Bung Hartoni Ubes yb., terima kasih atas tanggapan dan tambahan informasi 
mengenai Mega.
   
  Menurut saya dalam perjuangan demokratisasi di Indonesia dewasa ini kita 
harus melihat lingkup nasional, bukan lingkup kepentingan sempit -  kepentingan 
golongan/kelompok. 
  Dari sudut lingkup kepentingan nasional, saya hanya melihat Mega/PDIP yang 
kiprah oposisinya sekarang ini ditujukan kepada demokratisasi di Indonesia, 
saya melihat hanya Mega/PDIP yang tanpa reserve mempertahankan Pancasila 1 
Juni, UUD 45, dan NKRI.  
  Tentu saja Mega/PDIP tidak luput dari kekurangan-kekurangan.  Ini wajar. Tapi 
tidak wajar kalau kita hanya mengincar atau terus menerus menyerang dan 
menyudutkan Mega/PDIP dari sudut kekurangan-kekurangannya saja. 
  Pernyataan saya tersebut di atas bukan tanda pengkultusan, sebab saya anti 
pengkultusan, dan juga anti penyanjung-nyanjungan, anti asal-ibu-senang, anti 
penjilatan. Tapi saya akan mendukung tokoh dan partai yang konsekwen 
memperjuangkan Pancasila 1 Juni, UUD 45, dan NKRI. Maaf kalau ada yang tidak 
berkenan.
   
  Salam,
  A. Simanjuntak
  

   
   
  ----- Original Message ----- 
From: Hartoni Ubes 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, January 12, 2007 1:39 PM
Subject: Re: [!! SPAM] Re: Re:Re: [nasional-list] Re: [mediacare] Mega 
Dipastikan Capres PDI-P 2009


Saya setuju kalau berdiskusi ttg topik-persoalan. Cuma ingin saya tambahkan, 
secara objektif.

Kisah Bu Mega ini memang agak "spesial". Tidak banyak pemimpin yang berani 
melawan Suharto dijaman jaya2nya, dan Bu Mega berani, dengan segala risikonya. 
Saya masih ingat sekitar Februari (atau awal Maret) 1998, waktu itu BuMega mau 
mengunjungi Jogya/Solo, dan Suharto segera mengirimkan batalion tempurnya, tapi 
tokh beliau (BuMega) tidak "kesengsem", tidak undur. 

Kemudian sewaktu Suharto turun dan dihujat dimana-mana (biasa, sesudah usai 
perang kan semua jadi Jendral ! - sami mawon, di dalam atau di luar-negeri). Bu 
Mega tidak demikian, beliau tetap tenang, tidak terbawa arus-mumpung.

Kita punya pepatah, karna nila setitik - rusak susu sebelanga. Ini metafora. 
Saya percaya belanganya BuMega sedemikian besarnya, sehingga seliter nilapun 
bisa dinetralkan.

Wassalam,
h.ubes


----- Original Message ----- 
From: Alex Simanjuntak 
To: nasional-list@ yahoogroups. com 
Cc: sastra-pembebasan@ yahoogroups. com ; koran-sastra@ yahoogroups. com ; 
[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] s.com ; wahana-news@ yahoogroups. com 
; [EMAIL PROTECTED] ps.com 
Sent: Thursday, January 11, 2007 12:54 PM
Subject: Re:Re: [nasional-list] Re: [mediacare] Mega Dipastikan Capres PDI-P 
2009

Bung Ambon yg terhormat,
 
Saya bukannya orang yang mengkultuskan Mega. Tabu besar bagi saya pengkultusan. 
Saya sadar bahwa setiap orang tentu mempunyai kekurangan. Tapi 
pernyataan/sindiran /kritikan yang tidak obyektif adalah kesalahan. Apalagi 
kalau hal itu condong kepada penghinaan atau penyerangan karakter.
Memang harus diakui bahwa ketika Mega di DPR pada jaman Suharto berkuasa, tidak 
kedengaran suaranya. Tapi dalam perjuangan politik kan semua ada waktunya kapan 
harus bersuara, kapan harus turun di lapangan. Yang jelas kiprah Mega kan terus 
menanjak, sehingga berani tampil menjadi pimp inan PDI meskipun Suharto masih 
ganas-ganasnya. Bahkan berani melawan Suryadi yang dijagokan Suharto. Bahkan 
nama PDI dijadikan PDIPerjuangan oleh Mega untuk terus maju melawan Suharto. 
Nah hal-hal inilah yang tidak disinggung (disembunyikan? ) oleh Bung Ambon. 
Kalau di luar negeri jaman siapa saja anda akan aman tenteram. Tidak ada a 
ncaman dari Suharto dll. Apalagi di luar negeri kehidupan relatif enak. 
Kabarnya kerja cuci piring saja gajinya antara 8-10 ero per jam. Mau apalagi, 
tinggal bersuara yang bukan-bukan, seenaknya. Saya kira sindiran-sindiran sinis 
harus diakhiri. Siapa yang diuntungkan? Dan kemudian berusaha menulis yang yang 
obyektif, tidak usah dukung Mega. Dan Mega saya kira tidak perlu dukungan anda. 
Mohon maaf, kalau tulisan ini tidak berkenan (Mungkin karena saya orang Batak, 
kasar). 
 
