Acungan dua jempol tangan kepada pengurus Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya dan GKI. Inilah praktek kerukunan umat beragama yang nyata, bukan slogan di mulut. Semoga kerukunan umat beragama di Indonesia mananjak sitorus.
Arab Saudi yang mendiskriminir Bijbel mesti belajar dari PBNU Singaparna!!! Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "nurul huda maarif" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > KH M. Ilyas Ruhiat Beri Tausyiah Untuk Pendeta > > Tasikmalaya, wahidinstitute.org > > Puluhan pendeta dan calon pendeta dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) > diterima langsung oleh mantan Rais Am Syuriah PBNU yang juga pengasuh Pondok > Pesantren Cipasung, KH M. Ilyas Ruhiat, di kediamannya, Kamis (11/01/2007). > Kiai kharismatik ini menyampaikan harapannya supaya negeri ini selamat lahir > dan batin, kepada peserta live in Kelas Islam dan Pluralisme II di Pondok > Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya 11-12 Januari 2007 itu. > > http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/334/52/ >
