Bung Harry,

Whatever....tapi memang tidak bisa dipungkiri they're all great men!
Satu hal yg salut dari RRT adalah estafet kepemimpinannya yg senantiasa
tidak terputus. Bahkan saya kira pengganti Hu Jin Tao pun sudah
disiapkan sekarang ini.

 

Ada satu kejadian menarik ketika bulan lalu saya pergi ke Kuala Lumpur.
Di satu pertokoan di Kl saya mendatangi sebuah kios dan menanyakan
kepada penjaganya (she's Chinese) & bertanya dalam Bahasa, menanyakan
money changer terdekat.

 

Saya kaget dengan reaksinya karena dia hanya diam saja & menatap saya
dengan ketus, dan mengatakan, "I don't speak Malay!". Saya jadi
tersinggung dengan sikap ketusnya, tapi tokh akhirnya saya bertanya lg
dalam bahasa Inggris.

 

Yg menarik adalah ketika saya sedang akan naik bus menuju S'pore,
terjadi keributan antar sesama penumpang bis yg ternyata dua pihak yg
bertengkar adlh orang Indonesia. (& they're both Chinese). Mereka
bertengkar karena koper milik satu pihak telah rusak akibat dipaksakan
masuk ke dalam ruang bagasi bus. Yang menarik adalah, terlontar kalimat
pertengkaran, "untung sama2 orang Indonesia, kalo nggak udah gue pukul
lo!!".

 

Mendengar itu saya tersenyum lega, wah kalo gini caranya ntar Malaysia
punya gue dong...hehehe.

The world map is changing: Indonesia, Vietnam, China, India.

 

Salam jahe (hangat menyegarkan).

DIMAS

________________________________

From: Harry Adinegara [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, January 19, 2007 10:05 AM
To: Dimas Mohammad Ario; [email protected]
Subject: Re: FW: [mediacare] "Thank you God"......."for the Chinese"/Pro
Bung Dimas

 

Sebenarnya rakyat Tiongkok itu harus/patut lebih  berterimakasih kepada
Dheng Shiauping ketimbang Mao Tsetung. Karena bapak pembangunan Tiongkok
adalah berkat visi-nya Dheng yang membuka ekonomi Tiongkok dan
memperbolehkan kaidah komunis dilanggar dengan memperbolehkan orang
mempunyai properti privat. Atau dengan nama lain memperbolehkan sistim
kapitalis terencana membiak di Tiongkok.

 

Yang sangat membanggakan, adalah tindakan Dheng sendiri. Beliau minta
agar jenasahnya di kremasi dan di buang ke laut. Ini menunjukan
pribadinya yang luhur, dia tidak mau di kultus individu-kan, kendati
beliau adalah bapak pembangunan Tiongkok modern. Tanpa Dheng Tiongkok
entah apa jadinya negara gede rakyat tapi waktu itu masih kere dan
deldel duwel itu jadinya?

 

salam hangat dari,

Harry Adinegara



Dimas Mohammad Ario <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Dear Harry Adinegara,

        Please find enclosed the picture.

         

        "Negara yang besar adalah negara yg tidak meninggalkan para
pahlawannya".

         

        Salam dan salut saya kepada rakyat China yg dari generasi ke
generasi senantiasa "meng-garis" ke titik Mao Tse Tung.

         

        Indonesia sementara ini terputus dari titik Soekarno...tapi
sekalinya tali itu tersambung lagi...Indonesia pun akan segera bangkit
lagi.

         

        Warm regards,

        DIMAS

        
________________________________


        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Harry Adinegara
        Sent: Friday, January 19, 2007 7:46 AM
        To: [email protected]; komunitas tionghoa; media
care; ppi india
        Subject: [mediacare] "Thank you God"......."for the Chinese"

         

        Ungkapan tersebut diatas diserukan oleh seorang security guard
seorang Angola.

         

        Selanjutnya topik ini adalah sebuah excerpt dari tulisan yang
bisa anda2 sekalian dapati dalam majalah TIME edisi 22 Januari 2007
dengan judul "China..Dawn of a new Dynasty"..."The Chinese Century"
dengan imbuhan beberapa komentar dari penyodor postingan ini.

         

        Co-founder dari majalah TIME ini Henry Luce, yang lahir di
China, anak seorang misionaris, mengatakan  tahun 1941 menjelang Amerika
terjun dalam kancah PD II untuk menstimuli rakyat Amerika dia bilang
bahwa abad ini(20 century) adalah abadnya Amerika. Tapi Henry Luce tidak
lupa ke-fasinasinya dan cintanya(kepada Tiongkok).

         

        Para netter yang tertarik akan perkembangan China bisa mengikuti
berita2 selanjutnya, dan akan berturut-turut di turunkan oleh beberapa
journalist dari majalah TIME ini dalam minggu2 berikutnya.

        Tidak ada berita...apalagi soal ekonomi yang menyangkut
per-ekonomian dunia tanpa di-sebut2 motor penggeraknya, yang tidak lain
adalah China.

