Sangat diharapkan supaya kita semua dibumi ini tidak diharuskan menyaksikan
perlombaan dalam mengerem modernisasi hak dan harga diri kaum perempuan oleh
Gereja Katolik, Syariat Islam dan agama atau kepercayaan bahkan sekte dan
organisasi apa saja. Marilah kita bersama berdoa untuk adanya the supremacy of
common sense.
MLM
Institute for Ecosoc Rights <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Gereja Katolik Menyuburkan Adat yang Membebani Perempuan?
Yan Koli Bau
MENANGGAPI tulisan di Kompas 23 Desember 2006 yang mengesankan bahwa adat yang
membebani perempuan tampaknya sebenarnya juga didukung oleh otoritas agama
Katolik di Timor, Nusa Tenggara Timur, saya merasa perlu menambahkan latar
belakang berikut ini. Dan sekaligus mempertanyakan ulang: benarkah Gereja
Katolik menyuburkan praktek adat-istiadat yang memberatkan dan turut
merendahkan martabat perempuan?
Pada prinsipnya Gereja Katolik di Timor tidak mengijinkan perceraian, apa pun
alasannya, termasuk alasan belum beresnya urusan adat-istiadat seputar mas
kawin. Tampaknya Gereja belajar dari pengalaman masa lalu yang sangat kaya.
Banyak perkawinan tertunda karena belum beresnya urusan mas kawin. Banyak
perkawinan bubar di tengah jalan kerana mas kawin. Dan banyak pula pasangan
yang belum menikah karena urusan adat belum beres walaupun mereka sudah
memiliki beberapa orang anak.
Simak kelanjutannya di blog kami :
http://ecosocrights.blogspot.com
Institute for Ecosoc Rights
Jln. Tebet Timur Dalam VI C No. 17
Jakarta Selatan 12820.
Telp./Fax: 021-8304153
http://ecosocrights.blogspot.com
email: [EMAIL PROTECTED]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com