....dari milis tetangga ------------
gempa bumi adalah kehendak alam, sudah sewajarnya kita yang berdiam dijalur tumbukan lempeng asia-australia dan pasifik ini harus siap dan ikhlas menerima apapun, sebagaimana ikhlasnya kita memperoleh berjajarnya gunung berapi dan palung-palung dalam disekitar kita. tongga-fiji- eastern new guinea, utara maluku, sekarang lagi dalam kulminasi gempa tinggi, kita pasrahkan saja kehendak alam ini, dan alam tentu ada maksudnya , untuk mengimbangi olah pokal manusia, sebagai penekan saat revolusi hati nuraini segera terwujud.GERAKAN DEWAN REVOLUSI HATI NURAINI..... ......... ..IMBANG BERIMBANG ITULAH IRAMA KEHIDUPAN. salam dari pahang malaysia. ----- Original Message ---- From: bwahyus <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Friday, January 26, 2007 2:16:47 AM Subject: [Sirnagalih] Kemungkinan Bencana Alam Besar di Asteng Mumbai (ANTARA News) - Aktivitas seismik tercatat meningkat dalam sebulan terakhir di Jawa, Sumatra dan Andaman, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya bencana alam besar dalam waktu dekat, demikian menurut seorang ilmuwan di Insitut Teknologi India (IIT) di Mumbai. Walau aktivitas volkanik di wilayah ini telah menurun setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004, lebih dari 52 gempa dengan kekuatan yang bervariasi tercatat selama sebulan terakhir, D Chandrasekharam, profesor senior di bagian Ilmu Bumi, IIT, mengatakan pada kantor berita India PTI, Rabu. Hal itu tampak sebagai sebuah proses peredaran alam, tapi kemungkinan dapat menimbulkan bencana yang besar, katanya. "Sejak 25 Desember 2006 hingga pagi ini (24/1), seluruh zona pulau Jawa-Sumatra- Andaman mengalami lebih dari 51 gempa bumi dengan kekuatan bervariasi dari 4,2 hingga 7,5 pada skala Richter," ujar ilmuwan terkemuka dari India tersebut. "Gempa tersebut antara lain yang terjadi di Taiwan dengan kekuatan 7,1 pada 26 Desember dan 7,5 di laut Maluku. Gempa berkekuatan 4,9 dan 6,1 juga tercatat di Kepulauan Nicobar." Sebagian besar dari kejadian alam tersebut terkait dengan fenomena bawah tanah yang menyebabkan tsunami tahun 2004 dan menewaskan hampir 250,000 orang di sejumlah negara, termasuk India, katanya. "Ini menunjukkan betapa aktif wilayah ini secara seismik. Apakah kita sudah siap dengan sistem peringatan dini tsunami untuk memberitahu masyarakat sebelum bencana alam terjadi di masa mendatang?," kata Chandrasekharam. Chandrasekharam menyarankan agar diadakan latihan penggunaan sistem peringatan dini tsunami yang telah dipasang di India. Beberapa gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini harus diwaspadai. Sistem peringatan dini tsunami harus mampu menyiagakan masyarakat di daerah pesisir pantai dalam 10 menit dari kejadian bencana alam, lanjutnya. (*)
