DL - Meminta bantuan presiden negara asing untuk menyelesaikan masalah HAM 
dalam negeri? How comes, apakah Indonesia tidak mampu menyelesaikan kasus Munir 
sendiri? Di samping itu tangan Bush sendiri berlumuran darah di Irak, bagusnya 
sih menyelesaikan kasus Munir dengan tenaga sendiri saja, bukan begitu?


Radio Nederland Siaran Indonesia - Ranesi.
http://www.ranesi.nl/news/pers/
Presiden George W. Bush Dihimbau Bicarakan Soal Munir Dengan SBY
Pada situs human rights first.org dapat dibaca surat terbuka sebuah organisasi 
advokat terkenal yang berisi seruan kepada presiden Amerika George W. Bush agar 
membicarakan perkara Munir dalam pertemuannya dengan presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono Senin mendatang di Bogor. Presiden Bush telah menyebut pentingnya 
masalah hak-hak azasi manusia di dunia, maka ia seharusnya menyoroti keadilan 
dalam sebuah perkara yang sangat penting untuk kemajuan hak-hak azasi manusia 
dan demokrasi Indonesia.

Ketika pulang dari Amerika Serikat setelah menerima hadiah dari Human Rights 
First dan bertemu dengan para wakil pemerintahan Amerika dan PBB, Suciwati, 
isteri Munir, dihadapkan pada keputusan pemerintah Indonesia yang mengecewakan 
yaitu penolakan setiap bentuk campur tangan internasional dalam kasus Munir. 
Menurut Jakarta, pihak berwenang dalam negeri bisa menanganinya. Namun polisi 
belum pernah bertindak berdasarkan bukti Tim Pencari Fakta yang menunjukkan 
keterlibatan petugas BIN dan petugas senior maskapai penerbangan Garuda. 
Sebenarnya presiden SBY belum mengumumkan laporan tim tersebut seperti 
dijanjikannya sebelum informasi ini keluar.

Menurut Maureen Byrnes, pemimpin Human Rights First, polisi dan Kejaksaan Agung 
sudah punya waktu dua tahun untuk menunjukkan mereka betul-betul ingin 
menangkap pembunuh Munir. Kegagalan pemerintah Indonesia untuk sepenuhnya 
menyidik perkara ini dan mengadili orang yang betul-betul bertanggungjawab atas 
pembunuhan Munir menjadikan hal ini sebagai masalah internasional penting.

Demikian situs human rights first dan demikian pula ulasan pers hari ini. 

Kirim email ke