Tanggapan untuk KOMPAS:
   
  Maaf, saya sekadar ingin mengomentari soal kehadiran MURI seperti termuat di 
Kompas sbb:
   
  Banyaknya pencari pekerja yang melamar pekerjaan ke Trans Corp, tidak pelak 
menyebabkan Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan untuk 
perusahaan swasta yang menerima peserta terbanyak dalam mengikuti ujian dan 
seleksi sebagai karyawan. Penghargaan diberikan langsung Jaya Suprana mewakili 
MURI, dan 
diterima oleh Direktur Trans TV Ishadi SK dan Direktur Trans 7 Wishnutama. 
   
   
  Sepanjang yang saya ketahui, MURI memberikan penghargaan karena diundang oleh 
panitia, bukan atas inisiatif mereka sendiri. Kalau toh ada, amat jarang. 
Apalagi untuk event berbau corporate seperti ini.  Untuk mendatangkan sosok 
Jaya Suprana juga tidak gratis kok.
   
  Yang juga kurang akurat, nama Presiden Direktur Institute for Development of 
Economics and Finance (Indef) kadang disebut Fadhil, Fadhli, dan Fadlil. Mana 
nama yang benar? 
   
   
  Tanggapan untuk TRANS CORP:
   
  Humas Trans Corp menyebutkan bahwa dari 100.000 pelamar, hanya diterima 500 
orang.  
  Sungguh angka yang mengerikan! Kalau cuma menerima 500 orang saja kenapa 
tidak diseleksi secara internal dulu, sehingga  jumlah pelamar bisa dikurangi, 
juga mengurangi biaya. Kalau targetnya menerima penghargaan dari MURI ya memang 
semua pelamar wajib diundang sehingga jumlahnya membludag. Jadi ajang 
perekrutan karyawan itu disorot sebagai gala-event. Bagi para pelamar yang 
sudah bekerja di tempat lain, siap-siap saja dipelototi orang HRD karena 
melihat tampang mereka disorot TV. 
   
   
  _____________________________________________________________________
   
  Sekitar 65.000 Pelamar Padati Senayan 
    
   
  JAKARTA, KOMPAS - Sekitar 65.000 orang pencari kerja menjalani 
seleksi calon karyawan Trans Corp, yang menaungi stasiun televisi 
Trans TV dan Trans 7, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 
Minggu (21/1). 
   
  Jumlah total pelamar Trans Corp sekitar 100.000 orang. Tes seleksi di Senayan 
ditujukan bagi 65.000 pelamar di Jakarta. Sementara 35.000 pelamar lainnya, 
akan menjalani tes di Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. 
   
  "Melihat animo pelamar yang sangat besar, maka kesempatan   lowongan 
kerja, bukan saja di Trans Corp, tetapi juga di perusahaan-perusahaan lain (di 
Grup Para, red), seperti di Bank Mega," kata Komisaris Utama Trans Corp, 
Chairul Tanjung, saat membuka langsung tes seleksi pukul 15.20. 
   
  Banyaknya pencari pekerja yang melamar pekerjaan ke Trans Corp, tidak pelak 
menyebabkan Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan untuk 
perusahaan swasta yang menerima peserta terbanyak dalam mengikuti ujian dan 
seleksi sebagai karyawan. Penghargaan diberikan langsung Jaya Suprana mewakili 
MURI, dan 
diterima oleh Direktur Trans TV Ishadi SK dan Direktur Trans 7 Wishnutama. 
   
  Pengangguran makin parah 
   
  Presiden Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) 
Fadhil Hasan mengatakan, besarnya jumlah pelamar Trans Corp mempertegas fakta 
makin parahnya tingkat pengangguran. "Sektor usaha kita sama sekali belum 
beranjak, sehingga penyerapan tenaga kerja sangat rendah," kata dia. 
   
  Menurut Fadhli, fenomena membludaknya peserta tes, sebenarnya hal  biasa dan 
tidak perlu dibesar-besarkan. "Ini bukan terjadi pertama kalinya. Dahulu, tes 
penerimaan di Departemen Luar Negeri pun diminati puluhan ribu pelamar, 
sedangkan yang diterima hanya ratusan orang," tandasnya. 
   
  Media Relations Supervisor Trans Corp, Ichwan Murni mengatakan dari 100.000 
pelamar, hanya diterima 500 orang. Ini berarti hanya menerima 0,5 persen 
pegawai dari seluruh pelamar. Calon karyawan akan dipekerjakan di bagian 
pemberitaan dan produksi. 
   
  Seluruh pelamar di Trans Corp, berlatarbelakang pendidikan Diploma 
hingga Sarjana (S1). "Pemerintah harus berusaha keras memecahkan 
persoalan ketenagakerjaan ini, terutama untuk tenaga kerja terdidik. 
Lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja terdidik, harusnya lebih baik, 
masak sarjana hanya jadi operator," kata Fadlil. 
   
  Berdasar pengamatan, hampir 70 persen dari kapasitas Stadion Gelora 
Bung Karno dipadati peserta tes. Dengan layanan puluhan meja 
registrasi, pelamar memang tidak harus berdesak-desakan. 
  Tetapi, kemacetan lalu lintas merebak ke berbagai jalan di sekitar 
kawasan Senayan. Kemacetan bahkan menjalar dari kawasan Senayan 
hingga Gedung LIPI di Jalan Gatot Subroto sejauh hampir tiga 
kilometer. 
   
  Menurut Badan Pusat Statistik, angkatan kerja pada Agustus 2006 
mencapai 106,39 juta, sedangkan pengangguran terbuka per Agustus 
2006 mencapai 10,93 juta orang. Pelamar Trans Corp sebanyak 100.000 
orang, hanyalah bagian dari 10,98 juta pengangguran terbuka di 
Indonesia. (RYO) 
   
  
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0701/22/ekonomi/3262108.htm


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke