Dear All,
Dear All,
Karya tulisan ini ditulis oleh salah satu teman saya, Pak Roni Yuzirwan, yang
saya "copy paste" dari salah satu milis. Terima kasih Pak Roni, tulisan2nya
sangat inspiratif.
Semoga bermanfaat.
Mohon maaf, bila kurang berkenan.
Salam,
Roess
http://kamiilahmum.multiply.com
Note: Buat yang berkenan & suka baca, ikutin cerita "Wanita Nekad..." di
Majalah DUIT! Edisi Januari 2007 (No. 09/1/Januari 2007)
---------------------------------------Berikut Tulisan
beliau:----------------------------
Saya mendapat beberapa pertanyaan dari pengunjung blog ini tentang bagaimana
meningkatkan omset usahanya. Pertanyaannya berbeda-beda, tapi ujung-ujungnya
masalah ini juga.
Saya berusaha menjawab dengan pengalaman dan teori yang saya dapat selama ini.
Jadi, yang saya tulis ini benar-benar telah saya terapkan, bukan sekedar
kutipan dari buku. Ada pun teori yang saya dapat bukanlah dari buku-buku
marketing yang bersifat akademis dan njimet yang diperuntukkan bagi
perusahaan-perusahaan besar. Menurut saya tidak cocok untuk bisnis saya yang
masih skala UKM yang anggarannya terbatas. Akhirnya saya temukan teori-teori
marketing jalanan atau istilahnya "street smart" yang lebih membumi, murah dan
gampang diaplikasikan.
Ilmu-ilmu tersebut saya dapatkan dari mentor saya Pak Tung DW, Brad Sugars, Jay
Abraham, Jay Conrad Levinson dan Roger Konopasek. Mereka dikenal sebagai
pebisnis yang menggunakan ilmu "street smart".
Dari tokoh-tokoh di atas, saya banyak mengambil ilmu dari Brad Sugars, karena
saya anggap lebih lengkap dan sistimatis. Mungkin saja Brad Sugars juga
mengambil ilmu dari yang lain seperti Jay Abraham, karena saya lihat banyak
kemiripan dan dilengkapi oleh Brad.
Jadi, bagaimana cara meningkatkan omset sekaligus keuntungan bisnis tersebut?
Berikut ini adalah caranya yang lebih dikenal dengan istilah Five Business
Chasis itu:
1. Perbanyak Prospek (Leads). Caranya dengan iklan, buka cabang, sebar brosur,
ikut pameran dll. Misalnya, anda buka toko di mal. Rata-rata yang masuk ke toko
anda secara tidak sengaja adalah 1000 orang, maka prospek/leads anda adalah
1000. Kemudian anda sebarkan brosur di pintu gerbang mal yang mengundang orang
supaya datang ke toko anda. Katakanlah prospek yang yang masuk ke toko dari
brosur tersebut adalah 100 orang, jadi prospek anda menjadi 1100. Semakin
banyak yang masuk ke toko anda berarti semakin banyak prospek anda.
2. Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion). Konversi adalah jumlah prospek
yang akhirnya membeli produk anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke
toko anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi anda adalah 25%.
Bagaimana cara menaikkan konversi? Contohnya: berikan garansi, berikan jaminan
purna jual, delivery gratis, dll.
3. Naikkan Jumlah Transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi
yang terjadi di toko anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara
menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan anda lebih
sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher dll.
4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa
rata-rata transaksinya? Misalnya toko anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per
hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi anda adalah Rp.
20.000. Caranya? Anda pernah makan di McDonalds? Setiap kita akan membayar,
pelayannya selalu tanya: "Mau tambah french fries pak?" Kalau kita jawab iya,
dia akan tanya: "Yang large atau medium?" Kalau kita jawab tidak ingin french
fries, dia akan tanya lagi: "Es krimnya mau pak?" atau "Mau coba wafflenya
pak?" Begitu seterusnya.
5. Naikkan Margin Keuntungan. Misalnya harga pokok produk anda adalah Rp.750.
Anda jual Rp.1000, maka keuntungan anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp.
1000). Kemudian anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin
keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.
Mari kita lihat angka-angkanya:
Sebelum:
Prospek 1000 x Konversi 25% \u003d 250 Orang Konsumen x 2 Transaksi x Rata-rata
Transaksi Rp. 20.000 \u003d Total Omset Rp. 10.000.000 x 25% Margin Keuntungan
\u003d Laba Rp. 2.500.000.
