Bung Ilham, Seperti yang telah dijelaskan oleh rekan kami Irawan Santoso atau lainnya. sepanjang kami bergabung dengan MBM FORUM KEADILAN. Kami sama sekali tidak mengenal sosok yang seperti anda kemukakan.
Kondisi yang sebenarnya ada pada FORUM KEADILAN saat ini memang sangat terbalik 180 derajat. Banyak yang tidak harus kemukakan untuk khalayak ramai terpaksa h arus kami kemukakan. Sebab bila tidak, maka kami akan menyesal dengan membiarkan sebuah ketidakadilan sedang berlangsung. Banyak pengalaman kami yang sangat tidak mengenakkan untuk diceritakan saat kami bekerja disana. Bila memang bos anda adalah jebolan FORUM bisa jadi ia bukan alumnus FORUM seperti yang kita ketahui. Mungkin ia adalah kompartriot saudara Priyono Budi Sumbogo yang memang terbiasa bekerja diluar 'kewajaran '. Irawan Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung Ilham, Saya tidak begitu mengenal nama yang anda maksudkan. Tapi saya bisa sedikit membagi pengalaman dengan anda perihal kondisi di FORUM yang mungkin berguna. Di FORUM ada nama Priyono Bandot Sumbogo. Dia ini wartawan yang, katanya, sangat senior. Karena sudah melanglang buana dari TEMPO, GATRA, GAMMA (alm) dan PILARS. Lalu menjadi penanggungjawab redaksi FORUM. Tapi, kinerjanya sungguh tidak menunjukkan kalau dia itu wartawan yang sudah senior. Justru bila bekerja dengannya, kita mesti memiliki benteng idealisme sendiri. Bukan karena dibelaki oleh pemimpin di redaksi. Biasanya, seorang pemimpin di redaksi, mampu menembus nara sumber yang tak tertembus seorang wartawan sekelas reporter. Tapi, di FORUM, jangan harap hal itu terjadi. Karena si pemimpin di redaksinya memang tak bisa melakukan apa-apa. Bila redaksi memutuskan untuk wawancara Presiden misalnya, jangan harap ada lobby khusus dilakukan Priyono untuk bisa mendapatkan wawancara itu. Yang dia lakukan cuma duduk tenang saja di mejanya. Entah memikirkan apa. Sebaliknya, justru reporter dan redaktur yang kelimpungan mengejarnya. Untung kalo jumlah reporter dan redakturnya banyak, di FORUM, jumlah awak redaksinya cuma belasan orang saja. Jangan harap pula anda diajarkan taktik dan strategi mengejar nara sumber yang eksklusif. Karena Priyono tak pernah melakukan itu. Malah dia mengajurkan agar semua penulis berita melakukan kompailing berita saja. artinya mengutip berita di koran-koran atau media online. Cuma itulah yang sanggup dia lakukan. Parahnya lagi, bila kutipan itu diambil, tak disebutkan media apa yang dikutip. Jadi dibuat seolah-olah FORUM yang mendapatkannya. Padahal itu adalah kutipan dari koran. Kalau tidak percaya, coba saja cek FORUM setiap edisinya. Pasti anda bakal mendapatkan berita yang anda buat di koran anda. Periksalah dengan teliti. Bahkan judul dan kalimatnya pun tak diubah. Karena memang itu adalah instruksi langsung dari Priyono, sang penanggung jawab redaksi!! (keterangan ini siap saya pertanggungjawabkan di depan hukum sekalipun, karena memang dijamin kebenarannya). Untungnya, tak semua instruksi si pemimpin itu dipatuhi. Beberapa awak redaksi sempat berupaya untuk melakukan liputan sendiri tanpa mesti mengutip dari media lain. Konsekwensinya, ya pasti kerjaan akan tambah banyak. Itu tanpa dibarengi bonus kerja atau kenaikan gaji. Jadi, bila anda bekerja 24 jam sehari pun, jangan harap ada uang tambahan gaji. Hanya dibayar sebulan gaji seperti biasanya. syukur bila di bayar full, karena yang sering malah dibayar tidak penuh. Pastinya, pemimpin di redaksi tidak menjamin dia itu sudah puluhan tahun menjadi wartawan. Mau dari lahir sudah menjadi wartawan, tapi kalau otaknya kotor, tidak menjamin bakal menjadikan media yang dikelolanya bisa maju. Tidak jadi jaminan pula dia itu pernah melanglang buana di berbagai media. kalau tetap tidak punyak kemampuan menjadi jurnalis, ya sama saja. FORUM adalah bukti nyatanya. Saya bukan bermaksud menjelek-jelekkan media itu. Tapi pengalaman yang didapatkan tentu bisa jadi masukan. salam, Irawan Santoso
