Postingan yang menarik, isinya banyak yg perlu didiskusikan, bisa
mendatangkan inspirasi. Terus terang belum pernah membaca satupun
buku karya Trotsky. Pernah ketika masih di SMP bertemu dengan bukunya
Tan Malaka "Madilog", kepala malah jadi puyeng.
Sosialisme Venezuela yg diserukan oleh Chavez mengingatkan kita pada
Sosialisme Indonesia yang didengungkan oleh Bung Karno tempo doeloe.
Paling tidak sifat nasionalnya. Aspek internasionalisnya tidak (belum) menonjol.
Kalau tidak salah perdebatan antara Lenin dan Trotsky ialah apakah
sosialisme dpt dimenangkan hanya disatu negeri, atau harus berjaya di
banyak negeri serentak. Karena itu diperlukan revolusi permanen.
Gerakan kiri Bolivarian yang didukung oleh kekayaan minyak yang besar
ini sangat menarik. Menurut saya pengalaman diseluruh blok Soviet, terutama
di Eropa Timur, di Kuba, apalagi di RRT, Vietnam selama ini, harus dipelajari
sekait kegagalan atau kemajuannya di dua negeri Asia itu.
Bagaimanapun perkembangan Venezuela, Bolivia dan seluruh Amerika Latin
hendaknya dipantau oleh semuanya di Indonesia yang mendambakan
perubahan sistem menuju ke yang benar-benar dari, oleh dan untuk rakyat.
Terimakasih, salam, Bismo DG
----- Original Message -----
From: Rumah Kiri
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, January 17, 2007 7:05 AM
Subject: [nasional-list] "Apa Masalahnya? Saya juga Seorang Trotskys!" -
Chavez Disumpah sebagai Presiden
"Apa Masalahnya? Saya juga Seorang Trotskys!" - Chavez Disumpah
sebagai Presiden Venezuela
Oleh Jorge Martin
Jumat, 12 Januari 2007
Pada hari Rabu, 10 Januari, Chavez disumpah sebagai Presiden Venezuela
untuk masa jabatan baru, dan dia menyampaikan pidato dimana dia
mengumumkan anggota kabinet dan mengulangi kebijakan utama
pemerintahannya yang sudah digarisbawahi di dalam pidato utamanya hari
Senin, 8 Januari.
Setelah kemenangan mutlak di pemilihan presiden di bulan Desember
(dimana Chavez menerima 7.3 juta suara, 63%), Chavez menekankan bahwa
ini bukan suara untuk dia sendiri, tetapi suara untuk proyek sosialis
yang dia sudah pertahankan. Pernyataan yang dia buat beberapa hari
lalu ini di Venezuela mengirimkan signal yang jelas dan kuat akan arah
yang ia hendak tuju.
Komposisi pemerintahan baru tersebut dapat dicermati sebagai
pergerakan ke arah kiri. Pertama-tama, wakil presiden Jose Vicente
Rangel, yang secara publik menentang penyitaan lapangan golf Caracas
oleh gubernur Caracas, Juan Barreto, and secara terus terang
mengatakan bahwa pemerintah menghormati kepemilikan pribadi sudah
disingkirkan. Dia digantikan oleh Jorge Rodriguez, yang secara umum
dilihat berada di sayap kiri gerakan Bolivarian. Ayahnya, dengan nama
yang sama, adalah pemimpin historis Serikat Sosialis di tahun 1970an
dan meninggal akibat penyiksaan saat dia dikurung oleh polisi rahasia.
