Saya heran dengan para petualang politik ini... mengapa sih menceredai pilihan rakyat... kalo mau bertarung dengan pilihan rakyat tahun 2004 lalu, yah ikut bertarung juga lah di 2009. terlepas SBY-JK banyak ngawurnya... tapi itulah pilihan rakyat, rakyat lah yang menentukan nasih SBY-JK pada tahun 2009 nanti. dari pada bikin dewan, gerakan atau apalah istilahnya, mengapa mereka tidak mendidik rakyat untuk menggunakan hak pilihnya nanti secara benar, dan juga menuntut parlemen untuk memperbaharui UU politik dsb.. dari pada teriak SBK-JK itu ngawur... itu sama saja dengan ngawurnya..
tapi kenapa Try Sutrisno ikut-ikutan yah... apa gara-gara menantunya tidak jadi Panglima ABRI.. kalo itu yang terjadi sih alangka nistanya jenderal itu... buat bung hariman, jangan bikin pusing rakyat lah dengan cabut-cabut mandat... wong itu mandat nya rakyat... jangan gara-gara rakyat tidak memilih konco-konco anda, anda ingin jalan pintas.. mau bertarung ... IKUT PEMILU DONK (dalam hal ini Wiranto lebih gentlemen), juga Megawati jangan malu-malu kalo ingin dicalonkan lagi, udah bilang aja anda masih mau jadi presiden, waktu tiga tahun yang lalu belum puas... Rakyat yang heran, ph On 1/22/07, Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.detiknews.com/ *16/01/2007 17:57 WIB* *Gerakan Revolusi Nurani Sudah Dideklarasikan 5 Juli 2006* Ana Shofiana S - detikcom * Jakarta * - Dewan Revolusi yang sempat dibeberkan KaBIN Syamsir Siregar sebenarnya tak pernah ada. Yang ada Gerakan Revolusi Nurani. Gerakan ini sebenarnya sudah dikumandangkan pada 5 Juli 2006 silam. Gerakan ini dideklarasi di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta. Selain Mantan Kasad Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, juga hadir dalam deklarasi Gus Nuril Arifin, Ki Utomo Darmadi yang akrab dipanggil Mas Tommi, dll. Ki Utomo Darmadi adalah tokoh Yapeta. Dia adalah adik kandung tokoh Peta, Supriyadi. Gerakan itu, sebagaimana disebutkan saat deklarasi waktu itu, bertujuan untuk menyelamatkan NKRI, kembali ke fitra jati diri bangsa, Pancasila, UUD 45 secara murni dan konsekuen dan juga kembali pada Bhinneka Tunggal Ika. Isu Dewan Revolusi yang disebut-sebut berniat makar itu, sempat dilontarkan KaBIN Syamsir Siregar usai bertemu dengan sejumlah pensiunan jenderal di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (16/1/2007). "Pak Tyasno membantah memimpin Dewan Revolusi. Dewan Revolusi itu tidak ada, yang ada Gerakan Revolusi Nurani," kata Syamsir. Dua pekan lalu, di Gedung Juang, beberapa tokoh Gerakan Revolusi Nurani melakukan diskusi. Mereka yang hadir antara lain Tyasno Sudarto, Sri Bintang Pamungkas, Setiawan Djodi, Ray Sahetapi, dan lain lain. Dalam diskusi itu juga ada aksi bubuh tanda tangan untuk mengubah keadaan yang sudah tidak benar. Tyasno sendiri juga membantah adanya Dewan Revolusi yang berniat menjatuhkan pemerintahan SBY-JK. Jadi dari mana KaBIN memperoleh info Dewan Revolusi? *(ana/asy)* ------------------------------ No need to miss a message. Get email on-the-go <http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail%0A> with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.<http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail%0A>
