Logikanya semua calon apa saja dari PDIP tentu harus punya visi dan misi nya 
partai itu, kan.
   
  Rakyat Merdeka
Kamis, 25 Januari 2007, 05:56:11 WIB

Tiga Cagub PDIP Kritik SBY
Cari Simpati Megawati? 

Para kandidat cagub yang melamar ke PDIP tampaknya mulai memasang 
strategi baru untuk meraih simpati PDIP dan Ketua Umumnya, Megawati 
Soekarnoputri. Para cagub itu rame-rame mengkritik Presiden SBY yang 
dinilai salah menerapkan kebijakan di Ibukota. 

"KAMPANYE" para cagub itu terlihat dari materi yang disampaikan tiga 
kandidat cagub PDIP yaitu Bibit Wauyo, Faisal Basri dan Sarwono 
Kusumaatmadja yang bersama-sama menjadi pembicara dalam Round Table 
Discussion di cafeMarios Place, Menteng, Jakarta Pusat Kemarin. 

Tema diskusi itu sebenarnya membicarakan kinerja Gubernur Sutiyoso 
dan persiapan menyabut Pilkada DKI Jakarta. Namun entah karena 
kebetulan atau memang bagian strategi kampanye, tiga kandidat 
tersebut umumnya mengkritik kebijakan SBY yang dianggap sebagai salah 
satu penyebab kegagalan Pemda DKI menyelesaikan permasalahan Ibukota. 

Seperti diketahui, Megawati bersama PDIP belakangan makin keras 
mengkritik kebijakan Presiden SBY-JK. Bahkan, dalam rapat kerja 
nasional (rakernas) di Bali, Mega melontarkan kritik keras kepada 
SBY. Mega menilai, selama dua tahun kepemimpinan SBY-JK, hanya tebar 
pesona. 

Dalam acara itu, Bibit Waluyo misalnya, menilai kegagalan Sutiyoso 
mengurangi kemiskinan karena kegagalan pemerintahan pusat menciptakan 
basis kekuatan ekonomi di daerah. "Saat ini orang daerah masih ingin 
ke Jakarta, karena di daerah orang tidak bisa berbuat apa-apa, petani 
mau beli pupuk saja susah," katanya. 

Kandidat lainnya, Faisal Basri menyoroti soal intervensi pemerintahan 
pusat dalam pengelolaan Pemda DKI. Katanya, saat ini aset-aset milik 
Pemda DKI masih dikuasai pemerintah pusat dan pengelolaannya belum 
diserahkan ke Pemda DKI. "Seharusnya pemerintah pusat mempercayakan 
pengelolahan aset-aset ke Pemda DKI, seperti Kemayoran, Senayan, 
Tandjung Priok, dan lahan lainnya. Apa gunaya ada desentralisasi 
kalau masih ada intervensi," tegasnya. 

Kritik kepada pemerintah pusat juga disampaikan Sarwono. Menurutnya, 
pemerintah pusat saat ini tidak punya keinginan untuk menjadikan 
Jakarta menjadi lebih baik. Katanya, kebijakan membatasi masa bakti 
gubernur sudah tidak relevan dengan perkembangan politik saat ini. RM

 

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

Kirim email ke