Bung Nugroho.
Senang sekali mendengar anda juga ternyata pernah ditawari oleh si bencong
alias Ronald itu. Tapi untunglah, anda tidak sama dengan Priyono Bandot
Sumbogo. Karena kesialan justru menimpa FORUM yang dikelola Priyono cs itu.
Cerita yang anda utarakan sama persis yang terjadi di FORUM. Waktu itu, si
bencong alias Ronald itu memang mulanya mencari-cari awak redaksi FORUM. Lalu
ketemulah ia dengan Sukowati Utami. Perempuan ini mengklaim menjabat sebagai
redaktur eksekutif FORUM. Lalu antara bencong alias Ronald dan Sukowati itupun
terjadi perbincangan. Intinya Ronald menjanjikan bakal memberikan segepok uang
dari "kliennya" yang merupakan lawan Makindo dan berjanji bakal memasang iklan
setahun penuh di FORUM.
Eh, tanpa tedeng aling-aling, Sukowati langsung mengiyakan saja. Begitu juga
dengan Priyono. Setelah diceritakan Sukowati, Priyono itu pun langsung setuju.
Terlebih lagi setelah gagal mengambil uang Rp 400 juta dari Makindo. Makanya
Priyono melampiaskannya kepada si bencong alias Ronald itu.
Singkat cerita, Ronald alias bencong itupun memberikan setumpuk data. Data itu
diserahknnya kepada Sukowati dan Priyono. Anehnya, tanpa menelaah lebih dulu
data yang ada, Priyono langsung memberikan instruksi di rapat redaksi FORUM.
Titahnya langsung menyatakan bahwa kasus Makindo di tulis di rubrik FORUM
Utama. Data yang ada, cuma dari si bencong alias Ronald itu saja.
Priyono pun tak pernah memerintahkan untuk melakukan wawancara dengan Gunawan
Yusuf. Karena yang dia kejar hanyalah segepok uang dari si bencong alias Ronald
itu saja.
Namun Priyono memang malang. Dia akhirnya kena tipu sama itu bencong. Setelah
beritanya dimuat dan ditulis panjang, si bencong yang sehari-harinya selalu
rajin menyambangi kantor FORUM, tidak kelihatan lagi. Dia menghilang. Priyono
pun kena tipu. Yang kini dia lakukan ya cuma memampang foto Gunawan Yusuf
sebagai iklan cover belakang di FORUM. Cuma itu.
Kejadian itu tentu tak akan berlangsung bila Priyono sealiran dengan Bung
Nugroho. Tapi sebagai penanggungjawab redaksi, entah apa yang ada di benak
Priyono sehingga dia tertarik begitu saja dengan tawaran sejumlah uang dari
Ronald.
bagi kami, yang duduk sebagai jajaran redaksi, tentu sebelumnya tak begitu
mengetahui kejadian tersebut. Karen Priyono tak pernah menceritakan dlam rapat
kalau dia memang melakukan deal dengan si bencong alias ronald. Setelah ditipu,
barulh dia menceritakannya dan meminta saran pendapat dari kami. Bayangkan,
seandainya deal itu berhasil, pastilah dia tidak akan bercerita. Untunglah,
otak busuk Priyono itu tak kesampaian.
salam,
Irawan Santoso
Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: rasanya
saya tahu yang dimaksud dengan si bencong itu.
lebih setahun lalu, saya pernah ditelepon seseorang yang mengaku
bernama ronald. dia telepon ke kantor dan mengajak bertemu.
dalam pertemuan di sebuah kedai kopi, dia menawarkan informasi
tentang "kebusukan" makindo. kira-kira ceritanya tentang komplain
sejumlah investor di singapura yang duitnya digunakan makindo
untuk investasi di indonesia. dia sendiri mengaku mewakili kepentingan
para investor singapura itu.
saya kemudian minta dia membawa data-data awal. tapi data-data
yang dibawa dalam pertemuan berikut kurang meyakinkan. maka
saya katakan cerita seperti itu sulit ditulis.
dia kemudian mencoba merayu dengan mengatakan akan memasang
iklan. saya jawab, sebagai redaksi saya tak ada urusan dengan iklan.
tak mau menyerah, dia terus membujuk. kali ini mengiming-imingi
saya dengan sejumlah uang. iming-iming itu juga saya tolak.
dari tiga kali pertemuan, saya simpulkan informasi yang dia tawarkan
sama sekali tidak layak untuk ditulis. menyadari sikap saya dia tak
pernah menghubungi saya lagi.
buat wartawan, informasi yang akurat dengan verifikasi yang cukup
merupakan modal awal untuk menulis berita.
sebelum ini, saya dan teman-teman di kantor saya telah beberapa kali
menulis tentang makindo secara kritis. tentu saja dengan data yang cukup.
insya Allah kami akan terus seperti itu.
salam,
At 11:31 PM 1/20/2007, you wrote:
>Bung Moderator,
>
>Sepengetahuan saya yang dimaksud rekan kami dengan bencong itu yang
>mengetahui persis profilnya adalah redaktur eksekutif kami SWU dan
>pemred kami sendiri. Kami pernah melihat wajahnya dan berbincang
>dengannya. Namun tak sekalipun kami diberitahu siapa dia. Iblis
>jadi-jadian atau manusia normal...
>
>Kontak saja Sukowati Utami atau SWU dia pasti tahu...
>
>Salam,
>Adrian S
>Wartawan yang sedang kesusahan
>
>MOD:
>
>
>Alangkah lebih baik bila yang disebut-sebut sebagai "bencong" itu
>dituliskan nama lengkap atau inisialnya, biar lebih akurat. Juga,
>ada hubungan apa antara dia dengan Makindo?
>
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.