Saya baca kelanjutan artikel lewat link url yang diberikan. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa perempuan selalu menjadi orang kedua dibandingkan laki2, baik dalam hubungan sosial maupun aktivitas seksual.
Menurut kutipan dalam artikel, tujuan kondom perempuan adalah memberikan kuasa pada perempuan untuk melindungi dirinya, untuk menetukan apakah ingin menggunakan kondom atau tidak, untuk menentukan dan mengambil kontrol atas keamanan dirinya. Padahal, dibalik itu pemakaian kondom sangat berguna. Kondom perempuan ini salah satu tujuan pembuatannya adalah memberi kuasa kepada perempuan untuk melindungi diri sendiri. "Seperti banyak kita ketahui, banyak perempuan yang terposisikan sebagai orang kedua, padahal mereka yang mengalami kerugian, seperti perkosaan, hamil di luar nikah dan tertular HIV," kata Pierre pada The Post. Di sisi lain, secara sosial perempuan menjadi pihak yang tidak punya kuasa memilih. Termasuk menentukan kapan akan melakukan hubungan seksual termasuk apakah hubungan seksual itu dilakukan dengan menggunakan kondom atau tidak."Selama ini, laki-laki yang menentukan apakah akan memakai kondom atau tidak, kondom perempuan merubah semua itu," katanya. Rahmat Haryono dari Badan Penanggulangan Napsa dan AIDS Provinsi Jawa Timur menilai, hingga saat ini, penggunaan kondom paling efektif untuk menanggulangi HIV & AIDS. Terutama pada kelompok masyarakat resiko tinggi, seperti pekerja seks. "Sekitar 20-30 persen penularan HIV&AIDS itu karena tidak menggunakan kondom, tapi ironisnya, pekerja seks (yang mayoritas perempuan) bukan dalam posisi yang menentukan penggunaan kondom atau tidak," katanya. Melihat hal itu, Rahmat menilai kondom perempuan sangat efektif bila disosialisasikan kepada pekerja seks. "Kalau pengguna pekerja seks tidak bersedia menggunakan kondom, maka pekerja seks bisa punya inisiatif untuk melindungi dirinya dari penularan HIV&AIDS dengan memakai kondom perempuan," jelasnya. Menurut saya alasan ini tidak tepat. Bagaimana kondom perempuan bisa memberikan kuasa pada perempuan? Kalau dibilang bahwa dengan adanya kondom perempuan, perempuan jd bisa tentukan keamanan dirinya, apa benar berlaku begitu. Kalau laki2nya tidak ingin pakai kondom, lalu juga melarang perempuannya menggunakan kondom perempuan, sama saja bukan? Bukan masalah siapa yang pakai kondom, tapi bagaimana supaya masyarakat sadar kenapa mereka perlu mempertimbangkan pemakaian kondom (karena pemkaian kondom tanpa kesadaran kesehatan juga sama saja boong, misal untuk vaginal intercourse pakai kondom, tapi saat oral tidak, sama saja bukan?) Saya rasa, ada tidaknya kondom perempuan tidak mengubah apapun jika tatanan sosial masyarakat kita tetap seperti sekarang, dimana perempuan masih sering dijadikan objek, dipandang sebagai barang., dan jka si perempuan sendiri tidak ada keinginan untuk melakukan perubahan dan membela hak-hak dirinya. PS: terlebih, masih menurut artikel yang sama, kondom ini tidak begitu nyaman untuk digunakan. selain itu harganya cukup mahal (Rp20.000 untuk 2 pieces kondom) Salam, -Dhanny- On 2/6/07, id nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
...Raut muka Eva Yuliawati mendadak berubah ketika dirinya melihat contoh kondom perempuan untuk pertama kali. Pelan-pelan ibu rumah tangga dua anak itu menjinjing kondom bermerk Fiesta itu dan memperhatikannya lebih dekat. "Apa kondom ini yang harus saya masukkan ke vagina? Apa tidak sakit?" katanya singkat sambil memperhatikan benda lembek itu dari segala arah. "Kayaknya terlalu besar," komentarnya... *Kutipan artikel berjudul Kondom Perempuan, Upaya Melindungi Perempuan yang Terkendala. Foto dan artikel selengkapnya di http://idnugroho .blogspot.com salam iman http://idnugroho.blogspot.com ------------------------------ Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>and always stay connected<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>to friends.