 
  ----- Original Message ----- 
  From: Alex Simanjuntak 
  To: nasional-list@ yahoogroups. com 
  Cc: sastra-pembebasan@ yahoogroups. com ; koran-sastra@ yahoogroups. com ; 
[EMAIL PROTECTED] com ; [EMAIL PROTECTED] s.com ; wahana-news@ yahoogroups. com 
; [EMAIL PROTECTED] ps.com 
  Sent: Thursday, January 11, 2007 12:41 AM
  Subject: [HKSIS] Re: [nasional-list] Re: [mediacare] Mega Dipastikan Capres 
PDI-P 2009
 
  Bung Ambon, Bung Marcopolo, Bung Roeslan, Bung DJF yth.,
  Saya kira kalau anda mau obyektif, seharusnya tidak usah mengeluarkan 
sindiran-sindirian yang condong menghina Mega/PDIP. Dia adalah satu-satunya 
pemimpin partai politik yang berani melawan Suharto (ketika masih berkuasa) 
secara terbuka. Kalau sekarang dicalonkan sebagai capres dalam pemilu 2009 oleh 
pendukung setianya yang berjumlah -/+ 20 juta, apa salahnya? 
  Kalau anda WNI dan tidak senang sama Mega, jangan pilih dia. Boleh pilih SBY, 
Kalla, Hidayat Nurwahid, dan lain-lainnya. Sekarang kan era demokrasi, kan?  
Tapi kalau anda warganegara Swedia, Jerman, Ceko, Belanda dll., saya kira tidak 
pantas, tidak etis, tidak terpuji tindakan-tindakan tersebut di atas. Lebih 
baik diam sajalah dan berbuat sesuatu yang sedikit-banyak bermanfaat untuk 
bangsa dan negara Indonesia.
  Bagaimana pun Mega berusaha berbuat untuk nusa dan bangsa. Kalau dia kalah 
dalam pemilu adalah suatu hal yang biasa dalam kehidupan partai: kalah atau 
menang. Biar Mega dan PDIP mengoreksi atas kekalahannya.
  A. Simanjuntak
 

   SUARA PEMBARUAN DAILY 
 
  Mega Dipastikan Capres PDI-P 2009
  [DENPASAR] Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri dipastikan menjadi 
kandidat Calon Presiden (Capres) yang diusung PDI-P pada tahun 2009 mendatang. 
  Usulan untuk mengusung Mega tampil sebagai Capres 2009 akan dituangkan dalam 
rekomendasi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P yang rencananya ditutup 
Selasa (9/1). 
  Kepasti an putri mantan proklamator Soekarno ini untuk ditetapkan menjadi 
capres 2009 berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pembaruan setelah 
dalam rapat tertutup disampaikan pandangan umum dai para peserta yang merupakan 
utusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P yang dibuka Megawati Minggu (7/1) di 
Hotel Inna The Grand Bali Beach Sanur, Bali. 
  Ketua DPD PDI-P Aceh, Karinun Usman yang ditemui usai pertemuan Senin (8/1) 
dini hari mengatakan, sikapnya tegas untuk mengusulkan Mega menjadi capres 2009 
lewat pandangan umum karena didasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain, Mega 
dianggap sebagai figur pemersatu bangsa yang konsisten untuk mempertahankan 
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
  Selain figur pemersatu, lanjut Karinun Usman, Mega merupakan salah satu tokoh 
nasional yang masih bisa disejajarkan dengan tokoh nasional lainnya di negeri 
ini. Bukan hanya PDI-P, partai politik di luar PDI-P juga menganggap Mega masih 
layak menjadi pemimpin bangsa ini. 
  "Kami sepakat dengan usulan Bali yang menjagokan Mega jadi capres 2009 karena 
beliau sudah teruji selama tiga tahun jadi Presiden, bangsa ini jauh kondisi 
ekonominya lebih baik ketimbang sekarang ini," ujar mantan anggota DPR itu. 
  Pendapat yang sama juga disampaikan PLH Wakil Ketua DPD PDI-P Irian Jaya 
Barat, Jimmi Demiaus Ijie yang mengatakan, sosok Mega masih merupakan kader 
PDI-P yang tepat diusulkan sebagai capres 2009. Sebab, selain Ketua Umum 
partai, Mega salah satu pemimpin bangsa yang diharapkan mampu memperbaiki 
kondisi bangsa yang kini carut marut. 
  Lain lagi yang dikatakan Ketua DPD PDI-P DKI, Deya Perkasa Yudha, usulan dari 
partainya mencalonkan kembali Mega menjadi capres 2009 karena hal itu memang 
diharapkan dan disampaikan rakyat kecil. 
  "Kami sempat melakukan kunjungan dengan turun ke bawah bersama Ketua Deperpu 
Taufiq Kiemas di 60 titik rawan di DKI. Dari kunjungan yang dilakukan hampir 
semua berharap kalau Mega bisa jadi presiden 2009 mendatang," katanya. 
  Badan Pemenangan 
  Dengan adanya usulan beberapa DPD yang secara jelas mengusung nama Mega untuk 
ditampilkan sebagai capres 2009, sudah tentu hal ini akan menjadi salah satu 
butir rekomendasi Rakernas PDI-P di Bali. Hal itu sempat dilontarkan Ketua 
Panitia Rakernas, Theo Syafei yang mengatakan, "Soal Capres kita lihat saja 
nanti hasil pandang- an umum para peserta Rakernas." 
  Sementara itu, Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung mengatakan, pada rakernas ini 
akan dibahas pembentukan badan pemenangan (BP) presiden. Mengingat saat ini 
sudah dibahas UU Pemilu dan waktunya sudah sangat dekat. "Dalam rakernas ini 
akan ditugaskan DPP untuk membentuk badan pemenangan presiden," ujarnya. [137] 
 
 
 



                
---------------------------------
Share your photos with the people who matter at Yahoo! Canada Photos

Kirim email ke