Tanya KEN..APA ???
Kalau suka mendengar tauziah dari para Ustadz untuk terjadinya/terlaksananya
sesuatu biasanya ada tiga unsur yang harus dipenuhi :
1. NIAT
2. TEMPAT
3. SAAT

Nomor 2 dan 3 adalah mewakili 'kesempatan' atau 'peluang' baik itu tempat,
waktu maupun pihak2 yang berkaitan (yang tentu juga merupakan pribadi2 yang
punya NIAT).
Utamanya yang perlu diluruskan adalah nomor 1, NIAT, bahwasanya kalaupun ada
SAAT dan ada TEMPAT (= ada peluang) tetapi kalau NIAT tidak ada maka tidak
akan terlaksanan/terjadi. (Demikian halnya dengan korupsi, selingkuh,
narkoba, PSK, dan kebobrokan-kebobrokan lainnya.)

Oleh sebab itu tugas para pemuka Agama adalah meluruskan NIAT beragama
secara benar, kembalikan niat beragama kepada makna yang paling hakiki,
yaitu memperbaiki kehidupan, bukan menggaungkan semangat untuk merusak
kehidupan dengan menciptakan musuh dan permusuhan.

Peace for all.
Salam

On 1/14/07, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   http://www.suarapembaruan.com/News/2007/01/13/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY Belum Terungkap Asal Senjata DPO

*Bom Kembali Guncang Poso*

[*PALU] Warga Poso kembali dikejutkan oleh sebuah bom yang meledak di
Jalan Pulau Sumatera, Poso, Sabtu (13/1) dini hari. Namun, tidak ada korban
jiwa dan kerusakan yang berarti dari kejadian tersebut. *

*Kabid Humas Polda Sulteng Moh Kilat yang dikonfirmasi Pembaruan, Sabtu
pagi membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, bom tersebut hanya bom
hampa sehingga tidak sampai menimbulkan korban. *

*Tujuannya hanya un- tuk meneror warga. Polda Sulteng tengah mengejar
pelakunya yang melarikan diri. *

*Sementara itu, Kilat pada hari Jumat mengatakan, dari hasil penyelidikan
sementara, 6 pucuk senjata api (senpi) organik yang disita polisi dari 5
tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polri yang berhasil
dibekuk dalam suatu penggerebekan di Poso Kamis, diketahui milik ke-5 DPO
tersebut. *

*Keenam pucuk senpi organik itu terdiri dari jenis SKS (2 pucuk) dan M16,
SS1, Revolver SNW serta GLM masing-masing satu pucuk. *

*Akan tetapi darimana ke-5 DPO memperoleh senjata organik yang seharusnya
hanya berada di tangan aparat TNI atupun Polri tersebut, belum terungkap.
*

*"Kita masih menyelidiki keberadaan senjata organik tersebut, namun sesuai
hasil penyidikan sementara senjata-senjata itu adalah milik kelima
tersangka," kata Kilat. *

*Kelima DPO yang berhasil dibekuk aparat tersebut yakni Dedi Parsan alias
Dedi (28, tersangka tewas ditembak petugas karena melawan saat hendak
ditangkap), Anang Muftadin alias Papa Enal (40), Paiman alias Sarjono (33),
Upik alias Pagar (22) dan Abd Muis alias Muis (25). *

*Keempat DPO terakhir saat ini masih diperiksa secara intensif di Mapolda
Sulteng di Palu. *

*Sumber Pembaruan di Polda Sulteng menyebutkan hasil pemeriksaan sementara
Anang dan Muis diduga terlibat kasus mutilasi 3 siswa SMU Gereja Kristen
Sulawesi Tengah (GKST) pada Oktober 2005. *

*Sedangkan Paiman diduga terlibat kasus bom di pasar Tentena Juli 2004
yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Sementara Dedi
Parsan yang tewas tertembak peluru petugas, diduga terlibat dalam sejumlah
kasus kekerasan di Poso, dan ia duga sebagai salah satu otaknya dan paling
dicari polisi selama ini. *

*Kilat mengatakan, ke-6 senjata organik disita aparat dari rumah
persembunyian para DPO di kawa- san Jl. Pulau Jawa II Kelurahan Gebang Rejo
Kecamatan Poso Kota. Seluruh senpi organik itu saat ini masih diamankan di
Mapolda Sulteng. *

*Ditanya apakah kemungkinan senpi-senpi organik itu adalah milik aparat di
Poso yang disinyalir memback up aksi-aksi kerusuhan di Poso, Kilat
mengatakan sinyalemen itu terlalu jauh. *

*"Dugaan itu terlalu berlebihan. Memang itu senjata organik tapi belum
tentu milik aparat kita, TNI maupun Polri. Bisa saja senjata-senjata itu
selundupan dari luar negeri, ini yang masih kita dalami," tandasnya. *

**

*Transparan *

*Sekretaris Poso Center Mafud Maswara meminta aparat mengungkap secara
serius dan transparan perihal keberadaan senpi-senpi organik tersebut. *

*"Penemuan 6 pucuk senpi organik tersebut sangat penting dan berharga
untuk mengungkap mata rantai peredaran senjata api di daerah-daerah konflik
terutama di Poso," tandas Mafud. *

*"Kenapa senjata jenis M-16 yang harusnya hanya ada di tangan tentara juga
SS1 yang jadi milik polisi, harus ada di tangan warga sipil. Siapa yang
mensuplai itu kepada mereka untuk dipakai berkonflik di Poso?, semua ini
harus bisa dijawab secara tuntas oleh aparat jika ingin kasus Poso selesai
sampai ke akar-akarnya," ujarnya lagi. *

*Saat ini Penjagaan ketat aparat di lakukan di semua tempat terutama
daerah-daerah yang dianggap rawan sistem pengamaman dilipatgandakan. *

*Setiap malam polisi ju-ga melakukan patroli hingga wilayah-wilayah pede-
saan. *

*Kilat mengatakan penangkapan para DPO yang belum menyerahkan diri masih
terus akan dilanjutkan demi tegaknya hukum namun upaya persuasif tetap juga
akan dikedepankan. *

*"Jika upaya persuasif tidak direspon secara kooporatif maka kita terpaksa
melakukan tindakan tegas dengan menangkap para DPO sesuai mekanisme yang
diatur dalam kepolisian," tandas Kilat. [128] *

**
*Last modified: 13/1/07*

Kirim email ke