Chavez juga menegaskan bahwa "pertama kalinya dalam sejarah, kita
mempunyai seorang menteri dari Partai Komunis di Venezuela", merunjuk
kepada David Velasquez yang baru dilantik sebagai Menteri Kekuatan
Rakyat untuk Partisipasi dan Perkembangan Sosial. Partai Komunis
Venezuela (PKV) belumlah memainkan peran vanguard (barisan depan)
dalam revolusi Bolivarian. Sebelum Chavez mulai berbicara mengenai
perlunya melewati kapitalisme dan mengenai sosialisme sebagai
satu-satunya jawaban, PKV menekankan bahwa sosialisme bukanlah agenda
yang harus segera dilaksanakan saat ini di Venezuela, bahwa revolusi
pada tahap ini hanyalah sebuah perjuangan melawan imperialisme, ini
mengulangi ide Stalinis, teori dua-tahap, yang tua dan berbahaya. PKV
tidak mengantisipasi pernyataan Chavez mengenai perlunya perjuangan
untuk sosialisme dan secara 180 derajat berubah mengekori apa yang
Chavez nyatakan, demikianlah PKV mengikuti peristiwa daripada
menawarkan kepemimpinan.
Di antara para menteri-menteri baru yang akan diikutsertakan di dalam
pemerintah, Chavez juga mengangkat sebagai Menteri Buruh, Jose Ramon
Rivero, yang dia lukiskan sebagai seorang yang "muda dan seorang
pemimpin buruh". "Saat aku panggil dia," Chavez menjelaskan, "dia
bilang kepadaku: `presiden, saya ingin memberitahukan anda sesuatu hal
sebelum orang lain memberitahukannya kepada anda . saya adalah seorang
Trotskis', dan saya bilang, `Jadi apa masalahnya? Saya juga seorang
Trotskis! Saya mengikuti garisnya Trotsky, yaitu revolusi permanen."
Jose Ramon Rivero adalah seorang pemimpin serikat buruh di pabrik
aluminium Venalum milik negara di propinsi industrial Bolivar, dan
sudah menjadi salah satu anggota parlemen dari Front Buruh Bolivarian
(Frente Bolivariano de Trabajadores, FBT). Dalam periode belakangan
ini, FBT didominasi oleh elemen yang paling moderat yang sudah
meluncurkan kampanye melawan sayap kiri di Serikat Buruh Nasional
Venezuela (Union Nacional de Trabajadores, UNT). Harus dilihat
dikemudian hari bagaimana sikap Rivero sebagai Menteri Buruh. Dia akan
dinilai dari posisinya berhubungan dengan manajemen oleh buruh
(workers' management or workers' control), pendudukan pabrik (factory
occupation), nasionalisasi, dan perlindungan hak-hak buruh.
Tetapi, pernyataan Chavez bahwa dia adalah seorang Trotskis
merefleksikan evolusi ke kiri dari ide politiknya dan tumbuhnya
radikalisasi didalam kepribadiannya. Pada permulaan revolusi Venezuela
di tahun 1998, Chavez secara terbuka mengakui bahwa dia berpihak pada
"cara ketiga" ("third way", yaitu jalan tengah antara kapitalisme dan
sosialisme) dan tidak menentang kapitalisme sama sekali. Hanya pada
bulan Januari 2005, disaat penyitaan pabrik Venepal, pertama kalinya
dia mengatakan bahwa "di dalam batasan kapitalisme tidak ada solusi
untuk masalah-masalah yang dihadapi rakyat Venezuela" dan revolusi
haruslah maju menuju "sosialisme abad ke-21". Perubahan ide politiknya
disebabkan oleh beberapa hal, Chavez mengatakan, dari pengalaman
revolusi Bolivarian (mencoba menerapkan reformasi dasar seperti
pelayanan kesehatan gratis dan pendidikan untuk semua masyarakat dan
dihadapkan dengan perlawanan bersenjata dari kelas kapitalis),
membaca, dan diskusi.