Dengan teknik-teknik di atas, kemudian kita berhasil menaikkan 10% saja untuk
setiap point Business Chasis di atas. Mari kita lihat angka sesudahnya.
Sesudah:
Prospek 1100 x Konversi 27,5% \u003d 302 Orang Konsumen x 2,2 Transaksi x
Rata-rata Transaksi Rp. 22.000 \u003d Total Omset Rp. 14.616.800 x 27,5% Margin
Keuntungan \u003d Laba Rp. 4.019.620.
",1] ); //-->
2. Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion). Konversi adalah jumlah prospek yang
akhirnya membeli produk anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke toko
anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi anda adalah 25%. Bagaimana
cara menaikkan konversi? Contohnya: berikan garansi, berikan jaminan purna
jual, delivery gratis, dll.
3. Naikkan Jumlah Transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi
yang terjadi di toko anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara
menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan anda lebih
sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher dll.
4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa
rata-rata transaksinya? Misalnya toko anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per
hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi anda adalah Rp.
20.000. Caranya? Anda pernah makan di McDonalds? Setiap kita akan membayar,
pelayannya selalu tanya: "Mau tambah french fries pak?" Kalau kita jawab iya,
dia akan tanya: "Yang large atau medium?" Kalau kita jawab tidak ingin french
fries, dia akan tanya lagi: "Es krimnya mau pak?" atau "Mau coba wafflenya
pak?" Begitu seterusnya.
5. Naikkan Margin Keuntungan. Misalnya harga pokok produk anda adalah Rp.750.
Anda jual Rp.1000, maka keuntungan anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp.
1000). Kemudian anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin
keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.
Mari kita lihat angka-angkanya:
Sebelum:
Prospek 1000 x Konversi 25% = 250 Orang Konsumen x 2 Transaksi x Rata-rata
Transaksi Rp. 20.000 = Total Omset Rp. 10.000.000 x 25% Margin Keuntungan =
Laba Rp. 2.500.000.
Dengan teknik-teknik di atas, kemudian kita berhasil menaikkan 10% saja untuk
setiap point Business Chasis di atas. Mari kita lihat angka sesudahnya.
Sesudah:
Prospek 1100 x Konversi 27,5% = 302 Orang Konsumen x 2,2 Transaksi x Rata-rata
Transaksi Rp. 22.000 = Total Omset Rp. 14.616.800 x 27,5% Margin Keuntungan =
Laba Rp. 4.019.620.
Jadi, dengan kenaikan 10% saja dari setiap point Business Chasis di atas
berhasil menambah laba sebesar Rp. 1.519.620 atau 61%!
Saya telah mencobanya.
Roni,
The Indonesian Lazy Man\'s Way to Riches www.roniyuzirman.blogspot.com
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of RoNi
Sent: 21 November 2005 07:07
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [kuadran-empat] Saling Tukar Ilmu, Cara Murah untuk Sukses Bersama
Ada tiga tukang sulap, yaitu tukang sulap A, B dan C. Masing-masing mereka
punya satu trik sulap yang berbeda. Satu tukang sulap hanya punya satu trik.
Kemudian mereka saling bertukar trik sulap. Jadi, setiap tukang sulap akhirnya
punya tiga trik sulap. Masing-maling pesulap tentunya telah mengeluarkan biaya
tertentu untuk mempelajari trik andalannya tersebut. Dengan saling bertukar
ilmu, mereka jadi punya trik lebih banyak dan bisa menarik penonton lebih
banyak tanpa keluar biaya besar.
Dalam dunia bisnis, kita tidak mungkin punya semua keahlian. Mungkin ada yang
jago marketing saja, ada yang lihai produksi saja, ada yang ahli di teknologi
saja, ada yang pakar di SDM dan seterusnya. Bagaimana caranya agar semua ilmu
bisa dikuasai oleh masing-masing pebisnis? Kalau perusahaannya sudah besar,
gampang, tinggal menggaji orang ahli atau cari konsultan yang mahal. Tapi,
kalau masih perusahaan kecil, tentu hal ini jadi kendala terutama dari segi
biaya dan waktu.
",1] ); //-->
Jadi, dengan kenaikan 10% saja dari setiap point Business Chasis di atas
berhasil menambah laba sebesar Rp. 1.519.620 atau 61%!
Saya telah mencobanya.
Roni,
Indonesian Lazy Man's Way to Riches www.roniyuzirman.blogspot.com