Rakyat Harus Tetap Waspada dan Mengkonsolidir Gerakannya
  Seruan Awal Tahun 2007 PBHI
   
  Salam Demokrasi
   
  Busung lapar, upah buruh yang murah, harga beras dan minyak yang tetap 
tinggi, bencana, dan berbagai macam penderitaan dan penindasan terhadap rakyat 
terus massif sepanjang tahun 2006 hingga di awal 2007, merupakan fakta dari 
bangkrutnya negara dan jika tidak ada perubahan kebijakan yang mendasar dari 
negara,. masih akan terus berlanjut. 
   
  Demi perubahan kebijakan yang mendasar itulah gerakan rakyat pada umumnya dan 
pembela hak asasi manusia (human rigths defender) pada khususnya harus bisa 
mengenali dengan baik struktur pelanggaran hak asasi manusia Indonesia, 
kebijakan maupun aktornya.
   
  Ambruknya rezim developmentalis Orde Baru, kemudian disusul dengan 
reorganisasi modus operandi nasional kapitalisme 
internasional/internasionalisasi modal (imperialisme baru/neo liberalisme: TNC, 
IMF, World Bank, WTO, AS ). Jika internasionalisasi modal develomentalism 
ditopang oleh militer (rezim militer Orde Baru) maka pasca Orde Baru 
internasionalisasi modal dilindungi lewat mekanisme demokrasi prosedural (lewat 
undang-undang).
   
  Artinya ada praktek capital violence (penindasan modal) yang berakibat 
pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial, budaya, justru pelanggaran tersebut 
dilindungi oleh negara lewat hukum (judicial violence) dan lewat kekerasan 
(kriminalisasi dan represifitas terhadap perjuangan rakyat miskin). 
   
  Untuk itu, menjadi tidak cukup jika tuntutan pertanggungjawaban hanya 
ditujukan kepada pihak eksekutif (pemerintahan SBY-JK), tetapi harus ditujukan 
juga kepada legislatif (DPR), yudikatif (Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung), 
aparat represif negara (TNI, Polisi, Sat Pol PP, Polisi Hutan), masyarakat 
politik (utamanya oligarkhi partai-partai besar), aparat ideologi negara 
(intelektual tukang: Mafia Barkeley), dan mereka yang dulu mendukung kekuasaan 
Orde Baru atau partai yang kalah dalam pemilu tetapi turut serta melegitimasi 
penindasan modal dan penindasan negara.
   
  Untuk itu PBHI dalam rangka perjuangan kemerdekaan nasonal, demokratisasi, 
dan pembelaan hak asasi manusia, menyerukan kepada segenap elemen gerakan 
rakyat untuk terus mendesakan agenda-agenda reforma agraria, upah yang layak, 
jaminan sosial, pendidikan gratis, dan lain-lain yang merupakan amanat 
penderitaan rakyat, sekaligus menjadikan agenda-agenda tersebut alat untuk 
menilai petualangan politik (advonturisme) kaum oportunis, kekuatan lama 
(ancient regime), dan oligarki kekuasaan yang mulai pasang kuda-kuda dalam 
rangka perjuangan kekuasan lewat demokrasi prosedural Pemilu 2009.
   
  Hidup Rakyat
   
  Jakarta, 22 Januari 2006
   
   
  Johnson Panjaitan
  Ketua Badan Pengurus PBHI
   
   
  info lebih lanjut hubungi: 
   
  Gunawan (Kadiv Kajian dan Kampanye PBHI)
  Kantor Pusat PBHI
  Perkantoran Mitra Matraman A2/18
  Jl. Matraman Raya 148
  Jakarta Timur 13150
  Tel. (021)859 18064
  Fax. (021)859 18065
  Email: [EMAIL PROTECTED]
  Web: http//www.pbhi.or.id
   
    
---------------------------------
  Now you can scan emails quickly with a reading pane. Get the new Yahoo! Mail.


                
---------------------------------
 What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your 
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship.

Kirim email ke