Tiket Murah Atau Tiket Mahal, Nyawanya Tetap Murah !!! > In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kita harapkan pemerintah makin besungguh-sungguh menerapkan aturan. > Apa gunanya harga tiket murah kalau risikonya mahal. Bukan hanya > pesawat, terhadap perusahaan pelayaran yang baru saja mendapat > musibah dengan tenggelamnya Kapal Senopati Nusantara dengan 600 > penumpang lebih, atau kereta api yang terus menerus mendapat musibah > tabrakan, teguling atau anjlok, pemerintah juga harus tegas > menerapkan aturan dan sanksi. >
Tiket mahal tetapi risikonya sama murah, sama murahnya dengan tiket murah yang risikonya mahal. Risiko murah dan risiko mahal sama2 mengorbankan jiwa, derita, maupun perasaan yang tak sebanding dengan harga tiket yang dibelinya. Demikianlah Adam Air menjual tiket murah tapi dengan mengabaikan keamanan penumpangnya. Tapi pesawat domestik lainnya seperti Garuda, Merpati dll, meskipun menjual tiketnya lebih mahal, tapi resiko keamanan penumpangnya sama rendah bahkan kadang2 lebih rendah dari cara2 yang dilakukan oleh Adam Air. INILAH YANG KITA NAMAKAN BUDAYA BANGSA, INILAH CONTOH BANGSA YANG DIRACUNI AGAMANYA. Kita tengok saja contoh jemaah haji, mulanya dengan tiket yang dibayar itu sudah menjamin kesejahteraan selama perjalanan di Mekah hingga kembali ke tanah airnya. Tetapi mendadak tiket dinaikkan katanya untuk memberi peningkatan kesejahteraan yang lebih baik, ternyata malah tidak diberi makan sehari karena meskipun tiketnya dinaikkan, tetapi kateringnya malah diubah diborongkan kepada katering yang lebih murah, bahkan bukan katering melainkan penjual makanan ternak. Itulah contoh sipenyelenggara yang adalah pejabat2 pemerintah RI yang bisa kita sama2 buktikan bahwa tiket mahal malah resikonya juga naik dan harga nyawa konsumer malah jadi turun. Ny. Muslim binti Muskitawati.