Tidak lama sebelum dia menyatakan dirinya sendiri sebagai seorang
sosialis, dia membeli buku "Revolusi Permanen" karya Leon Trotsky di
sebuah pertemuan di Madrid dimana dia berbicara dihadapan para buruh
dan pemuda di markas Komisi Pekerja Serikat Buruh (CCOO). Jelas-jelas
dia menjadi tertarik dengan ide-idennya Trotsky, karena ide-ide
tersebut memberikan ide sosialis yang sangat berlawanan dengan
karikatur Stalinis yang sudah jatuh di Uni Soviet. Kira-kira pada saat
yang sama, didalam sebuah interview dengan Al Jazeera dia menjelaskan
bahwa di dalam opininya yang sudah gagal di Uni Soviet "bukanlah
sosialisme, apa yang ada disana sudah bergerak menjauhi tujuan semula
dari Lenin dan Trotsky, terutama setelah Stalin."
Pada saat itu, ini merupakan titik perubahan utama di dalam revolusi
Bolivarian dan membuka perdebatan mengenai sosialisme dan apa
pengertiannya di seluruh Venezuela seperti yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Pernyataan Chavez baru-baru ini juga bisa dilihat sebagai
hal yang sama, yang merupakan satu lagi titik perubahan utama di dalam
revolusi.
Chavez juga menekankan bahwa menteri-menteri baru tersebut adalah
"menteri kekuatan rakyat" dan bahwa mereka harus menghabiskan waktu
mereka dari hari Senin sampai Rabu di dalam kantor mereka menjalankan
tugas mereka, tetapi dari hari Kamis sampai Minggu mereka haruslah
berada "di luar jalanan untuk mengimplementasikan rencana kerja".
"Tidak ada satu halpun, tidak ada seorangpun yang bisa mengalihkan
kita dari jalan menuju sosialisme Bolivarian, sosialisme Venezuela,
sosialisme kita" dia tekankan. Pada saat penyumpahannya sebagai
presiden, dia mengumandangkan bahwa satu tujuannya adalah untuk
mendirikan Republik Bolivarian Sosialis Venezuela, dan bahkan formula
yang dia pakai untuk sumpah presidennya sangatlah sosialis. "Saya
bersumpah kepada rakyat dan kepada tanah tumpah darah bahwa saya tidak
akan mengistirahatkan tangan saya ataupun mengistirahatkan jiwa saya;
bahwa saya akan memberikan siang dan malam saya dan seluruh hidup saya
untuk pembangunan sosialisme Venezuela, sebuah sistem politik yang
baru, sebuah sistem sosial yang baru, sebuah sistem ekonomi yang
baru." Dan dia menutup pidatonya dengan sebuah sebuah pekik perjuangan
"Tanah tumpah darahku, sosialisme atau kematian!".
Seperti langkah maju utama lainnya di revolusi Bolivarian, Chavez
mengartikan dan meresponse terhadap tekanan massa revolusioner dari
bawah, tetapi pada saat yang sama dia mengambil inisiatif, meluncurkan
ide dan proposal yang berani dan secara sadar mendorong seluruh proses
ke depan. Sambutan dari anggota-anggota revolusioner terhadap
pernyataan yang dia buat pada hari Senin, 8 Januari, dan terutama
mengenai nasionalisasi perusahaan telekomunikasi CANTV dan perusahaan
listrik EDC, sangatlah antusias. Aktivis serikat buruh sudah
menghubungi para pemimpin UNT untuk mengekspresikan dukungan mereka
terhadap tindakan-tindakan tersebut. "Aliansi Serikat Buruh" di SIDOR,
sebuah pabrik besi di Bolivar yang diprivatisasi pada tahun 1990an,
sudah mengeluarkan pernyataan meminta presiden untuk
menasionalisasikan kembali pabrik tersebut. Mereka menambahkan bahwa
nasionalisasi tersebut jangan hanya kembali ke situasi sebelumnya
dimana SIDOR merupakan milik negara, tetapi ini harus disertai dengan
manajemen oleh buruh seperti yang sudah dialami di pabrik aluminium
ALCASA.
