Saya pernah mendapatkan satu buah female condom, souvenir dari sebuah
confrerence (7th ICAAP, Kobe, Japan).
Kondom yang saya dapat ini lebih nyaman daripada kondom perempuan yang
ditampilkan gambarnya oleh Mas Nugroho di idnugroho.blogspot.com itu

Coba bandingkan gambarnya dengan product yang saya dapat itu
gambar kondom perempuan yang saya dapat ada di
http://www.femalehealth.com/theproduct.html

jelas lebih nyaman, tanpa benda keras di ujungnya....

saya gak tau mas nugroho dapat dari mana, dan produk dari manah itu,
kok tidak begitu nyaman dengan spon di ujungnya seperti itu.

salam,
dwiagus

--- In [email protected], "tantri diah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya baca kelanjutan artikel lewat link url yang diberikan. Dalam
artikel
> tersebut disebutkan bahwa perempuan selalu menjadi orang kedua
dibandingkan
> laki2, baik dalam hubungan sosial maupun aktivitas seksual.
> 
> Menurut kutipan dalam artikel, tujuan kondom perempuan adalah memberikan
> kuasa pada perempuan untuk melindungi dirinya, untuk menetukan
apakah ingin
> menggunakan kondom atau tidak, untuk menentukan dan mengambil
kontrol atas
> keamanan dirinya.
> 
> Padahal, dibalik itu pemakaian kondom sangat berguna. Kondom
perempuan ini
> salah satu tujuan pembuatannya adalah memberi kuasa kepada perempuan
untuk
> melindungi diri sendiri. "Seperti banyak kita ketahui, banyak
perempuan yang
> terposisikan sebagai orang kedua, padahal mereka yang mengalami
kerugian,
> seperti perkosaan, hamil di luar nikah dan tertular HIV," kata
Pierre pada
> The Post.
> 
> Di sisi lain, secara sosial perempuan menjadi pihak yang tidak punya
kuasa
> memilih. Termasuk menentukan kapan akan melakukan hubungan seksual
termasuk
> apakah hubungan seksual itu dilakukan dengan menggunakan kondom atau
> tidak."Selama ini, laki-laki yang menentukan apakah akan memakai
kondom atau
> tidak, kondom perempuan merubah semua itu," katanya.
> 
> Rahmat Haryono dari Badan Penanggulangan Napsa dan AIDS Provinsi
Jawa Timur
> menilai, hingga saat ini, penggunaan kondom paling efektif untuk
> menanggulangi HIV & AIDS. Terutama pada kelompok masyarakat resiko
tinggi,
> seperti pekerja seks. "Sekitar 20-30 persen penularan HIV&AIDS itu
karena
> tidak menggunakan kondom, tapi ironisnya, pekerja seks (yang mayoritas
> perempuan) bukan dalam posisi yang menentukan penggunaan kondom atau
tidak,"
> katanya.
> 
> Melihat hal itu, Rahmat menilai kondom perempuan sangat efektif bila
> disosialisasikan kepada pekerja seks. "Kalau pengguna pekerja seks tidak
> bersedia menggunakan kondom, maka pekerja seks bisa punya inisiatif
untuk
> melindungi dirinya dari penularan HIV&AIDS dengan memakai kondom
perempuan,"
> jelasnya.
> 
> Menurut saya alasan ini tidak tepat. Bagaimana kondom perempuan bisa
> memberikan kuasa pada perempuan? Kalau dibilang bahwa dengan adanya
kondom
> perempuan, perempuan jd bisa tentukan keamanan dirinya, apa benar
berlaku
> begitu. Kalau laki2nya tidak ingin pakai kondom, lalu juga melarang
> perempuannya menggunakan kondom perempuan, sama saja bukan?
> 
> Bukan masalah siapa yang pakai kondom, tapi bagaimana supaya masyarakat
> sadar kenapa mereka perlu mempertimbangkan pemakaian kondom (karena
pemkaian
> kondom tanpa kesadaran kesehatan juga sama saja boong, misal untuk
vaginal
> intercourse pakai kondom, tapi saat oral tidak, sama saja bukan?)
> 
> Saya rasa, ada tidaknya kondom perempuan tidak mengubah apapun jika
tatanan
> sosial masyarakat kita tetap seperti sekarang, dimana perempuan
masih sering
> dijadikan objek, dipandang sebagai barang., dan jka si perempuan sendiri
> tidak ada keinginan untuk melakukan perubahan dan membela hak-hak
dirinya.
> 
> PS: terlebih, masih menurut artikel yang sama, kondom ini tidak begitu
> nyaman untuk digunakan. selain itu harganya cukup mahal (Rp20.000
untuk 2
> pieces kondom)
> 
> Salam,
> -Dhanny-
> 
> 
> 
> 
> On 2/6/07, id nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   ...Raut muka Eva Yuliawati mendadak berubah ketika dirinya melihat
> > contoh kondom perempuan untuk pertama kali. Pelan-pelan ibu rumah
tangga dua
> > anak itu menjinjing kondom bermerk Fiesta itu dan memperhatikannya
lebih
> > dekat. "Apa kondom ini yang harus saya masukkan ke vagina? Apa
tidak sakit?"
> > katanya singkat sambil memperhatikan benda lembek itu dari segala
arah.
> > "Kayaknya terlalu besar," komentarnya...
> >
> > *Kutipan artikel berjudul Kondom Perempuan, Upaya Melindungi Perempuan
> > yang Terkendala. Foto dan artikel selengkapnya di http://idnugroho
> > .blogspot.com
> >
> > salam
> > iman
> > http://idnugroho.blogspot.com
> >
> > ------------------------------
> > Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for
Mobile<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>and
> > always stay
connected<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>to
friends.
> >
> >  
> >
>


Kirim email ke