang otomatis 
lebih 
> banyak menghabiskan waktu dengan pembantu di rumah sehari-harinya. 
> Setiap sore saat Azan break acara TV si anak menyaksikan baik di 
TV 
> demikian pembantunya akan naik ke lantai atas untuk sembahyang.
> 
> Saya jadi tertawa, ketika menyaksikan anak yang bijak ini satu 
kali. 
> Sore itu dia duduk di depan TV dengan si Mbaknya bersama-sama 
menonton 
> TV. Tiba-tiba saya mendengar suaranya yang lucu berkata: Mbak gih 
> cembahyang dah maglib, Ika juga ambil ail udu yah! katanya sambil 
> menirukan tayangan di TV itu. Ketika si Mbaknya naik ke kamarnya 
di atas 
> sambil tersenyum simpul, si Ika kecil masih mengingatkan mbaknya 
di 
> tangga, mbak janan takut ya, di atas juga ada Yesus ya! teriaknya 
> bagaikan penasehat yang meyakinkan diri sendiri, bahwa mbaknya 
pasti 
> kembali kepadanya habis sembahyang.
> 
> Ketika saya menceritakan cerita yang buat saya lucu dan menarik 
itu pada 
> orangtuanya, mereka hanya tertawa. Si anak ini sudah terbiasa 
melihat 
> orangtuanya tidak akan meninggalkan tempat tidur sebelum mereka 
berdoa 
> bersama termasuk dengan si anak. Demikian juga sebelum si anak 
tidur 
> selalu diajak berdoa bersama. Kehidupan rohani mereka semakin 
> menyuburkan hati anak ini untuk menerima hal-hal yang rohani, tapi 
> karena dia masih 21/2 tahun dia belum bisa membedakan ajaran Islam 
dari 
> ajaran Kristiani, namun orangtuanya tidak pernah berkata, 
mengambil air 
> wudu itu adalah ajaran yang menyesatkan dan bukan ajaran Yesus.
> 
> Anak ini juga pintar dan suka nyanyi, maka sepanjang hari saya 
akan 
> mendengarkan senandungnya, menyanyikan lagu-lagu yang dia dapat 
dari SM. 
> seperti Yesus cintaku, Dia cinta kau, kau cinta Dia sambil 
> memperagakannya pada si mbaknya. Kalau mbaknya pergi belanja, dia 
akan 
> wanti-wanti mbaknya: Mbak ati-ati ya, ada Tuan Yesus, jangan takut 
ya!
> 
> Perayaan Natal yang dirayakan di TV selama 'sebulan' telah membuat 
> mereka kebakaran jenggot. Bagaimana dengan acara Azan pagi dan 
sore yg 
> ditayangkan semua TV setiap hari sepanjang tahun di seluruh 
Indonesia? 
> Benteng apakah yang dapat dipakai keluarga kristen selama ini?
> 
> Maaf karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam, dapat 
diterima 
> bahwa mayoritas pembantupun adalah Islam. Jarang sekali umat 
kristen 
> yang mampu membayar pembantu, mempekerjakan orang kristen, 
melainkan 
> orang Islam, karena selain tidak pilih kasih, mencari pembantu 
kristen 
> itu susah. Maka kenyataan, sebaliknya anak-anak orang beragama 
Islam 
> jarang sekali bersentuhan dengan pengaruh kristiani. Mana ada 
keluarga 
> Islam yang menerima pembantu dari latar belakang kristen?
> 
> Pantaskah saudara-saudara yang beraga Islam mengalami ketakutan 
demikian?