         

        Kembali ke si security guard si Angola itu... thanks God ..for
the Chinese......ini adalah ke-heranan-nya akan prestasi investasi2
Tiongkok di Angola yang membangun infrastruktur di Angola. Di banyak
negara di benua Afrika terasa benar adanya "invasi" kapital, investmen
yang berasal dari Tiongkok. Sementara si Amrik terbenam dalam lumpur
perang Iraq Tiongkok yang haus akan energi seperti minyak dan batubara
mulai meng-"invasi" negara2 yang kaya akan sumber2 alam. 

        Dalam aktivitasnya ini rupanya Tiongkok tidak luput dari kritik
karena Tiongkok rupanya, hanya demi dapat sumber energi alam dari
negara2 yang kaya sumber alam tapi dikuasai oleh tiran2 bengis. Tidak
lupa banyak negara, terutama negara Barat yang meng-kritik perilaku
Tiongkok yang se-olah2 mendukung ke beradaan sistim tirani ini, dengan
kerja sama dalam bidang ekonomi.

         

        Dari Angola dimana Tiongkok membantu pemerintah Angola membangun
jalan k.a. dari Dondo ke Luanda, ini adalah salah satu contoh
pembangunan infrastruktur. Bantuan dan kerja sama Tiongkok meluas ke
seluruh dunia ...ke Brazil dan ke beberapa negara Amerika Selatan. Ini
investasi nun jauh dari Tiongkok, belum kita lihat dimana Tiongkok
ber-interaksi dengan negara2 terdekatnya seperti di Tahiland.
Diberitakan di sini(Tahiland) di desa kecil Chiang Saen, desa mati
karena infrastruktur yang deldel duwel......datanglah para insinyur
Tiongkok dan mereka membangun jalan2 dan mem-bedah tebing2 agar kapal2
besar bisa masuk, maka tidak heran sekarang bahasa daerah desa ini
sekarang  berubah jadi bahasa mandarin. Demikian juga di Burma investasi
Tiongkok tidak bisa dianggap kecil lagi. Disinilah kita luput dan baru
menyadari, dalam hiruk pikuknya investasi negara2 Barat yang masuk
Tiongkok dalam jumlah milyard-an, berita tidak banyak soal Tiongkok,
se-olah2 melawan arus juga men-invest kapital dalam jumlah yang tidak
sedikit ...keluar negara Tiongkok. Baru achir2 tahun ini terasa bahwa
gerakan Tiongkok...memandang ke luar perbatasannya punya nilai berita
yang tidak kalah pentingnya dari berita2 investasi2 Barat masuk ke
Tiongkok.

         

        Tidak luput dari perhatian pemerintah Tiongkok, tidak saja
mereka menstimuli perdagangan dunia tapi juga sekarang Tiongkok dalam
aspek politis mulai menunjukan ke-beradaan-nya misalnya dalam bantuan
bagi perdamaian di Lebanon.

         

        Setelah 200 tahun negara Tiongkok dalam kondisi yang deldel
duwel, berkat pandangan Dhengsiauping yang mengacu kepada realita
lapangan , praktisnya dalam 2 dasa warsa Tingkok bangun dan menjadi
negara yang perkasa. Seperti apa yang dikatakan oleh Kenneth Lieberthal
dari University of Michigan......"China  is thinking in much more active
terms about its strategy....not only regionally, but globally, than it
has done in the past....we have seen a sea change in China's fundamental
level of confidence" China is preparing for a date with destiny.....21st
century ....is China century"

         

        Apakah Tiongkok bisa membusungkan dada dalam segala perkembangan
pesatnya? Se0kali2 tidak karena apabila dilihat dalam stat-nya per
capitanya Tiongkok masih jauh ketinggalan...USA $43 ribu sedangkan per
capitaGDP Tiongkok hanya sampai $1,700. Betapa jauh ketinggalan, tapi
meninjau,dan  mengkaitkan  dengan  sejarah perkembangan suatu
negara......first step yang benar dan akurat akan menolong mengejar
ketinggalan. 

         

        Sebagai imbuhan penutup, dalam era globalisasi, yang sebenarnya
sangat tidak menguntungkan karena setiap negara di hadapkan atau di
minta bersaing dalam dunia bebas restriksi perdagangan, maka negara yang
kere akan jadi tambah kere karena harus bersaing dengan negara2 yang
sudah mapan dan yang sedang nanjak.  Disinilah korelasinya...apabila
negara2 dunia ke-3 tidak membenahi dirnya dan capat melakukan reformasi
yang meluas dan mendalam dalam segala bidang, ya moral ya ekonomi ya
politis......maka negara semacam ini akan tambah deldel duwel.

         

        Sampai2 aku yang bisa dibilng 5 generasi adalah orang Indonesia
turut merasa bangga dengan ancester-ku yang bisa meninggikan martabat
orang2 Asia.

         

        Harry Adinegara 

 

 Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke