mungkin hanya omong kosong belaka tapi menarik tuk disimak....



------------------------------
From:  *Yanny.Raharjo@ sunlife.com*
To:  *"Rico Ulrich Delonge" <hazelblueeyez@ hotmail.com>*
CC:  *abi.hanifah@ indonesiapower. co.id,anastasia@ ochanneltv.
com,boetenzorgh@ yahoo.com, fadli_maizar@ yahoo.com, indraazz@ yahoo.co. id,
judi.setioadi @trakindo. co.id,matz110170 @yahoo.com, picky.ranty@ kalbe.co.
id,prameswari_ [EMAIL PROTECTED] co.id,septiani. indrasari@ acc.co.id, vy_keren@
yahoo.com, xander19_ [EMAIL PROTECTED] com*
Subject:  *Percaya Gak Percaya..??*
Date:  *Wed, 17 Jan 2007 12:59:27 +0700*




Ini Berita Terbaru (di gorontalo)

Salah seorang penumpang pesawat ADAM AIR yang berasal dari Gorontalo adalah
Bapak BRAM TANGAHU (semoga cepat ditemukan) beliau adalah Kepala Dinas
Kehutanan Kab. Bone Bolango, Prop. Gorontalo (liat PETA, biar gak bingung)
beliau ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Bpk. PresidenRI. (Program
GERHAN).

Keluarga beliau mengupayakan segala cara untuk mengetahui kondisi beliau,
termasuk dengan menggunakan jasa JAELANGKUNG, di gorontalo, Hal begini
masih diyakini kebenarannya, pada saat bermain JAELANGKUNG, media yang
digunakan untuk mengundang arwah beliau adalah seorang anak kecil (ponakan
beliau), alhasil setelah melalui ritual tertentu, arwah pak BRAM masuk ke
tubuh anak kecil tadi, dan dilakukan dialog sebagai berikut antara lain:

Pawang jaelangkung : bagaimana kondisi bapak?
Jaelangkung : sudah membusuk (suara yang keluar adalah suara pak BRAM)
Pawang jaelangkung : bagaimana kronologis kejadian-nya?
Jaelangkung : pesawat menabrak gunung, dan terpental kemudian meledak di
udara...
Pawang jaelangkung : dimana lokasi kejadiannya?
Jaelangkung : tidak tau...

Mungkin jika hanya dialog yang tidak punya arah pembuktian, masyarakat
sekitar yang menonton ritual tersebut tidak percaya, namun ketika
ditanyakan, Apakah pak BRAM membawa uang pada saat kejadian, arwah tersebut
mangatakan bahwa ia membawa uang 10 juta rupiah, dan sisanya sejumlah 35
juta rupiah di titipkan kepada sesprinya yang pulang lebih dahulu ke
Gorontalo, sejenak seluruh keluarga terkejut dengan pernyataan jaelangkung,
seketika itu pula mereka langsung menuju rumah sespri pak BRAM, dan
ternyata... sespri tersebut mengaku takut, karena kepergiannya ke Jakarta
bersama pak BRAM tanpa sepengetahuan pihak keluarga, dan ia mengaku bahwa
pak BRAM menitipkan uang sejumlah 35 juta rupiah kepadanya.

Rasa penasaran pihak keluarga akhirnya terjawab, mereka bertanya-tanya
mengapa pak BRAM naik pesawat jurusan "jkt-sby-mdo" , padahal ada pesawat
yang melayani "jkt-mksr-gto" , ternyata tujuannya adalah untuk menjemput si
sespri yang tidak lain adalah simpanan-nya di manado... untuk kemudian
pulang bersama ke gorontalo.

percaya gak percaya....!
Info dari anggota TC125 Gorontalo Chapter

---
ABe - ThundeRed
B6485TGA

Kirim email ke