Menteri Buruh yang baru, Rivero, sudah mengorganisasikan pertemuan
dengan serikat buruh yang merepresentasikan para pekerja di
perusahaan-perusahaan yang akan dinasionalisasikan untuk membicarakan
masa depan mereka, dan sudah menambahkan bahwa sebuah pertemuan sudah
dilaksanakan di dewan menteri yang baru tentang "pembentukan dewan
pekerja" di perusahaan-perusahaan tersebut, dimulai dari Kementerian
Buruh sendiri.
Tetapi juga, seperti di titik perubahan sebelumnnya, elemen birokrasi
dan reformis di dalam gerakan Bolivarian (dan terutama di dalam
kepemimpinannya) sudah berkonspirasi untuk melunakkan isi dari
pernyataan dan proposal Chavez, dan untuk memblokir inisiatif
revolusioner dari massa. Pengumuman mengenai nasionalisasi CANTV dan
EDC langsung menurunkan harga saham mereka secara tajam di bursa efek
Caracas dan perdagangan saham tersebut dihentikan. Tetapi secara cepat
Menteri Perdagangan yang baru, Rodrigo Cabezas, menjelaskan bahwa
"proses nasionalisasi akan dijalankan dengan menghormati rangka
konstitusi yang diantaranya melarang penyitaan". Ini bukanlah
kebijakan yang diambil oleh Rivero, Menteri Buruh yang baru, yang
mengingatkan para jurnalis bahwa banyak pekerja dan eks-pekerja CANTV
yang memiliki saham yang mereka dapat saat proses privatisasi yang
dahulu (seperti halnya di SIDOR) dan bahwa mereka, bersama-sama dengan
pemerintah, merepresentasikan 20% dari total pemegang saham. Dia
mengatakan bahwa pemerintah akan mencari jalan untuk melindungi
kepentingan para pemegang saham kecil ini, tetapi bukan kepentingan
orang-orang yang "membeli saham mereka dari bursa efek New York (NYSE)
atau darimanapun".
Maka dari itu, perjuangan ini masih jauh dari selesai dan sangatlah
perlu bagi para anggota revolusioner, dan terutama aktivis serikat
buruh yang revolusioner, untuk mengambil inisiatif dari semua front
dan untuk memberikan muatan kepada semua pernyataan ini: perlunya
nasionalisasi sektor-sektor kunci ekonomi, perlunya untuk membongkar
pemerintahan borjuis dan menggantikannya dengan pemerintahan
revolusioner berdasarkan dewan pekerja dan rakyat, dan pembangunan
partai persatuan revolusi sosialis. CMR (Corriente Marxista
Revolucionaria, The Revolutionary Marxist Current) atau Arus Marxis
Revolusioner di Venezuela mendesak perlunya sebuah konferensi buruh
nasional untuk membicarakan semua isu tersebut dan peran kelas pekerja
di tahap revolusi yang baru, dan konferensi tersebut harus meluncurkan
hari aksi nasional pendudukan pabrik. Ini berhubungan erat dengan
perjuangan para pekerja di Sanitarios Maracay, perusahaan pertama di
Venezuela yang diduduki oleh pekerjanya dimana tenaga kerjanya
mengproduksi dan menjual produknya dibawah kontrol pekerja. Sebuah
panggilan sudah diisukan untuk sebuah demonstrasi nasional yang baru
guna mendukung desakan para pekerja Sanitarios Maracay untuk
nasionalisasi dibawah kontrol pekerja. Ini bisa menjadi pusat
perhatian untuk aktivitas kelas pekerja di tahap revolusi yang baru,
satu tahap lebih tinggi dari apa yang direpresentasikan oleh
nasionalisasi Venepal pada tahun 2005.
Beberapa bulan ke depan adalah sangat penting bagi masa depan revolusi
Bolivarian dan kelas pekerja harus memainkan peran utama.
12 Januari, 2007
Judul Asli: "What is the problem? I am also a Trotskyist!" - Chavez is
sworn in as president of Venezuela
Penulis: Jorge Martin
Sumber: In Defence of Marxism (www.marxist.com)
Penerjemah: MS
Sumber:
http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=400&Itemid=153