Anggota DPRD Juga Butuh Uang


Mencari duit memang sulit, tetapi lebih sulit lagi jika disuruh menolak uang. 
Apalagi bagi seorang anggota DPRD yang mengaku membutuhkan biaya "sosial" yang 
relatif besar akibat status sebagai wakil rakyat. 

"Kalian memang tak tahu kan, kalau ada yang masuk ke ruangan saya lalu 
memperkenalkan diri sebagai pengurus panti asuhan yang tidak bisa membayar gaji 
pengurus. Semua itu membutuhkan biaya," ujar Ketua DPRD Zamzani Achmad. 

Dia tidak sedang memamerkan kemurahan hatinya, tetapi hanya menjelaskan bahwa 
tunjangan dan dana operasional yang diterima sangat membantu meringankan 
pengeluaran yang terkait dengan jabatan. Belum lagi kalau melakukan kunjungan 
ke daerah konstituen. 

Zamzani tidak bersedia menyebutkan berapa besar dana yang dikeluarkan setiap 
bulan. Tetapi yang pasti, semua anggota DPRD berbeda jumlahnya. 

Tetapi ketika diingatkan risiko menjadi wakil rakyat, Zamzani mengatakan 
dirinya tidak menyesal dengan jabatan Ketua DPRD. Bahkan sambil berkelakar 
berujar, "kalo biso pacak." 

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Elianuddin HB, meminta masyarakat melihat tugas 
anggota DPRD secara obyektif. Anggota DPRD memiliki wilayah cukup luas, harus 
menjangkau 157 kecamatan pada 14 kabupaten/kota. Selama ini, 40 persen dari 
pendapatannya dihabiskan untuk berhubungan dengan konstituen. 

Jadi, ternyata hidup anggota DPRD tak seenak yang dibayangkan, duduk lalu dapat 
gaji. Tetapi jangan sampai kita lupa, pengorbanan dan pendekatan kepada rakyat 
tak selamanya dengan uang. Mahatma Ghandi misalnya, mengabdi pada rakyat dengan 
kesederhanaannya. (Buyung Wijaya Kusuma) 

Sumber: Kompas - Kamis, 18 Januari 2007 

++++++++++ 


Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita

Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/

Kirim email ke