In short,

Kalau memakai bahasa urang awak, Sumbar/Padang,

PANCILO PANCILO PANCILO

Itu mental aparat pemerintah NYOLOOOOOOOOONG terus

This bangsa is sooooooo SICK, very sick

Kasihan dong sama Ibu Pertiwi, diracunin terus

Sembahyang 5 kali jago

Sembahyang tiap Jumat jalan terus

Ngaji ayolah

Naik haji 2, 3 kali

Nyopet duit rakyat?

Nah ini urusan ane sama tuhan

Masya Allah, amit-amit, sungkem, tobat-tobat, minta ampun

STOP STEALING goddamn duit rakyat sengsara

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan 


  ----- Original Message ----- 
  From: MTI 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Thursday, January 25, 2007 10:32 PM
  Subject: [mediacare] Penyelidikan Mark Up Biaya Hotel Presiden, Timtas 
Tipikor Periksa Manajemen Shangri-La


  Penyelidikan Mark Up Biaya Hotel Presiden, Timtas Tipikor Periksa Manajemen 
Shangri-La



  JAKARTA - Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) bergerak 
cepat untuk menyelidiki dugaan mark up biaya penginapan rombongan presiden di 
KTT ASEAN di Cebu, Filipina, 12-14 Januari 2007. Meski belum genap sepekan, tim 
jaksa telah memeriksa empat pihak yang bisa mengungkap kasus yang menghebohkan 
Istana Kepresidenan tersebut.

  Empat informan itu adalah dua staf bagian rumah tangga Sekretariat Negara 
(Setneg) dan dua orang manajemen Hotel Shangri-La perwakilan Jakarta. Saat ini, 
tim penyelidik yang diketuai Bambang Setyo Wahyudi tinggal menjadwalkan 
pemeriksaan AK, wartawan The Jakarta Post yang menulis berita dugaan mark up 
tersebut.

  "Tim penyelidik nggak perlu ke Cebu. Cukup dari (manajemen) Hotel Shangri-La 
di Jakarta," kata Ketua Timtastipikor Hendarman Supandji seusai mengikuti 
pelantikan Jaksa Agung Muda (JAM) Pidana Umum dan JAM Pengawasan di Gedung 
Kejagung, kemarin.

  Di Cebu, rombongan SBY menginap di Hotel Shangri-La's Mactan Island Resort 
and Spa.

  Ditanya apa yang diperoleh dari pemeriksaan manajemen Hotel Shangri-La, 
Hendarman menolak menjawab. "Saya belum membuat laporan. Saya ditugasi Pak 
Presiden, saya perlu melapor dulu kepada beliau," ujarnya diplomatis.

  Sebuah sumber menyebutkan, manajemen Shangri-La ditanyai terkait biaya 
akomodasi rombongan SBY, termasuk tarif resmi hotel. Informasi tersebut akan 
di-cross check dengan anggaran biaya penginapan rombongan SBY yang dikeluarkan 
staf kepresidenan.

  "Jika ada selisih harga, maka akan ditelusuri benarkah itu mark up. 
Sebaliknya, jika tidak ada selisih, maka urusannya akan beres," jelas sumber 
tersebut.

  Menurut Hendarman, selain memeriksa staf kepresidenan dan manajamen 
Shangri-La, Timtas Tipikor menjadwalkan pemeriksaan terhadap penulis berita 
dugaan mark up, AK, yang juga wartawan The Jakarta Post. Tim penyelidik awalnya 
telah meminta AK datang untuk diperiksa, namun yang bersangkutan minta 
penundaan. "Dia minta kami (Timtas Tipikor) melayangkan surat resmi. Saat ini, 
surat itu sedang kami buat," jelas jaksa alumnus Fakultas Hukum Undip ini.

  Hendarman menolak menjawab ketika ditanya materi kesaksian AK yang sekadar 
mendengarkan kesaksian orang lain. Yakni, saat staf kepresidenan berusaha 
melobi resepsionis hotel agar bersedia membuat kuitansi dengan biaya yang 
digelembungkan.

  Dihubungi secara terpisah, AK bersedia menjalani pemeriksaan di depan tim 
penyelidik untuk membeberkan kesaksiannya. Namun, dia minta surat pemeriksaan 
dilayangkan melalui prosedur resmi. "Saya sih, siap saja," ujarnya singkat.

  Berita adanya permintaan mark up staf kepresidenan atas biaya hotel di The 
Shangri-La's Mactan Island Resort and Spa Filipina sempat beredar di situs 
berita Filipina www.inquirer.net dan media masa nasional The Jakarta Post.

  Media tersebut menulis, staf Setneg itu meminta pihak hotel Shangri-La untuk 
menggelembungkan biaya hotel rombongan presiden. Permintaan itu ditolak 
manajemen hotel. Mendapat jawaban itu, staf Setneg itu tetap berusaha membujuk 
dengan menawarkan 40 persen mark up ke pihak hotel.(agm)

  Sumber: Jawapos - Jumat, 26 Januari 2007

  ++++++++++
   
  Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
  pemerintahan yang baik (good governance) klik
  http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita
   
  Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
  http://www.transparansi.or.id/ 

  --------
   
  Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
  The Indonesian Society for Transparency
  Jl. Polombangkeng No. 11,
  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 
  Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650 
  Fax: (62-21) 722-1658 
  http://www.transparansi.or.id 
   

Kirim email ke