This is sickening !
Sudah ber puluh puluh tahun dunia kita ini di rajah oleh para pemegang
senjata, dan tentu saja yg menjadi korban adalah rakyat (civilians), para
petani pada umum nya di Indonesia harus rela dijadikan sapi perah, kehidupan
para petani yg berkewajiban menyuplai kebutuhan2 pokok tidak bisa menikmati
kerja kerasnya, kebutuhan pertanian yg semakin mencekik leher, kebebasan mereka
mengolah lahan, dan persaingan harga bahan2 pokok yg dipasok dari luar, siapa
yg bisa melindungi nasib petani2 yg dikangkangi para militer ini ?
I mean...civilians have become the primary target of attack motivated by
power, political confrontation, or simply ruthless pursuit of economic
interests ...
" As human beings, we cannot be neutral, or at least have no right to be,
when other human beings are suffering. Each of us....must do what he or she can
do help those in need, even though it mould much safer and more comfortable TO
DO NOTHING !
salam' Omie
Press Release dan Pernyataan Sikap
ALIANSI GERAKAN REFORMA AGRARIA
BUNTUT BENTROKAN TNI AU-PETANI RUMPIN
TNI AU MELAKUKAN PENANGKAPAN ILEGAL TERHADAP PETANI
Pasukan TNI Angkatan Udara dikabarkan mulai melakukan penangkapan terhadap
beberapa tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Penangkapan ini merupakan buntut dari kejadian bentrokan yang melibatkan
ratusan warga dengan empat peleton TNI Angkatan Udara.
Adapun tokoh-tokoh yang ditangkap TNI AU adalah Haji Amir, Uci, Deri, dan
Cece Rahman dan Wowon dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Menurut
keterangan dari salah seorang warga, penangkapan dilakukan menjelang magrib
dari rumah Haji Amir, salah seorang ketua RT setempat. Tokoh-tokoh tersebut,
diseret secara paksa oleh pasukan TNI AU, dan dibawa ke suatu tempat yang
hingga kini belum diketahui.
Upaya AGRA untuk mengonfirmasi perihal penangkapan ini menghadapi kendala
karena telepon seluler milik Cece Rahman dan Wowon telah dirampas oleh aparat
TNI AU. Selain dua pesawat telepon seluler milik Cece Rahman dan Wowon yang
dirampas, warga juga melaporkan bahwa aparat TNI AU juga menyita kalung emas
dan telepon seluler yang lain milik warga. Penyitaan tanpa dasar hukum ini
jelas merupakan perbuatan kriminal yang dilakukan aparat TNI AU.
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam tindakan brutal dan
penangkapan ilegal yang dilakukan oleh aparat TNI AU. Penangkapan ini jelas
melanggar hak asasi manusia dan melanggar. Untuk itu, AGRA menuntut;
1. Bebaskan semua tokoh yang ditangkap tanpa kecuali.
2. Tarik Pasukan TNI AU dari wilayah sengketa.
3. Hentikan segala bentuk intimidasi, teror, dan kekerasan yang dilakukan
aparat TNI AU.
4. Hentikan berbagai aktivitas yang terkait dengan rencana proyek TNI AU
sampai dicapai penyelesaian yang mengedepankan kepentingan petani dan rakyat
Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin.
5. Adili aparat TNI AU yang terbukti melakukan tinadkan kekerasan berupa
penembakan, pemukulan, perampasan secara tidak sah atas barang (properti) milik
warga.
6. Kembalikan seluruh barang yang dirampas secara ilegal oleh aparat TNI
AU.
Bandung, 22 Januari 2007
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)
Erpan Faryadi
Koordinator
Kontak: 081320460079
---------------------------------
Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.