Betul...sebenarnya Gerakan revolusi Nurani sangat berbeda makna 
gerakannya...dan sudah melakukan beberapa kali seminra,pertemuan dibeberapa 
kota--dengan tujuan sosialisasikan kembali ke UUD 45 yang murni,Pancasila ( 
Bhineka tunggal Ika)...jadi tidaklah benar kalau gerakan yang sangat mendasar 
ini disamakan dengan gerakan makar---dewan revolusi---yang tidak pernah 
ada----atau sengaja dibuat oleh Badan Intelijen ---syamsir siregar ---untuk 
membuat masyarakat ikut "marah" dan "militer" bisa seenaknya mengambil 
peran---suasana chaos itu harapan mereka sendiri---dengan membuat opini 
---musuh bayangan yang membahayakan masyarakat atau elite---taktik demikian 
sudah biasa dlm sejarah republik ini...ingat masa tahun 65 ---mirip dibuat 
demikian....untungnya masyarakat saat ini sudah cerdas ---dan jangan lupa 
suasana ini mirip dengan gerakan malari juga---konflik militer,dan pertempuran 
2 raksasa jepang dan amerika dlm investasi di indonesia---
  jadi rasanya kok yang membuat huru hara politik militer militer juga 
yaa---disaman reformasi kalau kita baca memoar habibie---maka militer juga 
menghasilkan konflik,antara Wirasnto dan Prabowo---apapun cerita 
mereka---jelas,kepentingan mereka berdua adalah mencari peluang kekuasaan 
dengan kekuatan militer mereka...ini menakutkan,kalau militer tidak direform 
dengan benar.

Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            http://www.detiknews.com/
    16/01/2007 17:57 WIB
  Gerakan Revolusi Nurani Sudah Dideklarasikan 5 Juli 2006
  Ana Shofiana S - detikcom
  Jakarta 
- Dewan Revolusi yang sempat dibeberkan KaBIN Syamsir Siregar sebenarnya tak 
pernah ada. Yang ada Gerakan Revolusi Nurani. Gerakan ini sebenarnya sudah 
dikumandangkan pada 5 Juli 2006 silam. Gerakan ini dideklarasi di Gedung 
Perpustakaan Nasional, Jakarta. Selain Mantan Kasad Jenderal (Purn) Tyasno 
Sudarto, juga hadir dalam deklarasi Gus Nuril Arifin, Ki Utomo Darmadi yang 
akrab dipanggil Mas Tommi, dll. Ki Utomo Darmadi adalah tokoh Yapeta. Dia 
adalah adik kandung tokoh Peta, Supriyadi.
  Gerakan itu, sebagaimana disebutkan saat deklarasi waktu itu, bertujuan untuk 
menyelamatkan NKRI, kembali ke fitra jati diri bangsa, Pancasila, UUD 45 secara 
murni dan konsekuen dan juga kembali pada Bhinneka Tunggal Ika.
  Isu Dewan Revolusi yang disebut-sebut berniat makar itu, sempat dilontarkan 
KaBIN Syamsir Siregar usai bertemu dengan sejumlah pensiunan jenderal di Balai 
Sudirman, Jakarta, Selasa (16/1/2007). "Pak Tyasno membantah memimpin Dewan 
Revolusi. Dewan Revolusi itu tidak ada, yang ada Gerakan Revolusi Nurani," kata 
Syamsir.
  Dua pekan lalu, di Gedung Juang, beberapa tokoh Gerakan Revolusi Nurani 
melakukan diskusi. Mereka yang hadir antara lain Tyasno Sudarto, Sri Bintang 
Pamungkas, Setiawan Djodi, Ray Sahetapi, dan lain lain. Dalam diskusi itu juga 
ada aksi bubuh tanda tangan untuk mengubah keadaan yang sudah tidak benar.
  Tyasno sendiri juga membantah adanya Dewan Revolusi yang berniat menjatuhkan 
pemerintahan SBY-JK. Jadi dari mana KaBIN memperoleh info Dewan Revolusi?
  (ana/asy)
    
---------------------------------
  No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.  

         

 
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.

Kirim email ke