> 
> Syalom
> Roslina
> 
> Al-Mahmud Abbas wrote:
> >
> >
> > Begitulah kalau wawasan dan spiritualitas hanya sebatas jengkal, 
tidak 
> > ada penghayatan mendalam arti dan makna agama. Jadi ketika 
anaknya 
> > bilang pengin masuk kristen gara2 nonton TV sudah kebakaran 
jenggot 
> > bagaikan mau digarong dan dikeroyok seribu syaiton, lantaran tak 
tahu 
> > apa dan bagaimana ilmu agama dan tidak tahu bagaimana memberi 
tahu 
> > tentang agama-agama kepada anak-anaknya. Tetangga saya orang 
kristen 
> > tidak pernah heboh ketika anaknya pinten adzan dan menirukan 
sholat 
> > gara2 setiap hari melihatnya di TV, bahkan dengan santainya 
menjadi 
> > bahan obrolan tanpa sedikitpun kelihatan khawatir anaknya masuk 
Islam.
> > Saya kira tidak perlu dibesar-besarkan selama kita masih sepakat 
> > sebagai negara Pancasila yang mengakui agama-agama lain sebagai 
agama 
> > yang baik dan mengajarkan kebaikan. Proteksi memang perlu 
dilakukan 
> > tetapi akan lebih baik tidak perlu dengan menyulut kebencian 
yang 
> > mengotori nurani.
> >
> > Wassalam.
> >
> >
> > On 1/9/07, *sobratsobat* <[EMAIL PROTECTED] 
> > <mailto:[EMAIL PROTECTED]>> wrote:
> >
> > Aku forward email dari milis Sabili soal kristenisasi. Buatku 
jelas
> > kalau isu ini telah dengan seenak udelnya diartikan sesuai dengan
> > selera orang yang bersangkutan. Judulnya saja pakai tanda tanya,
> > artinya yang nulis juga belon yakin tapi sudah melempar isu. Ini 
bukan
> > lagi kesalehan dalam beragama tapi kebencian dan kecurigaan.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:sabili%40yahoogroups.com>
> > [mailto: [EMAIL PROTECTED] <mailto:sabili%
40yahoogroups.com>]
> > On Behalf
> > Of A Nizami
> > Sent: 09 Januari 2007 18:17
> > To: media dakwah; sabili; padhang-mbulan; Saksi
> > Subject: [Sabili] Kristenisasi Lewat Program Natal di TV?
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> > Bulan Desember dan 1 Januari lalu ada 3 momen penting.
> > Tanggal 25 Desember: Natal, 30 Desember: Idul Adha, dan 1 
Januari:
> > Tahun Baru Masehi.
> >
> > Ternyata sejak awal bulan Desember hingga tanggal 8 Januari 
kemarin
> > gaung Natal masih muncul di TV-TV Swasta. Entah itu lewat lagu-
lagu
> > natal, film-film natal, ucapan2 natal, serta acara perayaan 
Natal.
> >
> > Idul Adha yang merupakan hari besar ummat Islam nyaris terendam 
oleh
> > acara natal di TV. Seolah-olah mayoritas penduduk Indonesia ini 
bukan
> > Muslim.
> >
> > Begitu gencarnya acara Natal di TV hingga sebulan lebih, sampai-
sampai
> > anak saya, Hana, yang berusia kurang dari 5 tahun berkata, "Ma 
aku mau
> > masuk Kristen" Istri saya dan saya segera memberi tahu bahwa
> > orang-orang Kristen itu musyrik. Mereka menyembah 3:
> > Tuhan yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus.
> > Sementara Islam menyembah hanya 1 Tuhan yang Maha Kuasa.
> >
> > Dengan kejadian itu, ada baiknya kita mewaspadai acara TV 
terutama
> > jika memasuki bulan Desember. Sepertinya acara natal di TV yang
> > jor-joran sebulan penuh (bahkan bisa lebih) sudah jauh dari 
kewajaran.
> >
> > Demikian pula hiasan-hiasan natal di mal-mal di mana penjaga 
toko yang
> > mayoritas muslim disuruh mengenakan topi Santa Claus. Sangat
> > menyedihkan.
> >
> > Ada baiknya surat ini kita renungi:
> >
> > Al Kafiruun:
> >
> > 1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
> > 2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
> > 3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah 4. Dan aku 
tidak
> > pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah 5. dan kamu tidak 
pernah
> > (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
> > 6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
> >
> > ===
> >
> >
> > 
> 
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
>


Kirim email ke