Memangnya Indonesia sudah kesohor di dunia selain kesohor korupsinya kesohor banyak utangnya (tanya juga sama pak menteri utangnya kepada siapa ?? ke Arab atau ke Negari kuffar ?)... Dimana ya letak berkeTuhanannya ? Tolong jangan menyederhanakan kondisi dunia ini hanya dengan kutubisasi/polarisasi Muslim - non Muslim, kufur - umat Agama, beriman - dajjal dan hanya sebatas kalah menang antara keduanya. Kalau mau paham apa yang kita makan juga tidak 100 % halal karena negara Indonesia ini dikelola dengan korup dan dengan pat-pat gulipat. Anda kira kalau anda makan sebungkus indomie itu 100% halal ? Kita berinternet ria ini apa bukannya pakai produk orang kafir (=kafir menurut pemahaman anda) ? Selamat mimpi.
Wassalam. On 1/24/07, Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
*Kandidat Presiden AS Itu Digoyang Isu "Madrasah"* Rabu, 24 Jan 07 15:52 WIB Panggung politik AS sedang ramai dengan isu seputar kabar bahwa kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Senator Barack Obama, pernah mengenyam pendidikan dasar disebuah madrasah di Indonesia. Isu ini pertama kali digulirkan oleh majalah "Insight"- sebuah majalah internet mingguan yang dimiliki kelompok media konservatif Washington Times- pekan lalu, berdasarkan informasi dari sumber-sumber anonim. Dalam dua bukunya berjudul "Dreams From My Father" dan "The Audacity of Hope", Obama sendiri mengakui bahwa selama tinggal di Indonesia mulai umur 6 sampai 10 tahun, dia pernah dua tahun belajar di sekolah Islam dan dua tahun belajar di sekolah Katolik. Hal tersebut dibenarkan oleh Bandung Winadijanto, bekas teman sekolah Obama di sekolah I Basuki. Namun Bandung pada CNN mengatakan, sekolah Basuki bukan sekolah Islam tapi sekolah umum. "Banyak yang beragama Kristen, Budha, juga Konghuchu, jadi sekolah campuran, " aku Bandung. Sementara itu, deputi kepala sekolah Basuki, Hardi Priyono juga mengatakan bahwa sekolahnya adalah sekolah umum. "Kami tidak fokus pada agama. Dalam kehidupan sehari-hari, kami menghormati agama, tapi kami tidak memberikan perlakuan khusus, " jelasnya. Menurut reporter CNN yang berkunjung ke sekolah Basuki, para siswa dan siswi sekolah itu mengenakan seragam rapi dan guru-gurunya mengenakan pakaian yang dikenakan masyarakat Barat pada umumnya. Sejumlah kalangan menilai isu ini sengaja dihembuskan dan dibesar-besarkan oleh media dan kalangan politisi tertentu. Juru bicara Obama, Robert Gibs menuding jaringan media Fox News sengaja membesar-besarkan isu yang tidak penting. Ia bahkan menyindir slogan Fox News 'adil dan berimbang' dalam menyajikan pemberitaan. Sementara itu, Howard Wolfson- juru bicara tim sukses Hillary Clinton yang juga mencalonkan diri menjadi kandidat presiden AS-menilai pemberitaan tentang Obama bias dan tidak memperhatikan standar-standar jurnalisme. *Sekilas tentang Barack Obama* Barack Obama lahir di Honolulu, Hawai pada 4 Agustus 1961. Ayahnya penganut Kristen asal Kenya yang menikah dengan perempuan kulit putih Amerikan asal Kansas. Kedua orangtuanya bercerai, dan setelah ibunya menikah lagi dengan orang Indonesia, Obama tinggal di Indonesia selama beberapa tahun. Dalam wawancara dengan AFP, Obama mengatakan bahwa kehidupannya di Indonesia telah membuka matanya tentang kondisi ektrim antara kemiskinan dan kekayaan di seluruh dunia. "Kondisi itu membuat saya berpikir tentang gap yang besar dalam hal kesempatan di banyak negara di dunia. Hal itu juga membuat saya memahami, bisa jadi apa orang yang kehidupannya sangat miskin, bagaimana korupsi bisa menghilangkan kesempatan, " ungkap Obama. Obama menikah dengan Michelle Robinson yang berprofesi sebagai pengacara. Ia dikaruniai dua anak perempuan dan keluarganya adalah anggota dari perkumpulan Chicago's Trinity United Church of Christ. Ia kuliah di Occidental College di Calfornia, Columbia University di New York dan Harvard Law School. Di Harvard ia menjadi orang Afro-Amerika pertama yang memegang jabatan bergengsi sebagai editor di Harvard Law Review. Ia terjun ke politik di negara bagian Midwest, Illinois sebagai pengacara untuk hak-hak sipil. Selama tiga tahun ia duduk di