Mengapa Amrozy Memecat Pembelanya??? Amrozy telah me-maki2 pembelanya, namun luput diberitakan media seutuhnya. Ada apakah yang membuah Amrozy demikian marahnya kepada team pembela Islam ini ???
Dari pegawai2 yang bekerja dipenjara berhasil diberitakan keluar tentang pertikaian team pembela Islam ini dengan Amrozy. Amrozy bertekad untuk memecat pembelanya, dia tidak minta pengampunan, tidak meminta keringanan hukuman seperti yang diusulkan oleh team pembela Islam. Ternyata awal mulanya pertikaian ini sudah berlangsung lama sejak pertama kali Amrozy diadili. Team pembela Islam ini sesuai dengan namanya, mereka sebenarnya bukanlah membela Amrozy melainkan memang membela Islam-nya bukan Amrozy-nya, hal inilah yang membuat Amrozy naik pitam. Team pembela Islam ini membujuk Amrozy untuk mengakui dimuka pengadilan adanya Mr. Goblin yang diduga sebagai perantara agen CIA yang mensupplai Amrozy dengan bomb2 itu dan menyangkal bahwa bomb2 itu buatannya sendiri. Padahal, Amrozy sangat bangga akan bomb buatannya tsb, dan dia juga bangga akan perbuatannya dalam meledakkan manusia2 kafir sebagai pahala yang dijanjikan oleh AlQuran. Oleh karena keyakinannya itulah dia bersedia mati demi melaksanakan perintah Allahnya yang jelas tertulis dalam ayat2 AlQuran tsb. Berbeda dengan team pembela Islam, mereka menganggap perbuatan Amrozy justru menodai ajaran Islam, mereka yakin Islam tidak mengajarkan umatnya untuk membomb manusia2 yang tidak berdosa meskipun bukan beragama Islam. Oleh karena itu, dalam pertemuan pertama, team pembela Islam dan Amrozy sepakat bahwa kedua belah pihak sama2 membela dan menjaga agama Islam sebagai agama panutan semua bangsa dan semua umat manusia dari semua agama. Selanjutnya, demi menjaga nama Islam inilah team pembela Islam melakukan strategi bahwa Amrozy diperdaya seorang yang diduga agen CIA yang menipu Amrozy untuk melakukan teror2 bomb Bali. Pada prinsipnya, untuk menghancurkan nama CIA dan Amerika, Amrozy bersedia memfitnahnya. Namun dalam strategi selanjutnya, team pembela Islam ini mendesak Amrozy untuk menyangkal bahwa tindakannya itu didorong oleh keimanan Islamnya melainkan tertipu oleh bujukan Mr.Goblin yang akan direkayasa oleh team pembela Islam. Setelah lama merenungkannya, Amrozy secara tegas menolak, karena perbuatannya memang didorong oleh keimanannya kepada Islam bukan karena bujukan Mr. Goblin. Kalo Amrozy harus mengakui bahwa tindakannya itu dilakukan bukan karena keimanannya tetapi karena bujukan orang kafir.......... maka jelas, pahalanya akan musnah karena dalam AlQuran tidak mungkin seorang Muslim bisa mendapatkan pahala karena mau dibujuk oleh orang kafir. Apalah artinya bagi Amrozy apabila perbuatannya bukan karena Allah tapi karena orang kafir, padahal yang dituju Amrozy adalah pahala dan sorga. Akhirnya, karena team pembela Islam terlalu memaksakan ide2nya yang merekayasa fitnah untuk membersihkan nama Islam dan menjerumuskan cukup Amrozy saja tanpa membawa Islamnya yang dijadikan kambing hitam, maka meledak-lah kemarahan Amrozy sehingga dia memecat team pembela Islam yang membelanya selama ini. Team pembela Islam menyatakan bahwa Amrozy masih punya kesempatan hidup dan bisa lolos dari hukuman mati asal saja dia minta ampun atau minta grasi kepada pemerintah untuk kesalahannya. Dalah hal inilah, team pembela Islam bertentangan dengan Amrozy karena kalo Amrozy mengakui kesalahannya, maka dia akan kehilangan pahalanya. Amrozy menimbang, bahwa dengan mengakui kesalahannya belum tentu dia akan mendapatkan keringanan hukuman tetapi memastikan akan kehilangan pahalanya. Lalu kenapa harus mengakui kesalahan untuk perbuatannya yang dibebankan Allah kepada dirinya sementara dia memang tidak merasa bersalah dalam mengemban perintah Allah bukan perintah kafir si Mr.Goblin itu ??!!!! Demikianlah, team pembela Islam meskipun dipecat oleh Amrozy tetap berusaha membujuknya melalui keluarga Amrozy agar mau meminta pengampunan yang dalam bahasa hukumnya dinamakan Grasi. Dapat grasi tapi hilang pahala, atau tak perlu minta grasi tapi pahala tetap utuh. Ny. Muslim binti Muskitawati.
