Press Release
Pembukaan Wijawiyata Manajemen Angkatan LVII

Gedung Bina Manajemen, 25 Januari 2007. Hari ini dalam balutan acara 
sederhana Program Wijawiyata Manajemen (WM) angkatan ke-57 dibuka. 
Wijawiyata Manajemen adalah program pendidikan Magister Manajemen 
yang ditujukan bagi mereka yang baru lulus kuliah S-1 (fresh 
graduate) atau mereka yang telah bekerja tidak lebih dari dua tahun.  
Hal ini sengaja dilakukan agar para peserta WM relatif masih belum 
menguasai pengalaman di lapangan, sehingga  akan tercipta iklim 
diskusi yang berimbang selama proses belajar di Sekolah Tinggi 
Manajemen PPM.
Berbeda dari penyelenggaraan Program WM sebelumnya, mulai angkatan ke-
57 ini Sekolah Tinggi Manajemen PPM memberikan beasiswa kepada 
mahasiswa yang dianggap layak,  beasiswa ini kami namakan Beasiswa 
Prof. Dr. A.M. Kadarman, sebagai penghargaan atas jasa-jasa Prof. Dr. 
A.M. Kadarman dalam mengembangkan manajemen di Indonesia yang 
diantaranya dengan mendirikan Lembaga Manajemen PPM. Beasiswa ini  
diberikan sebagai bentuk kepedulian Sekolah Tinggi Manajemen PPM 
terhadap kelompok masyarakat yang secara ekonomi tidak mampu namun 
memiliki potensi akademik tinggi, Sekolah Tinggi Manajemen PPM 
memberikan beasiswa pendidikan yang besarnya mulai dari 100% hingga 
20% dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut: 
1.      Nilai rata-rata rapor kelas 1 s/d 2 >= 7,5 
2.      Menulis surat permohonan beasiswa 
3.      Menyerahkan surat rekomendasi dari sekolah 
4.      Lulus tes masuk dengan nilai sangat baik. 
5.      Penentuan besarnya beasiswa dibagi atas 3 (tiga) kelompok 
yang ditentukan berdasarkan nilai rapor, hasil tes masuk, wawancara 
dan kemampuan ekonomi orang tua. 
Setelah melalui proses tes masuk dan wawancara akhirnya diputuskan 
empat orang penerima Beasiswa  Prof. Dr. A.M. Kadarman yaitu: Melani 
Rahardja, Briant Silvano, Dewi Sekarasih, dan Ona Maya Sari. 
Selanjutnya peserta akan mengikuti masa kuliah hingga April 2008. 
Andi Ilham Said, Ph.D selaku Ketua Sekoilah Tinggi Manajemen PPM 
mengatakan bahwa iklim belajar di Sekolah Tinggi Manajemen PPM adalah 
suasana belajar yang menuntut kemandirian peserta WM, dengan demikian 
melalui proses ini diharapkan akan melahirkan para penggagas 
perubahan, the agent of change dimana nanti mereka akan berkiprah. 
Sejak didirikan 40 tahun yang lalu, Sekolah Tinggi Manajemen PPM 
telah menghasilkan tidak kurang dari 4000 alumni yang tersebar di 
berbagai sektor ekonomi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk Keterangan Lebih lanjut seputar Program Wijawiyata Manajemen 
dapat menghubungi HUMAS Lembaga Manajemen PPM Jakarta di (021) 2300 
313 Ext. 1295 atau via email [EMAIL PROTECTED] 


Press Release

Distribusi lancar, Keuntungan Gencar

Gedung Bina Manajemen, 25 Januari 2007. Perjalanan yang ditempuh 
sebuah produk mulai dari proses produksi hingga tiba di tangan 
konsumen sungguh tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Di 
dalamnya terdapat banyak faktor krusial yang sangat menentukan, sebut 
saja faktor awareness yaitu faktor seberapa kuat konsumen mengetahui 
produk tersebut, setelah itu ada juga faktor attractiveness yaitu 
seberapa menarik produk tersebut, lalu faktor affordability yaitu 
kesesuaian antara harga yang dipatok dengan kegunaan produk tersebut, 
dan terakhir jangan lupakan faktor availability yaitu ketersediaan 
produk di pasar.

Menyangkut faktor availability, faktor ini  sangat terkait dengan 
pola distribusi yang diterapkan oleh produsen, semakin apik dan rapi 
jalur distribusi yang mereka terapkan, maka proses pemasaran produk 
tersebut juga akan membaik dengan sendirinya. Simon Jonathan 
pembicara dalam Seminar Forum Kajian Manajemen dengan 
tema "Turnaround your Distribution Strategy into Profit" pada tanggal 
25 Januari 2007, mengangkat kasus Kacang 2 Kelinci yang berhasil 
meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat setelah melakukan 
perbaikan di sektor distribusi, diantaranya dengan memecat sub 
distribusi yang tidak menunjukkan kinerja yang baik, walaupun pada 
saat yang sama mereka justeru mengurangi promosi. 

Menurut Zeffry Alamsyah, Operations Director PT Coca Cola Bottling 
Indonesia, yang juga menjadi pembicara dalam seminar ini mengatakan 
salah satu kunci keberhasilan Coca-Cola adalah kemampuan Coca-Cola 
menyediakan produk secara lengkap dan berkesinambungan, di outlet-
outlet yang terus berkembang dan memiliki pasar yang cocok dengan 
karakter Coca-Cola, sehingga menurut Zeffry kata kunci dari 
keberhasilan distribusi Coca-Cola adalah banyaknya outlet yang 
dimiliki Coca-Cola, yang tersebar di daerah-daerah tertentu (yang 
dipilih setelah menggelar survei yang melelahkan), kemudahan mencapai 
outlet-outlet tersebut dan menentukan anggaran yang tepat untuk 
menjalankan proses distribusi tersebut.

Dua pembicara lainnya yaitu Mindiarto Djugorahardjo, Managing Partner 
Force One, dan Andi Ilham Said, Ph.D, Staf Profesional Lembaga 
Manajemen PPM menyoroti restrukturisasi strategi saluran distribusi 
untuk mendorong peningkatan penjualan. Seminar Forum Kajian Manajemen 
ini diadakan oleh Lembaga Manajemen PPM yang mengkhususkan diri dalam 
pendidikan dan pembinaan manajemen.

Untuk Keterangan Lebih lanjut seputar seminar ini dapat menghubungi 
HUMAS Lembaga Manajemen PPM Jakarta di (021) 2300 313 Ext. 1295 atau 
via email [EMAIL PROTECTED] 



Kirim email ke