perwakilan negara bagian itu sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk ikut berkompetisi menjadi anggota Senat AS pada tahun 2004. Sosoknya mulai menyita perhatian publik AS saat ia memberikan pidato yang menggugah di Konvensi Nasional Demokrat di Boston. Dalam pidatonya ia mengatakan, "Tidak ada Amerika hitam dan Amerika putih, latin Amerika dan Asia Amerika, kita semua satu, kita semua bersumpah setia pada garis dan bintang, kita semua membela Amerika Serikat." Ucapannya itu disambut tepuk tangan meriah Obama juga dikenal vokal menentang invasi AS ke Irak tahun 2003. Nama Obama kini bersinar dan ia memegang kunci menuju Gedung Putih. Jika terpilih, Obama akan menjadi warga AS keturunan Afrika pertama yang menjadi presiden AS. (ln/iol) Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45b71c77.htm *Polling BBC: Citra Negara AS di Mata Dunia Bertambah Buruk* Selasa, 23 Jan 07 14:51 WIB Hasil polling BBC World Service yang dirilis Selasa (23/1) menyebutkan, bertambah buruknya citra AS di mata masyarakat dunia antara lain terkait dengan persoalan Irak dan kamp penjara Guantanamo. Berdasarkan hasil polling di 18 negara, jumlah responden yang meyakini bahwa AS adalah negara yang banyak memberikan pengaruh positif pada dunia, turun tujuh poin dibandingkan tahun lalu, dari 36 persen menjadi 29 persen. Sekitar 52 persen responden menilai AS kini lebih banyak memberikan pengaruh negatif. Prosentase itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya 47 persen. Hasil Polling itu diumumkan pada hari yang sama ketika Presiden AS George W. Bush memberikan pidatonya di depan Kongres. Anggota Kongres AS sendiri, mayoritas tidak menyetujui kebijakan Bush di Irak yang telah banyak menimbulkan kerusakan dan tindak kekerasan selama empat tahun invasi AS. Secara keseluruhan, polling BBC melibatkan 26.381 responden dari 25 negara. Dari polling itu didapat kesimpulan bahwa tiga dari empat orang tidak setuju dengan kebijakan AS di Irak, 2/3 responden tidak setuju dengan cara AS memperlakukan para tersangka teroris yang ditahan di kamp tahanan Guantanamo, Kuba. "Keputusan terbaru pemerintahan AS untuk mengirim lebih banyak lagi tentara ke Irak tidak sejalan dengan opini publik global. Kebijakan kemungkinan akan makin memperburuk citra AS selanjutnya, " kata Doug Millier, Presiden GlobeScan, lembaga penyelenggara survey. Lebih lanjut hasil polling menunjukkan, 65 persen responden tidak setuju dengan kebijakan AS saat perang Israel-Hizbullah tahun 2006 kemarin, 60 persen tidak setuju dengan cara AS menyikapi isu program nuklir Iran, 56 persen tidak setuju dengan sikap AS soal pemanasan global dan 54 persen tidak setuju dengan kebijakan AS atas program nuklir Korea. Lebih dari 2/3 responden meyakini bahwa kehadiran militer AS di Timur Tengah telah memicu lebih banyak konflik dan bukan untuk mencegahnya. Hanya 17 persen responden yang beranggapan bahwa militer AS adalah pasukan yang menjaga stabilitas keamanan. Polling menunjukkan bahwa publik AS cenderung memiliki keraguan yang serius terhadap kebijakan luar negeri AS. Mayoritas responden dari Amerika menyatakan ketidaksetujuannya dengan cara AS menangani perang Irak (57 persen) dan pemanasan global (54 persen). Hampir setengah dari jumlah responden asal AS menolak kebijakan AS di Guantanamo dan kebijakan AS terhadap Iran. Dari hasil polling juga diketahui bahwa mayoritas publik Inggris-sekutu dekat AS-memiliki pandangan yang buruk terhadap AS. 57 persen responden asal Inggris menilai pengaruh AS di dunia sangat negatif dan 81 persen menentang tindakan AS dalam perang Irak. Survey itu dilaksanakan antara tanggal 3 November 2006 dan tanggal 9 Januari 2007, meliputi negara-negara antara lain, Argentina, Australia, Brazil, Chili, China, Mesir, Prancis, Jerman, Inggris, Hungaria, India, Indonesia, Italia, Kenya, Libanon, Mexico, Nigeria, Phillipina, Polandia, Portugal, Rusia, Korea Selatan, Turki, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. (ln/arabworldnews) Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45b5be21.htm
<<attachment: image003.jpg>>
<<attachment: image002.jpg>>
